{"id":577,"date":"2021-08-31T21:18:27","date_gmt":"2021-08-31T14:18:27","guid":{"rendered":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?p=577"},"modified":"2023-07-26T17:01:15","modified_gmt":"2023-07-26T10:01:15","slug":"ddos-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/","title":{"rendered":"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Distributed Denial of Service atau yang lebih dikenal dengan DDoS adalah sebuah kejahatan siber yang menitik beratkan serangannya pada trafik <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/sejarah-internet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">internet<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ini cukup sering terjadi dan menyerang secara tiba-tiba, baik situs perusahaan besar maupun situs-situs biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, pengetahuan terkait DDoS penting untuk Anda pahami, karena siapa tahu suatu saat giliran situs Anda yang menjadi target serangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk penjelasan lengkapnya, langsung saja simak artikel dibawah ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu DDoS?<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_580\" aria-describedby=\"caption-attachment-580\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-580\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/DDoS-Attack-300x155.png\" alt=\"DDoS adalah\" width=\"590\" height=\"305\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/DDoS-Attack-300x155.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/DDoS-Attack.png 396w\" sizes=\"auto, (max-width: 590px) 100vw, 590px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-580\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Freepik\/macrovector<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS adalah sebuah serangan siber yang dilakukan dengan cara mengganggu trafik server menggunakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">trafik palsu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dalam jumlah yang sangat besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trafik palsu digunakan untuk membanjiri jaringan agar server tidak dapat mengakomodasi lalu lintas yang seharusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dampaknya, server akan mengalami error request, halt, kegagalan sistem, down, dan lain sebagainya sehingga layanan websitenya terhenti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diilustrasikan dengan sederhana, DDoS attack bagaikan jalan raya yang tiba-tiba macet karena sabotase iring-iringan mobil ilegal dalam jumlah yang sangat banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mobil-mobil ilegal tersebut sengaja membanjiri jalan raya agar terjadi kemacetan parah, sehingga mobil-mobil resmi yang berkepentingan tidak dapat mencapai tempat tujuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sasaran serangan DDoS umumnya adalah <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/apa-itu-website\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">website<\/a>, aplikasi, juga layanan online.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya simpel, yaitu untuk membuat suatu website, aplikasi, atau layanan online tidak dapat dioperasikan alias down.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_581\" aria-describedby=\"caption-attachment-581\" style=\"width: 559px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-581\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Sumber-Cloudflare-300x133.png\" alt=\"DDoS adalah\" width=\"559\" height=\"248\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Sumber-Cloudflare-300x133.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Sumber-Cloudflare.png 648w\" sizes=\"auto, (max-width: 559px) 100vw, 559px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-581\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Cloudflare<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun serangan DDoS umumnya hanya bertahan dalam waktu beberapa menit, namun efeknya dapat bertahan selama beberapa hari bahkan hingga berbulan-bulan.<\/span><\/p>\n<p>Apalagi bagi website yang digunakan untuk menjalankan suatu organisasi atau bisnis.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi website suatu organisasi atau bisnis, DDoS attack sangat mungkin berujung pada terkikisnya kepercayaan pelanggan, membuat pemilik bisnis harus mengeluarkan biaya untuk kompensasi, hingga kerusakan reputasi jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS sendiri bukanlah hal yang baru di dunia internet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia termasuk dalam salah satu jenis serangan siber tertua dan terkenal paling advanced juga dinamis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS pertama kali diluncurkan pada tahun 1996 untuk menyerang Panix, sebuah ISP (Internet Service Provider) tertua di New York.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu sistem komputer Panix dibanjiri dengan SYN Flood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerang mengirim banyak <em>synchronization request<\/em> pada mesin Panix dengan tujuan mengkonsumsi sumber daya dari server.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, Panix membutuhkan waktu sekitar 36 jam untuk dapat menangani serangan DDoS dan beberapa hari untuk mengembalikan layanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pada bulan Februari tahun 2000, DDoS memasuki era yang lebih canggih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan taktik, teknik, dan prosedur pada DDoS versi pro ini dikembangkan oleh seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun asal Kanada bernama Michael Cace.