{"id":1663,"date":"2022-04-19T15:00:59","date_gmt":"2022-04-19T08:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?p=1663"},"modified":"2022-04-19T11:22:09","modified_gmt":"2022-04-19T04:22:09","slug":"product-life-cycle-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/","title":{"rendered":"Mengenal Product Life Cycle &#8211; Definisi, Tahapan, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Product life cycle adalah konsep yang harus dipahami oleh seorang pemilik dari suatu bisnis, eksekutif perusahaan, professional marketer, hingga departemen R&D (Pengembangan Produk).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab melalui konsep ini, mereka akan mengenal secara lebih baik bagaimana perjalanan hidup dari suatu produk, mulai dari proses pengenalan hingga penurunan popularitas produk di mata konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemahaman tentang siklus hidup produk tentu saja sangat berperan penting dalam menciptakan produk yang berumur panjang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Product Life Cycle Adalah \u2026\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Product life cycle adalah istilah untuk menggambarkan siklus hidup suatu produk, yaitu rentang waktu mulai dari dikenalkannya produk kepada konsumen hingga saat produk tersebut kehilangan popularitasnya dan dihentikan peredarannya di pasaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konsep product life cycle, ada empat tahapan yang pasti dilalui oleh suatu produk yaitu market development (pengembangan pasar), growth (pertumbuhan), maturity (kematangan), dan decline (penurunan).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, pemahaman atas keempat tahapan dalam siklus hidup produk tersebut banyak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengambil berbagai keputusan strategis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan strategis tersebut meliputi naik-turunnya harga, intensitas aktivitas periklanan, cakupan pasar yang akan di target, hingga kapan harus mendesain ulang kemasan suatu produk.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sebuah perusahaan yang mampu mengelola secara baik keempat tahapan dalam product life cycle umumnya dapat memaksimalkan perolehan profit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian perlu diketahui, konsep brilian ini lahir dari seorang ahli perekonomian Jerman-Amerika bernama <a href=\"https:\/\/hbr.org\/1965\/11\/exploit-the-product-life-cycle\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Theodore Levitt<\/a> pada November 1965.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menggodok teori ini, Levitt merupakan seorang profesor di Harvard Business School.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/marketing-mix-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjelasan Lengkap dan Contoh Penerapan <\/a><a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/marketing-mix-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Marketing Mix<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Tahapan dalam Product Life Cycle<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disinggung pada bab sebelumnya, konsep product life cycle memiliki empat tahapan hidup yang pasti akan dilalui oleh suatu produk.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut penjelasan rincinya:\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1665\" aria-describedby=\"caption-attachment-1665\" style=\"width: 685px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1665 size-full\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Product-Life-Cycle-oleh-Theodore-Levitt.webp\" alt=\"product life cycle adalah\" width=\"685\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Product-Life-Cycle-oleh-Theodore-Levitt.webp 685w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Product-Life-Cycle-oleh-Theodore-Levitt-300x164.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 685px) 100vw, 685px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1665\" class=\"wp-caption-text\"><em>Grafik Product Life Cycle oleh Theodore Levitt<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><b>1. Market Development<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Market development atau dikenal juga dengan tahapan introduction adalah tahapan dimana suatu produk pertama kali dikenalkan kepada pasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahapan ini, umumnya penjualan akan berada pada titik yang rendah dan kenaikan jumlahnya terjadi secara perlahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan market development memang merupakan fase yang cukup berat bagi perusahaan dan bisa saja harus dijalani secara berulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengulangan pada tahap ini terjadi karena perusahaan masih perlu menyempurnakan produk dengan berbagai jenis uji coba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uji coba dilakukan untuk mengetahui reaksi konsumen terhadap produk Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan uji coba ini baru akan berhenti ketika pasar memberikan reaksi positif terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan berapa lama tahapan pertama ini harus dilalui oleh sebuah produk tergantung pada beberapa faktor utama berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">waktu kehadiran produk di pasaran,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kompleksitas produk,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kebutuhan konsumen,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan kehadiran kompetitor.