{"id":1493,"date":"2022-02-03T15:19:13","date_gmt":"2022-02-03T08:19:13","guid":{"rendered":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?p=1493"},"modified":"2022-02-04T16:39:38","modified_gmt":"2022-02-04T09:39:38","slug":"nginx-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/","title":{"rendered":"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx adalah nama dari sebuah software web server yang digunakan oleh sekitar 30% website di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx yang dibaca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">engine-ex,<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">atau dalam phonetic transcription \/end\u0292\u026an-eks\/, bahkan dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Twitter, Facebook, LinkedIn, Cisco, Netflix, dan masih banyak lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Software web server ini banyak diminati karena kecepatan dan kemampuannya dalam menangani jumlah koneksi yang massive.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengenal Nginx lebih dalam lagi, langsung saja kita simak bersama penjelasannya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Nginx?<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1494 aligncenter\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Nginx-300x199.webp\" alt=\"nginx adalah\" width=\"522\" height=\"346\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Nginx-300x199.webp 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Nginx.webp 324w\" sizes=\"auto, (max-width: 522px) 100vw, 522px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx adalah sebuah software open source untuk web server dengan kemampuan mengatasi konkurensi yang tinggi dengan penggunaan sumber daya yang rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada mulanya, Nginx dikembangkan oleh Igor Sysoev, Software Engineer asal Rusia, untuk mengatasi permasalahan C10K.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">C10K merupakan permasalahan yang telah muncul sejak tahun 1990, dimana <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/server-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">server<\/a> harus menghadapi jumlah koneksi massive yang terjadi secara bersamaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan Nginx akhirnya selesai dan secara resmi diperkenalkan pada publik pada Oktober 2004 secara open source atau geratis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat pertama kali dirilis, Nginx hanya berfungsi sebagai web server software atau HTTP server saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berkembangnya teknologi, kini Nginx dapat menangani berbagai hal seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">load balancer HTTP, TCP dan UDP server,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">proxy server email IMAP, POP3, dan SMTP,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan reserve proxy.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Software ini juga mampu berjalan di berbagai macam sistem operasi seperti Linux, Mac OS X, HP-UX, BSD Varian, dan Solaris.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi Nginx<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua fungsi yang dapat dijalankan oleh Nginx, yaitu:<\/span><\/p>\n<p><b>1. Nginx sebagai Web Server<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari proyek yang dimulai oleh Igor Sysoev ini adalah untuk menciptakan server website yang mampu menangani trafik website yang tinggi dalam satu waktu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, software ini menghadirkan arsitektur asynchronous event-driver.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asynchronous berfungsi untuk mengeksekusi kode sebelum web request (permintaan web) sebelumnya selesai dijalankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Nginx tidak perlu membuat proses baru ketika ada permintaan lain dari website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Nginx juga mampu melakukan pendekatan event-driven, sehingga dalam menangani web request dapat di lakukan di dalam satu thread saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini menjadikan Nginx memiliki performa yang dapat bersaing dengan Apache dan sejumlah web server lain.<\/span><\/p>\n<p><b>2. Nginx beyond Web Server<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun Nginx dikenal sebagai sebuah web server, namun arsitektur yang mendasari software ini bersifat scalable.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini memungkinkan Nginx untuk menjalankan berbagai tugas selain menampilkan konten yang diminta oleh website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai reverse <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/apa-itu-proxy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">proxy<\/a> dan load balancing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunanya adalah untuk mendistribusikan trafik masuk secara merata ke server upstream yang lebih lambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, software ini juga dapat berperan sebagai <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/apa-itu-ssl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SSL<\/a> atau web akselerator.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SSL adalah protokol yang digunakan untuk meningkatkan keamanan website.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan web akselerator merupakan proxy yang digunakan untuk mempercepat akses pada website.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja Nginx<\/b><\/h2>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1. Nginx akan memulai proses kerja dengan mengambil task yang dikirimkan oleh website.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Task kemudian akan diterima oleh worker connection.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3. Selanjutnya, worker connection akan meneruskan task ke worker process.