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menggunakan nama online \u201cMafiaboy\u201d dan berhasil menyerang Amazon, eBay, Yahoo!, Dell, CNN, dan FIFA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, pada tahun 2018, terjadi DDoS attack dengan catatan waktu terlama yang pernah terjadi yaitu 329 jam atau hampir 2 pekan lamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, ketika Anda mendengar ada website yang diserang oleh hacker, umumnya server website telah menjadi korban dari DDoS.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ciri-Ciri Server yang Terserang DDoS<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_582\" aria-describedby=\"caption-attachment-582\" style=\"width: 518px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-582\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/jcomp-300x139.png\" alt=\"DDoS adalah\" width=\"518\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/jcomp-300x139.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/jcomp-1024x476.png 1024w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/jcomp-768x357.png 768w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/jcomp.png 1104w\" sizes=\"auto, (max-width: 518px) 100vw, 518px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-582\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Freepik\/Jcomp<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh website, aplikasi, layanan online yang servernya terserang oleh DDoS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah rincian penjelasannya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Website, aplikasi, atau layanan online yang dijalankan tiba-tiba menjadi lambat atau tidak dapat diakses.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya trafik yang tidak wajar dari <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ip-address-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">IP Address<\/a> tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya visitor website atau layanan online lain yang memiliki pola perilaku serupa seperti kesamaan versi browser, lokasi akses, hingga tipe perangkat komputer yang digunakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mengakses suatu website atau layanan online lainnya, koneksi menjadi lambat dalam waktu yang lama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Load CPU terlalu tinggi walaupun tidak ada proses apapun yang sedang berjalan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya banyak spam email.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">JIka menggunakan layanan <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/apa-itu-vps\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VPS <\/a>khusus, akan muncul informasi yang menyatakan ada aktivitas berbahaya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perlu diingat bahwa ada kalanya ciri-ciri tersebut muncul disebabkan oleh faktor determinan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi server sedang menjalani proses maintain berkala, ada masalah teknis dari ISP, perangkat komputer terkena virus, atau website Anda memang sedang mengalami lonjakan pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, trafik Anda menjadi sangat tinggi dan server kewalahan. Nah kenaikan trafik normal\u00a0 ini dapat Anda atasi dengan menyewa layanan VPS dengan <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/bandwidth-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bandwidth <\/a>lebar.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika Anda mengalami cir-ciri di atas, alangkah baiknya untuk langsung menghubungi tim teknis untuk melakukan pemeriksaan dengan seksama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memastikan, apakah hal tersebut benar-benar serangan DDoS atau murni gangguan minor semata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena lebih baik mencegah daripada mengobati kerusakan yang mungkin akan terjadi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Perbedaan DoS dengan DDoS<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_583\" aria-describedby=\"caption-attachment-583\" style=\"width: 491px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-583\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/DoS-VS-DDoS-300x163.png\" alt=\"Serangan DoS VS DDoS\" width=\"491\" height=\"267\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/DoS-VS-DDoS-300x163.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/DoS-VS-DDoS.png 616w\" sizes=\"auto, (max-width: 491px) 100vw, 491px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-583\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Cloudflare<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin beberapa dari Anda masih belum mengerti benar apa perbedaan dari DoS (Denial of Service) dengan DDoS (Distributed Denial of Service).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, perbedaan utamanya terletak pada jumlah penyerang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada DoS, serangan dilakukan oleh penyerang tunggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah untuk membanjiri server dengan jumlah permintaan akses yang lebih banyak daripada kapasitas yang dapat ditangani server, sehingga permintaan akses dari client yang sah tidak dapat diproses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua kategori utama dalam serangan DoS, yaitu serangan aplikasi dan serangan jaringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan DDoS attack melibatkan lebih dari satu mesin penyerang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan DDoS bahkan dapat dilakukan oleh sekelompok besar pengguna aktif menggunakan alat internet gratis LOIC (Low Orbit Ion Cannon).<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja dan Teknik DDoS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep utama dari DDoS attack adalah membanjiri lalu lintas jaringan target dengan banyak data yang bersifat sampah maupun berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dengan cara request flooding, traffic flooding, mengubah sistem konfigurasi server, maupun merusak <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/server-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">komponen server<\/a>.