{"id":1106,"date":"2021-11-03T14:00:35","date_gmt":"2021-11-03T07:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?p=1106"},"modified":"2023-07-18T16:29:46","modified_gmt":"2023-07-18T09:29:46","slug":"b2c-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/","title":{"rendered":"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">B2C adalah kependekan dari Business to Consumer, sebuah model bisnis yang sebenarnya sangat marak dipraktekan disekitar Sahabat Aksara sekalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Model bisnis ini mengacu pada suatu perusahaan yang mempromosikan sendiri barang atau jasa yang diproduksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa berlama-lama, mari langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #3366ff;\"><b>Apa Itu B2C?<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1108 aligncenter\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Apa-Itu-B2C-300x235.png\" alt=\"Apa Itu B2C\" width=\"426\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Apa-Itu-B2C-300x235.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Apa-Itu-B2C.png 505w\" sizes=\"auto, (max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">B2C adalah perusahaan yang menjual barang maupun jasa yang diproduksi langsung ke konsumen tingkat akhir, tanpa campur tangan perantara lain seperti distributor atau supplier.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembuatan, promosi, dan penjualan akan dilakukan sendiri oleh perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan karena <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/target-market-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">target market<\/a> B2C merupakan konsumen tingkat akhir, maka transaksi yang dilakukan cenderung bersifat impulsive.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dimana konsumen akan cenderung mencari barang atau jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan pun cenderung singkat dan dipengaruhi oleh kondisi personal konsumen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena alasan tersebut, perusahaan B2C umumnya membuat iklan atau promosi yang mampu menggelitik emosi calon konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga terjadilah suatu respon atau suatu reaksi emosi dari calon konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan perusahaan <a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2b-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">B2B (Business to Business)<\/a> yang dalam praktik marketingnya lebih lugas dan informatif dalam menyampaikan value dari produk atau jasa mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa banyak bahasa yang terlalu bersifat persuasif dan hiperbolis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu perusahaan B2C perlu memperhatikan dengan baik hal apa yang sedang trending, melakukan penelitian terkait kebiasaan target market dalam berbelanja, dan memonitor strategi pemasaran kompetitor.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b><span style=\"color: #3366ff;\">Tantangan Dalam B2C Marketing<\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">B2C merupakan salah satu model bisnis yang tetap populer untuk dipraktekan hingga saat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi saat sudah memasuki dunia e-commerce.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sekali perusahaan yang melantai untuk menyapa konsumen tingkat akhir secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, diluar sana masih banyak ancaman yang perlu Anda ketahui agar dapat menentukan langkah terbaik untuk menghadapinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut tantangan dalam dunia B2C Marketing yang perlu Anda ketahui beserta cara mengahdapinya.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1109 aligncenter\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Tantangan-Dalam-B2C-300x201.png\" alt=\"Tantangan Dalam B2C\" width=\"467\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Tantangan-Dalam-B2C-300x201.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Tantangan-Dalam-B2C.png 465w\" sizes=\"auto, (max-width: 467px) 100vw, 467px\" \/><\/p>\n<p><b>1. Ekspektasi Pelanggan yang Tinggi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tantangan terbesar dalam model bisnis B2C adalah memenuhi harapan target market, yang sifatnya terlalu mengerucut ke arah personal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara memenuhi ekspektasi masing-masing target market terhadap produk atau jasa yang mereka tawarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata semua itu tergantung pada Customer Experience atau pengalaman belanja pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun produk tergolong biasa saja, atau tidak menawarkan nilai tambah yang besar, perusahaan dapat menutupi hal tersebut dengan pelayanan yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data dari situs <\/span><a href=\"https:\/\/www.helpscout.com\/75-customer-service-facts-quotes-statistics\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Help Scout<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sebanyak 9 dari 10 pelanggan bersedia untuk merogoh kantong lebih dalam untuk suatu produk atau jasa yang memberikan pelayanan terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan 6 dari 10 pelanggan mencoba suatu produk baru untuk mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pelayanan yang baik, hal yang perlu diperhatikan adalah cara beriklan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era digital ini, sangat penting bagi perusahaan B2C untuk membuat iklan yang dapat memikat dan menyentuh hati target market.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan membuat iklan yang hanya akan menimbulkan kesan \u201cmengganggu\u201d seperti iklan yang pop up secara tiba-tiba dengan suara keras.