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4. Worker process tersebut kemudian akan diproses di dalam thread utama yang sudah berjalan, bukan dalam thread baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tread utama ini disebut sebagai master process.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">5. Terakhir, master process akan memberikan tampilan dari request website.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1504 aligncenter\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Cara-Kerja-Nginx-300x143.webp\" alt=\"Cara Kerja Nginx\" width=\"537\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Cara-Kerja-Nginx-300x143.webp 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Cara-Kerja-Nginx-768x366.webp 768w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Cara-Kerja-Nginx.webp 1001w\" sizes=\"auto, (max-width: 537px) 100vw, 537px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, dalam satu worker connection sendiri dapat menangani hingga 1.024 permintaan yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itulah yang membuat Nginx dapat memproses ribuan permintaan dengan sangat baik dengan penggunaan memori yang rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Nginx juga memiliki beberapa pilihan modul untuk menambah fungsionalitasnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>GeoIP2<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 untuk memperoleh alamat IP yang akurat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Image Filter<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 untuk mengatur ulang ukuran gambar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Accept Language<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 untuk memudahkan website menyajikan bahasa yang sesuai dengan user.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kelebihan Nginx\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai dengan baris ini, Anda pasti sudah dapat melihat gambaran apa saja kelebihan dari Nginx.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kini kami akan menuturkan ulasan detailnya:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>1. Efisien<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx merupakan software yang tidak banyak mengkonsumsi sumber daya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arsitektur asynchronous event-driven yang digunakan juga membuat software ini lebih efisien dalam penggunaan RAM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2. Multifungsi<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx adalah software yang multifungsi karena tidak hanya berperan sebagai web server saja.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Software ini dapat berfungsi sebagai proxy, load balancer, akselerator website, hingga SLL.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengelolanya, pengguna tidak perlu mengelola tools maupun biaya tambahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3. Aman<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx secara rutin selalu mempublikasikan patch keamanan terbaru, sehingga keamanan website Anda dari serangan siber lebih terjamin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>4. Performa Handal<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah keunggulan dari Nginx yang paling diagung-agungkan dan membuat software ini mampu bersaing dengan kompetitornya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arsitektur asynchronous Nginx membuatnya mampu memproses request web dengan lebih baik walaupun permintaan datang dalam satu waktu yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kekurangan Nginx<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memutuskan untuk menggunakan Nginx, ada beberapa kekurangan yang sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu, antara lain:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>1. Kompatibilitas<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx memang dapat dijalankan pada berbagai sistem OS, akan tetapi performanya pada Microsoft Windows tidak sebaik performa pada platform lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Software ini juga tidak mendukung beberapa OS seperti IBM i, z\/OS, eComStation, dan OpenVMS.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2. Dukungan Dokumentasi dan Referensi Masih Rendah<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dibandingkan dengan kompetitornya, Apache, masih ada beberapa isu yang belum didukung oleh dokumentasi dan referensi yang memadai.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3. Fleksibilitas<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx dinilai kurang fleksibel sebab ada beberapa modul dan add-on yang belum komplit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dipengaruhi oleh sifat Nginx yang open source dan masih terus dikembangkan oleh perusahaan maupun pengguna.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, software ini juga belum mendukung kostumisasi koneksi melalui .htaccess.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Penutup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nginx adalah software yang powerful untuk mengatasi masalah trafik website yang besar dengan adanya arsitektur asynchronous event-driven.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ia masih memiliki beberapa kelemahan seperti performa yang rendah pada OS Windows dan modul yang belum lengkap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Sobat Aksara perlu memikirkan matang-matang, apakah kelebihan dan kekurangan Nginx sesuai dengan kebutuhan Anda?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian artikel dari <strong><a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aksara Data Digital<\/a>,<\/strong> platform dengan pelayanan dan harga terbaik bagi reseller domain dan hosting, kali ini.