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Request Flooding<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 serangan yang bekerja dengan cara membanjiri jaringan menggunakan sangat banyak request sehingga server kewalahan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><b>Traffic Flooding<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013\u00a0 serangan yang bekerja dengan cara membanjiri lalu lintas jaringan menggunakan data yang sangat besar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, DDoS attack dengan merusak sistem konfigurasi dan komponen server tidak banyak dilakukan karena tergolong sulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, diklasifikasikan berdasarkan layer OSI, ada serangan yang terjadi pada layer aplikasi, protokol, dan volumetrik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, serangan tadi dapat dijalankan dengan dua jenis teknik yaitu botnet atau virus.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_584\" aria-describedby=\"caption-attachment-584\" style=\"width: 430px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-584\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Freepix-300x237.png\" alt=\"Serangan DDoS adalah\" width=\"430\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Freepix-300x237.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Freepix.png 617w\" sizes=\"auto, (max-width: 430px) 100vw, 430px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-584\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Freepik\/ freepik<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Botnet<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Botnet adalah serangan DDOS yang dilakukan dengan bantuan kumpulan bot yang dijalankan secara bersamaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bot disisipkan ke dalam malware yang ditanamkan pada satu komputer yang terhubung ke jaringan internet dan nantinya dapat menginfeksi perangkat IoT (Internet of Things) lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jumlah perangkat IoT yang terinfeksi malware bisa mencapai jutaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komputer pertama yang ditanami malware disebut sebagai komputer zombie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, seluruh perangkat IoT yang telah terinfeksi disebut sebagai botnet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelak, hanya dengan satu perintah saja, botnet akan langsung menjalankan perintah untuk menjalankan DDoS attack kepada target dalam waktu yang bersamaan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Virus<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalang dari DDoS attack dapat menyebarkan virus melalui file tertentu yang dibagikan ke berbagai situs yang terhubung dengan internet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Virus tersebut mengandung bot yang kelak akan dijalankan melalui script yang sudah berjalan pada sistem operasi komputer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam level advance, virus bahkan dapat mengambil alih kendali perangkat yang sudah menjalankan script pada sistem operasi komputer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat komputer sudah terinfeksi virus DDoS, komputer akan secara aktif melakukan DDoS attack ke server yang telah ditentukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, pengguna internet dihimbau untuk lebih selektif saat hendak mengunduh suatu file, membuka file, atau menginstal suatu aplikasi pada perangkat komputer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa tau file yang Anda unduh, buka, atau instal merupakan virus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tipe DDoS Attack<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa tipe DDoS Attack yang cukup sering terjadi di dunia. Berikut detail penjelasannya:<\/span><\/p>\n<p><b>1. SYN Flood<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SYN Flood merupakan teknik DDoS yang tergolong klasik karena sudah populer dari tahun 1990-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SYN Flood bekerja dengan cara membanjiri server dengan request untuk sinkronisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita simak penjelasan detailnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Normalnya, ketika suatu komputer terhubung kepada server, akan terjadi sebuah koneksi bernama TCP ke server.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, client (komputer) dan server akan saling bertukar informasi. Pada umumnya, proses pertukaran informasi memiliki alur seperti berikut ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Client akan meminta koneksi ke server dengan mengirimkan kode SYN.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, server akan meng-acknowledge SYN request dengan mengirimkan kode SYN-ACK kepada client.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, client akan merespon dengan mengirimkan kode ACK kembali pada server.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, terjadilah TCP Three Way Handshake, dimana koneksi berhasil terjalin antara client dan server.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_586\" aria-describedby=\"caption-attachment-586\" style=\"width: 470px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-586\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/SYN-Flood-300x200.png\" alt=\"SYN FLood\" width=\"470\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/SYN-Flood-300x200.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/SYN-Flood.png 622w\" sizes=\"auto, (max-width: 470px) 100vw, 470px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-586\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Cloudflare<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, pada serangan DDoS SYN Flood, kode ACK yang diminta pada tahap ketiga tidak pernah dikirimkan kembali kepada server.