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyiasati beratnya tahapan ini, ada beberapa perusahaan yang memilih menunggu kompetitor untuk memulai dan memperkenalkan produk barunya terlebih dahulu kepada konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tanggapan konsumen positif, maka perusahaan lainnya tinggal mengikuti jejak si pioner dengan menambahkan beberapa inovasi atau <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/usp-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">USP (Unique Selling Proposition)<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, perusahaan tidak perlu melakukan uji coba pasar yang penuh resiko.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau begitu, siasat ini juga tidak menjadikan jaminan penuh bagi produk Anda untuk dapat melewati tahap development dengan mudah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>2. Growth<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika berhasil melewati tahapan pertama, Anda akan memasuki tahapan growth alias pertumbuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahapan kedua ini, permintaan pasar mulai mengalami peningkatan dan cakupan pasar mulai meluas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengenali apakah produk Anda telah memasuki tahapan ini, Anda dapat memperhatikan beberapa ciri berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">produksi semakin banyak,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">harga produk akan berangsur turun,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">produk semakin mudah ditemukan,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">omset penjualan terus mengalami kenaikan,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kompetitor mulai bermunculan,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">cashflow berubah menjadi positif.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahapan ini, sangat penting untuk melakukan upaya branding guna menjaga eksistensi produk Anda di mata konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tidak, pelan tapi pasti,\u00a0 produk Anda akan tertutupi oleh munculnya berbagai kompetitor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah begitu, akan sulit bagi Anda untuk kembali lagi ke permukaan dan mencapai tahapan maturity.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, tahapan growth juga dikenal dengan istilah \u201cTakeoff Stage\u201d.<\/span><\/p>\n<p><b>3. Maturity<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maturity merupakan puncak kejayaan suatu produk dalam sebuah product life cycle.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahapan ini produk mencapai jumlah penjualan yang maksimal dan stabil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apabila telah mencapai titik ini, sudah tidak ada kesempatan bagi suatu produk untuk mencapai jumlah penjualan yang lebih tinggi lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada titik ini, perusahaan harus melakukan segala upaya untuk mempertahankan kestabilan penjualan dalam jangka waktu yang panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, tidak terjadi jumlah penurunan yang signifikan dan mengarahkan suatu produk pada tahapan decline.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh dari produk yang masih bertahan pada tahapan maturity adalah Coca-Cola.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk minuman ringan berkarbonasi ini telah hadir di pasaran sejak 27 Maret 1944.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berbagai strategi promosi yang dilancarkan perusahaan, Coca-Cola mampu bertahan menjadi salah satu minuman ringan berkarbonasi favorit konsumen di lebih dari 200 negara di dunia.<\/span><\/p>\n<p><b>4. Decline<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika suatu produk mulai kehilangan daya tarik di mata konsumen dan jumlah penjualan terjun bebas, berarti produk tersebut telah memasuki tahapan decline atau penurunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika hal ini terjadi, perusahaan harus bersiap untuk segera mengganti dengan produk yang baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya untuk melakukan rebranding dan repackaging dapat dilakukan namun memiliki resiko yang cukup besar bagi perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/user-generated-content-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Pentingnya User Generated Content bagi Bisnis Anda<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Contoh Product Life Cycle<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sobat Aksara pasti sangat familiar dengan merek ponsel legendaris satu ini, NOKIA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">NOKIA sempat merajai seluruh pasar telepon genggam di dunia, walaupun kini sedang berada diujung tanduk kehidupan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita kenali lebih jauh siklus hidup NOKIA pada pembahasan berikut:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Market Development<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">NOKIA memasuki tahapan market development pada awal tahun 1981 dengan memperkenalkan produk pertamanya yaitu Nordic Mobile Telephony atau NMT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahapan ini, proses branding untuk meningkatkan awareness masyarakat pada produk mulai gencar dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menentukan harga jualnya, NOKIA menerapkan metode low penetration pricing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode tersebut dipilih untuk membangun market share secara cepat sehingga dapat digunakan untuk menutup biaya pengembangan produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau begitu, NOKIA sempat mengalami krisis pada awal tahun 1990-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, krisis ini mampu diatasi oleh CEO baru NOKIA Jorma Ollila dengan cara meluncurkan telepon GSM pertama di dunia, Nokia 1011.