<\/span><\/p>\n<p>Sampai jumpa pada artikel menarik berikutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nginx adalah nama dari sebuah software web server yang digunakan oleh sekitar 30% website di dunia. Nginx yang dibaca engine-ex, atau dalam phonetic transcription \/end\u0292\u026an-eks\/, bahkan dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Twitter, Facebook, LinkedIn, Cisco, Netflix, dan masih banyak lagi.\u00a0 Software web server ini banyak diminati karena kecepatan dan kemampuannya dalam menangani jumlah koneksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1495,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[8,3],"tags":[211,210],"class_list":["post-1493","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-home","category-website","tag-apa-itu-nginx","tag-nginx-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya - Aksaradata<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Nginx adalah software yang powerful untuk mengatasi masalah trafik website yang besar dengan adanya arsitektur asynchronous event-driven.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya - Aksaradata\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nginx adalah software yang powerful untuk mengatasi masalah trafik website yang besar dengan adanya arsitektur asynchronous event-driven.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Aksaradata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-03T08:19:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-04T09:39:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\"},\"headline\":\"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya\",\"datePublished\":\"2022-02-03T08:19:13+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-04T09:39:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/\"},\"wordCount\":885,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp\",\"keywords\":[\"apa itu nginx\",\"nginx adalah\"],\"articleSection\":[\"Home\",\"Website\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/\",\"name\":\"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya - Aksaradata\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp\",\"datePublished\":\"2022-02-03T08:19:13+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-04T09:39:38+00:00\",\"description\":\"Nginx adalah software yang powerful untuk mengatasi masalah trafik website yang besar dengan adanya arsitektur asynchronous event-driven.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp\",\"width\":1000,\"height\":743},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/nginx-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Aksaradata\",\"description\":\"Platform Reseller Registrasi Domain\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"PT Aksara Data Digital\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"width\":130,\"height\":64,\"caption\":\"PT Aksara Data Digital\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\",\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Febriyani Suryaningrum\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/author\\\/febriyani\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya - Aksaradata","description":"Nginx adalah software yang powerful untuk mengatasi masalah trafik website yang besar dengan adanya arsitektur asynchronous event-driven.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya - Aksaradata","og_description":"Nginx adalah software yang powerful untuk mengatasi masalah trafik website yang besar dengan adanya arsitektur asynchronous event-driven.","og_url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/","og_site_name":"Aksaradata","article_published_time":"2022-02-03T08:19:13+00:00","article_modified_time":"2022-02-04T09:39:38+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":743,"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Febriyani Suryaningrum","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Febriyani Suryaningrum","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/"},"author":{"name":"Febriyani Suryaningrum","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463"},"headline":"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya","datePublished":"2022-02-03T08:19:13+00:00","dateModified":"2022-02-04T09:39:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/"},"wordCount":885,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp","keywords":["apa itu nginx","nginx adalah"],"articleSection":["Home","Website"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/","name":"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya - Aksaradata","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp","datePublished":"2022-02-03T08:19:13+00:00","dateModified":"2022-02-04T09:39:38+00:00","description":"Nginx adalah software yang powerful untuk mengatasi masalah trafik website yang besar dengan adanya arsitektur asynchronous event-driven.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/NGINX-Pengertian-Fungsi-dan-Cara-Kerjanya.webp","width":1000,"height":743},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/nginx-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"NGINX: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","name":"Aksaradata","description":"Platform Reseller Registrasi Domain","publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization","name":"PT Aksara Data Digital","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","width":130,"height":64,"caption":"PT Aksara Data Digital"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463","name":"Febriyani Suryaningrum","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","caption":"Febriyani Suryaningrum"},"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/author\/febriyani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1493","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1493"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1493\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1505,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1493\/revisions\/1505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}