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Client malah mengulangi lagi proses SYN request ke semua port server menggunakan IP Address palsu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, koneksi antara client dan server tidak dapat benar-benar terjadi (setengah terbuka dan setengah tertutup).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut dilakukan secara terus-menerus hingga kelamaan server menjadi sangat sibuk untuk merespon request yang tidak berujung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga pada akhirnya, client sah tidak dapat masuk dan terhubung ke server.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sifatnya yang membuat koneksi server setengah terbuka dan setengah tertutup, DDoS SYN flood juga dikenal dengan nama Half Open Attack.<\/span><\/p>\n<p><b>2. UDP Flood<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UPD (User Datagram Protocol) Flood adalah jenis serangan yang memanfaatkan protokol UDP dengan mengurangi sambungan guna menyerang target.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya, penyerang akan membanjiri port milik server secara acak dengan paket UDP berisis sampah, menggunakan IP Address palsu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ini membuat server melakukan pemeriksaan terhadap paket UDP pada tiap port, kemudin melakukan laporan balik menggunakan ICMP.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_587\" aria-describedby=\"caption-attachment-587\" style=\"width: 437px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-587\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/UPD-Flood-300x202.png\" alt=\"UPD Flood\" width=\"437\" height=\"294\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/UPD-Flood-300x202.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/UPD-Flood.png 458w\" sizes=\"auto, (max-width: 437px) 100vw, 437px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-587\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber:<\/em> <em>Cloudflare<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, IP Address palsu mengakibatkan tujuan laporan balik ICMP tidak dapat dijangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena server menghabiskan sumber daya untuk melakukan pemerikasaan dan merespon setiap paket UDP yang diterima, maka terjadilah penolakan layanan kepada client yang sah.<\/span><\/p>\n<p><b>4. ICMP Flood<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_588\" aria-describedby=\"caption-attachment-588\" style=\"width: 424px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-588\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ICMP-Flood-300x199.png\" alt=\"ICMP Flood\" width=\"424\" height=\"281\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ICMP-Flood-300x199.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ICMP-Flood.png 622w\" sizes=\"auto, (max-width: 424px) 100vw, 424px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-588\" class=\"wp-caption-text\"><em>Source: Cloudflare<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ICMP Flood atau dikenal juga dengan istilah ping flood merupakan serangan dengan cara membanjiri target dengan permintaan ICMP echo, yang dikenal juga dengan istilah ping.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerang akan mengirim banyak paket data yang menuntut ICMP echo sehingga bandwidth penuh dan tidak dapat menerima paket dari client yang sah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga jenis ICMP Flood yang diklasifikasikan berdasarkan cara penyerang mendapatkan IP Address target:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Targeted Local Disclosed<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 target merupakan sebuah komputer dalam jaringan lokal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Router disclosed<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 target serangan adalah router dengan tujuan untuk mengganggu komunikasi antara perangkat komputer dan jaringan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Blind\u00a0 Ping Flood<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 menggunakan program eksternal untuk mengetahui IP Address target sebelum melakukan penyerangan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>4. Ping of Death<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ping of Death adalah serangan dengan cara mengirim Ping yang rusak atau Ping yang memiliki ukuran yang sangat besar secara terpisah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam serangannya, Ping of Death memanfaatkan utility ping yang berada dalam sistem komputer dan fitur Paket Fragmentation.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika terserang Ping of Death, sistem bisa mengalami masalah seperti hang, crash, hingga reboot.<\/span><\/p>\n<p><b>5. Slowloris<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_589\" aria-describedby=\"caption-attachment-589\" style=\"width: 474px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-589\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Slowloris-300x203.png\" alt=\"Slowloris\" width=\"474\" height=\"321\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Slowloris-300x203.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Slowloris.png 745w\" sizes=\"auto, (max-width: 474px) 100vw, 474px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-589\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Cloudflare<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Slowloris merupakan serangan DDoS kategori Layer Aplikasi yang memungkinkan sebuah komputer untuk mematikan sebuah web server.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan Slowloris memanfaatkan bandwidth seminimal mungkin hanya untuk menyerang web server saja, tanpa memberikan efek kepada port dan layanan yang terkait.