<\/span><\/p>\n<p><b>2. Growth<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nokia akhirnya meluncurkan ponsel tanpa antena pada 18 Maret 1999 dengan nama seri Nokia 3210.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari konsumen dengan penjualan mencapai lebih dari 160 juta unit telepon genggam.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dapat dikatakan NOKIA berhasil melewati tahapan market development dengan strategi marketing yang diterapkan dan kini memasuki tahapan growth.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat melewati tahapan ini, berikut langkah-langkah strategis yang diambil oleh NOKIA:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menjaga kualitas produk dan menambah fitur-fitur baru,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menambah dukungan layanan,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memperluas distribusi,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">terus melakukan upaya promosi dan branding karena kompetitor mulai mengeluarkan produk telepon genggam mereka (iPhone dan Samsung).\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>3. Maturity<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan maturity NOKIA dicapai ketika ia meluncurkan berbagai produk terbarunya yang memiliki fitur layar sentuh dan papan ketik QWERTY.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk yang mendulang sukses paling banyak adalah Nokia N-97.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target penjualan sebanyak 500.000 unit pun mampu dicapai dengan pasar yang tersebar di 130 negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat NOKIA berada pada tahapan ini, persaingan dengan merek lain sudah sangat ketat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, NOKIA terus berusaha meningkatkan fitur produk agar menjadi beda dari produk ponsel lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga yang ditetapkan pun jadi lebih rendah dengan menawarkan berbagai macam bonus agar dapat bersaing dengan kompetitor<\/span><\/p>\n<p><b>4. Decline<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemunduran NOKIA dimulai ketika perusahaan memutuskan untuk menggunakan Windows sebagai OS utama ponsel pintar mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, NOKIA gagal menangkap preferensi konsumen yang lebih menyukai ponsel Android dengan layar sentuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">NOKIA tetap mempertahankan desain kokoh yang sudah tidak sesuai dengan selera pasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ponsel Android dengan layar sentuh, pada periode tahun 2001 hingga 2012, Blackberry juga mengambil alih sebagian pasar NOKIA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan ketika akhirnya NOKIA mencoba memasuki pasar ponsel pintar berlayar sentuh dengan OS Windows, ponsel Android sudah menguasai \u00bc\u00a0 bagian pasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, NOKIA gagal menarik perhatian pasar dan mengalami penurunan penjualan yang berkelanjutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>Penutup<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca uraian diatas, dapat kita simpulkan bahwa semua produk, sehebat apapun itu, pasti akan mengalami perputaran siklus hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh nyatanya adalah si raja telepon genggam NOKIA yang pernah berjaya pada masanya dan kini mengalami kebangkrutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, product life cycle agar adalah konsep yang sangat penting untuk di pahami oleh setiap pelaku bisnis agar\u00a0 dapat memperkirakan siklus hidup produk yang dimiliki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, mereka dapat segera melakukan inovasi atau menerbitkan produk baru ketika produknya terindikasi memasuki tahap decline.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Nah, salah satu contoh produk yang memiliki siklus hidup menjajikan adalah <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/mengenal-apa-itu-domain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">domain<\/a>.<\/p>\n<p>Sebab, selama internet masih ada dan dibutuhkan, semua orang pasti membutuhkan domain untuk dapat membuat website mereka.<\/p>\n<p>Untuk itu, Sobat Aksara dapat bergabung menjadi <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/apa-itu-reseller-domain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">reseller domain<\/a> di <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aksara Data Digital<\/a>, platform reseller domain dengan pelayanan terbaik dan sistem yang canggih.<\/p>\n<p>Segera bergabung bersama kami dan dapatkan berbagai promo menarik yang kami tawarkan.<\/p>\n<p>Sampai jumpa pada artikel berikutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Product life cycle adalah konsep yang harus dipahami oleh seorang pemilik dari suatu bisnis, eksekutif perusahaan, professional marketer, hingga departemen R&#038;D (Pengembangan Produk).\u00a0 Sebab melalui konsep ini, mereka akan mengenal secara lebih baik bagaimana perjalanan hidup dari suatu produk, mulai dari proses pengenalan hingga penurunan popularitas produk di mata konsumen.