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerang akan mengirimkan partial HTTP request untuk membuka beberapa koneksi antara komputer dan web server yang ditargetkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, penyerang akan mempertahankan koneksi tersebut untuk terbuka selama mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Partial HTTP request dilakukan secara terus-menerus hingga server penuh dan semakin lama semakin berjalan lambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permintaan koneksi dari client yang sah pun akan tertolak.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kasus Serangan DDoS Besar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan DDoS semakin hari semakin sering terjadi, baik menyerang web server suatu perusahaan besar maupun situs-situs yang masih tergolong kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya yang perlu dikeluarkan perusahaan untuk menangani efek serangan ini pun tidak murah, bisa mencapai jutaan dolar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut daftar perusahaan-perusahaan besar yang menerima kiriman paket DDoS dalam volum yang besar:<\/span><\/p>\n<p><b>1. Google\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 2017, Google menghadapi DDoS attack yang ukurannya mencapai 2,54 Tbps.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini merupakan serangan DDoS terbesar yang pernah dialami oleh Google.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS attack ini terjadi beberapa kali selama 6 bulan menggunakan berbagai teknik dan akhirnya mencapai puncak serangan pada bulan September.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerang dilaporkan menggunakan beberapa jaringan untuk memalsukan 167 Mpps ke 180.000 server CLDAP, DNS, dan SMTP yang terekpos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan tersebut tidak berdampak pada kebocoran data pelanggan maupun peretasan data lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, serangan tersebut cukup mengganggu jalannya perusahaan dan mengikis kepercayaan pengguna layanan Google.<\/span><\/p>\n<p><b>2. Amazon Web Services\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 2020, Amazon Web Service mengalami beberapa kali serangan DDoS yang volumenya mencapai sebesar 2,3 Tbps pada puncak serangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ini menjadi hal yang mengejutkan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam industri tersebut sebab layanan sempat terhenti.<\/span><\/p>\n<p><b>3. GitHub Attack<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bulan Februari 2018, Github mengalami serangan DDoS terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada serangan puncak, tercatat trafik datanya mencapai 1,35 Tbps dengan jumlah paket sebesar 126.9 Mpps.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerang membanjiri server memcached dengan request palsu, dan mengamplifikasikan serangan ini sebanyak 50 ribu kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan DDoS ini hanya berlangsung selama 20 menit berkat peringatan dari layanan DDoS protection yang mereka gunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS protection GitHub memberi peringatan setelah 10 menit serangan berlangsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga serangan tersebut hanya membuat layanan GitHub mati selama 5 menit.<\/span><\/p>\n<p><b>4. Dyn Attack<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan DDoS besar lain mengenai Dyn, sebuah DNS provider utama, pada bulan Oktober tahun 2016.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ini cukup mematikan dan menyebabkan gangguan pada banyak situs besar termasuk Airbnb, Netflix, Paypal, Visa, Amazon, The New York Times, Reddit, dan GitHub.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ini dilakukan menggunakan malware bernama Mirai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirai menciptakan botnet dari perangkat IoT yang disusupi malware seperti kamera, TV pintar, radio, printer, bahkan monitor bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, serangan ini dapat ditanggulangi oleh Dyn dalam waktu satu hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>5. Spamhaus Attack<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan DDoS besar lainnya pernah ditujukan pada Spamhaus pada tahun 2013.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spamhaus adalah sebuah organisasi yang membantu memerangi email spam dan kegiatan spam lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, tidak heran jika Spamhaus menjadi target bagi banyak pihak yang ingin spam mereka beredar dengan mudah di Internet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS attack terhadap organisasi ini mencapai 300 Gpbs dan diluncurkan oleh seorang remaja Inggris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ini tidak berhasil mencapai tujuan utamanya, namun berhasil membuat kerusakan besar pada LINX (London Internet Exchange).<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menanggulangi DDoS Attack<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_592\" aria-describedby=\"caption-attachment-592\" style=\"width: 534px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-592 \" title=\"Cara Menanggulangi DDoS\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_41-300x183.png\" alt=\"Cara Menanggulangi DDoS\" width=\"534\" height=\"326\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_41-300x183.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_41-768x469.png 768w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_41.png 876w\" sizes=\"auto, (max-width: 534px) 100vw, 534px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-592\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Freepik\/ juicevector<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS berpotensi menyerang web server siapapun dan datangnya dengan tiba-tiba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, hal tersebut dapat dicegah dan ditanggulangi dengan melakukan beberapa hal. Berikut penjelasannya:<\/span><\/p>\n<p><b>1. Memantau Trafik Server Secara Berkala<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda disarankan untuk melakukan pemantauan lalu lintas server secara berkala agar dapat mengetahui trafik mana yang tergolong normal atau terlalu tinggi.<\/span><\/p>\n<p><b>2. Menggunakan Kapasitas Server Sesuai Kebutuhan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda seorang pemilik website, aplikasi , atau layanan online lainnya; Anda tidak perlu langsung menyewa layanan dengan bandwidth yang terlalu besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab penyediaan bandwidth yang berlebihan hanya akan menghabiskan sumber daya yang mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memantau trafik dalam situs Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan jumlah trafik dengan paket bandwidth yang akan Anda sewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan kapasitasnya memadai, sehingga saat ada lonjakan trafik bandwidth secara tiba-tiba, ia masih bisa menampung lalu lintas data.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, website tidak mengalami perlambatan atau pemadaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika Anda sudah terlanjur menggunakan layanan tertentu dan kini website Anda memiliki trafik yang lebih besar, disarankan untuk segera meng-upgrade ukuran bandwidth.<\/span><\/p>\n<p><b>3. Menggunakan Proteksi Berlapis<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda juga disarankan untuk menggunakan proteksi berlapis guna mengamankan web server dari serangan DDoS dan tindakan hack lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proteksi tersebut bisa Anda dapatkan dengan memasang anti-spam, VPN, content filtering, firewall, dan sistem keamanan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<strong>4.<\/strong> <\/span><b>Mematikan Broadcast<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa mematikan sementara broadcast address jika Anda diserang oleh Smurf DDoS attack.<\/span><\/p>\n<p><b>5. Membatasi Akses<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda dapat disarankan untuk membatasi akses yang keluar masuk dari sistem sehingga trafik yang keluar dan masuk dapat tersaring dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><b>6. Memperbaharui Sistem Operasi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan pernah lupa untuk memperbaharui sistem operasi Anda ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya bagian yang rawan disusupi berbagai serangan dapat terlindungi secara maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya serangan DDoS dapat selalu berevolusi untuk menemukan celah-celah baru.<\/span><\/p>\n<p><b>7. Menghubungi ISP<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DDoS dapat melancarkan hanya jika mengetahui lokasi jaringan dan IP Address Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu Anda bisa melakukan pencegahan dengan menghubungi penyedia layanan hosting untuk memastikan apakah mereka mendeteksi serangan DDoS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika iya, Anda bisa meminta pihak ISP untuk melakukan pelacakan terhadap sumber serangan dan meminta pihak ISP untuk tidak memberikan umpan balik kepada penyerang.<\/span><\/p>\n<p><b>8. Memblokir Port<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika merasa trafik mengalami peningkatan tinggi secara anomali, koneksi menjadi lambat, dan ciri-ciri serangan DDoS lainnya, Anda dapat melakukan pemblokiran pada port.<\/span><\/p>\n<p><b>9. Menggunakan Layanan DDoS Protection<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melakukan perlindungan secara maksimal, Anda dapat memakai layanan DDoS Protection seperti <a href=\"https:\/\/www.cloudflare.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Cloudflare <\/a>atau <a href=\"https:\/\/www.akamai.com\/\" rel=\"nofollow\">Akamai DDoS Mitigation<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cloudflare sendiri merupakan salah satu penyedia layanan keamanan yang paling populer di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jaringannya tersebar luas hingga ke 102 data center di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cloudflare juga tercatat dapat menanggulangi serangan dengan kecepatan 10 Tbps atau 15 kali lebih besar dari serangan terbesar yang pernah terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, Akamai DDoS Mitigation adalah penyedia layanan keamanan siber yang dapat mengatasi serangan DDoS hingga 1,3 Tbps.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keunggulan dari Akamai adalah ia mampu mendeteksi DDoS attack sebelum serangan mencapai target.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jaringan Akamai sendiri telah tersebar luas di 100 negara.<\/span><\/p>\n<h3><b>Penutup<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah ulasan lengkap mengenai DDoS Attack yang dapat kami paparkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel di atas dapat menambah pemahaman Sahabat Aksara sekalian terkait DDoS attack.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, semoga artikel <\/span><b>Aksara Data Digital<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kali ini juga dapat menjadi pengingat bagi para pemilik website dan Anda yang baru akan membuat website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahwa, selain menggunakan <\/span><a href=\"https:\/\/aksaradata.