\u00a0 Pemahaman tentang siklus hidup produk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[9,2],"tags":[245,246],"class_list":["post-1663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","category-marketing","tag-product-life-cycle","tag-siklus-hidup-produk"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Product Life Cycle - Definisi, Tahapan, dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Product life cycle adalah konsep yang perlu dipahami oleh pelaku bisnis agar dapat mengetahui siklus hidup setiap produk yang dimiliki.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Product Life Cycle - Definisi, Tahapan, dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Product life cycle adalah konsep yang perlu dipahami oleh pelaku bisnis agar dapat mengetahui siklus hidup setiap produk yang dimiliki.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Aksaradata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-19T08:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\"},\"headline\":\"Mengenal Product Life Cycle &#8211; Definisi, Tahapan, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2022-04-19T08:00:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/\"},\"wordCount\":1345,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp\",\"keywords\":[\"product life cycle\",\"siklus hidup produk\"],\"articleSection\":[\"Bisnis\",\"Marketing\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/\",\"name\":\"Mengenal Product Life Cycle - Definisi, Tahapan, dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp\",\"datePublished\":\"2022-04-19T08:00:59+00:00\",\"description\":\"Product life cycle adalah konsep yang perlu dipahami oleh pelaku bisnis agar dapat mengetahui siklus hidup setiap produk yang dimiliki.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp\",\"width\":1000,\"height\":743,\"caption\":\"product lufe cycle adalah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/product-life-cycle-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Product Life Cycle &#8211; Definisi, Tahapan, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Aksaradata\",\"description\":\"Platform Reseller Registrasi Domain\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"PT Aksara Data Digital\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"width\":130,\"height\":64,\"caption\":\"PT Aksara Data Digital\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\",\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Febriyani Suryaningrum\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/author\\\/febriyani\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Product Life Cycle - Definisi, Tahapan, dan Contohnya","description":"Product life cycle adalah konsep yang perlu dipahami oleh pelaku bisnis agar dapat mengetahui siklus hidup setiap produk yang dimiliki.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Product Life Cycle - Definisi, Tahapan, dan Contohnya","og_description":"Product life cycle adalah konsep yang perlu dipahami oleh pelaku bisnis agar dapat mengetahui siklus hidup setiap produk yang dimiliki.","og_url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/","og_site_name":"Aksaradata","article_published_time":"2022-04-19T08:00:59+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":743,"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Febriyani Suryaningrum","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Febriyani Suryaningrum","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/"},"author":{"name":"Febriyani Suryaningrum","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463"},"headline":"Mengenal Product Life Cycle &#8211; Definisi, Tahapan, dan Contohnya","datePublished":"2022-04-19T08:00:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/"},"wordCount":1345,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp","keywords":["product life cycle","siklus hidup produk"],"articleSection":["Bisnis","Marketing"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/","name":"Mengenal Product Life Cycle - Definisi, Tahapan, dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp","datePublished":"2022-04-19T08:00:59+00:00","description":"Product life cycle adalah konsep yang perlu dipahami oleh pelaku bisnis agar dapat mengetahui siklus hidup setiap produk yang dimiliki.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Mengenal-Product-Life-Cycle-Definisi-Konsep-dan-Contohnya.webp","width":1000,"height":743,"caption":"product lufe cycle adalah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/product-life-cycle-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Product Life Cycle &#8211; Definisi, Tahapan, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","name":"Aksaradata","description":"Platform Reseller Registrasi Domain","publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization","name":"PT Aksara Data Digital","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","width":130,"height":64,"caption":"PT Aksara Data Digital"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463","name":"Febriyani Suryaningrum","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","caption":"Febriyani Suryaningrum"},"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/author\/febriyani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1666,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663\/revisions\/1666"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}