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">domain premium<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, memiliki konten yang baik, memasang SSL,\u00a0 dan lain sebagainya, situs Anda masih membutuhkan proteksi tambahan terhadap serangan DDoS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya situs Anda tidak mengalami gangguan bahkan down karena DDoS attack, sehingga peringkat situs di mata mesin pencari juga kepercayaan pengunjung pada situs tetap baik.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Distributed Denial of Service atau yang lebih dikenal dengan DDoS adalah sebuah kejahatan siber yang menitik beratkan serangannya pada trafik internet. Serangan ini cukup sering terjadi dan menyerang secara tiba-tiba, baik situs perusahaan besar maupun situs-situs biasa. Maka dari itu, pengetahuan terkait DDoS penting untuk Anda pahami, karena siapa tahu suatu saat giliran situs Anda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":578,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[8,3],"tags":[84,83],"class_list":["post-577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-home","category-website","tag-ddos-attack","tag-serangan-ddos"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"DDoS adalah serangan yang menyasar trafik web server. Apa yang akan terjadi pada situs yang terserang? Temukan jawabannya pada artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DDoS adalah serangan yang menyasar trafik web server. Apa yang akan terjadi pada situs yang terserang? Temukan jawabannya pada artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Aksaradata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-31T14:18:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-26T10:01:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\"},\"headline\":\"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya\",\"datePublished\":\"2021-08-31T14:18:27+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T10:01:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/\"},\"wordCount\":2683,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg\",\"keywords\":[\"DDoS Attack\",\"Serangan DDoS\"],\"articleSection\":[\"Home\",\"Website\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/\",\"name\":\"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-31T14:18:27+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-26T10:01:15+00:00\",\"description\":\"DDoS adalah serangan yang menyasar trafik web server. Apa yang akan terjadi pada situs yang terserang? Temukan jawabannya pada artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg\",\"width\":1000,\"height\":743,\"caption\":\"DDoS adalah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/ddos-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Aksaradata\",\"description\":\"Platform Reseller Registrasi Domain\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"PT Aksara Data Digital\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"width\":130,\"height\":64,\"caption\":\"PT Aksara Data Digital\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\",\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Febriyani Suryaningrum\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/author\\\/febriyani\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya","description":"DDoS adalah serangan yang menyasar trafik web server. Apa yang akan terjadi pada situs yang terserang? Temukan jawabannya pada artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya","og_description":"DDoS adalah serangan yang menyasar trafik web server. Apa yang akan terjadi pada situs yang terserang? Temukan jawabannya pada artikel ini!","og_url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/","og_site_name":"Aksaradata","article_published_time":"2021-08-31T14:18:27+00:00","article_modified_time":"2023-07-26T10:01:15+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":743,"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Febriyani Suryaningrum","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Febriyani Suryaningrum","Est. reading time":"14 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/"},"author":{"name":"Febriyani Suryaningrum","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463"},"headline":"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya","datePublished":"2021-08-31T14:18:27+00:00","dateModified":"2023-07-26T10:01:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/"},"wordCount":2683,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg","keywords":["DDoS Attack","Serangan DDoS"],"articleSection":["Home","Website"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/","name":"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg","datePublished":"2021-08-31T14:18:27+00:00","dateModified":"2023-07-26T10:01:15+00:00","description":"DDoS adalah serangan yang menyasar trafik web server. Apa yang akan terjadi pada situs yang terserang? Temukan jawabannya pada artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/ADD-blog-Pengertian-DDoS-Attack-Tipe-dan-Cara-Menanggulanginya.jpg","width":1000,"height":743,"caption":"DDoS adalah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/ddos-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"DDoS Attack: Pengertian, Tipe, dan Cara Menanggulanginya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","name":"Aksaradata","description":"Platform Reseller Registrasi Domain","publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization","name":"PT Aksara Data Digital","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","width":130,"height":64,"caption":"PT Aksara Data Digital"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463","name":"Febriyani Suryaningrum","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","caption":"Febriyani Suryaningrum"},"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/author\/febriyani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=577"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2690,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577\/revisions\/2690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}