<\/span><\/p>\n<p><strong>2. <\/strong><b>Persaingan Ketat dalam Marketplace dan Sosial Media<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan dengan model penjualan B2C dapat merambah marketplace dan berbagai sosial media untuk mempromosikan produk atau jasa yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kesempatan suatu brand B2C untuk stand out diantara jutaan perusahaan lain yang membanjiri sosial media dan marketplace cukup sulit untuk ditemukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda perlu membuat konten marketing yang kuat, relevan, dan menyentuh nilai-nilai personal agar menggelitik audiens untuk memperhatikan iklan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, buatlah konten yang dapat membangun interaksi antar perusahaan dan target market, sehingga tercipta koneksi yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seolah-olah suatu brand secara eksklusif memiliki obrolan menarik dengan target market atau pelanggan setia mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, Anda juga dapat memanfaatkan fitur iklan berbayar untuk menjangkau target market dengan lebih tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>3. Waktu dan SDM yang Terbatas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kebanyakan B2B, terlebih lagi yang baru memulai, waktu dan SDM merupakan tantangan utama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi untuk tantangan ini adalah memanfaatkan metode affiliate marketing, dimana perusahaan akan memberikan komisi terhadap setiap penjualan yang dilakukan oleh affiliate marketers.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliate marketers akan cenderung membuat konten semenarik mungkin agar orang-orang tertarik membeli barang Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja program ini akan menekan banyak biaya dan waktu untuk promosi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjalankan program affiliate marketing, Anda bisa memanfaatkan berbagai software yang secara otomatis akan merumuskan strategi marketing yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga berlaku pada pengolahan data pelanggan yang jumlahnya bisa mencapai jutaan orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan B2C dapat memanfaatkan berbagai software yang tepat untuk mencatat, menganalisa, dan memanfaatkan data pelanggan yang ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #3366ff;\"><b>Jenis-Jenis B2C<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1110 aligncenter\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Jenis-Jenis-B2C-300x256.png\" alt=\"Jenis-Jenis B2C\" width=\"389\" height=\"332\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Jenis-Jenis-B2C-300x256.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Jenis-Jenis-B2C.png 466w\" sizes=\"auto, (max-width: 389px) 100vw, 389px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada setidaknya lima model dagang utama dalam dunia B2C. Temukan penjelasannya pada ulasan di bawah ini:<\/span><\/p>\n<p><b>1. Direct Sellers<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Direct sales merupakan tipe paling populer yang dipraktekan oleh korporasi, start up, UMKM, hingga bisnis perorangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe penjualan ini bisa dilakukan secara online maupun offline dan tidak sedikit pula yang memadukan keduanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk praktek offlinenya, biasanya perusahaan membuka toko, showroom, atau department store.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Online Direct Sellers, mereka memanfaatkan berbagai platform seperti website, media sosial, dan marketplace.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya IKEA, perusahaan furniture yang menjual produknya sendiri di toko dan melalui website <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ikea.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>2. Online Intermediaries<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Online Intermediaries atau perantara online adalah B2C yang tidak memiliki produk atau jasanya secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">B2C tipe ini biasanya merupakan seseorang yang bergabung sebagai reseller, dropshipper, atau affiliate marketer.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reseller <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">akan mendapatkan keuntungan dengan menjual kembali produk atau jasa milik perusahaan lain kepada pelanggan tingkat akhir dengan menaikkan harga sesuai yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, dropshipper mendapat keuntungan dengan menaikkan harga sesuai yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan <\/span><a href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/affiliate-marketing-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">affiliate marketer<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> akan mendapat profit dari komisi sesuai kesepakatan dengan perusahaan atau supplier.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. <\/strong><b>Advertising based B2C<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">B2C tipe ini umumnya memanfaatkan trafik website yang tinggi untuk mengiklankan berbagai barang dan jasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya mereka akan membuat berbagai konten berkualitas agar situsnya selalu ramai pengunjung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan kemudian akan disisipkan pada berbagai konten yang dibuat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>4. Community-based B2C<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada berbagai komunitas di platform online yang sering dimanfaatkan oleh tipe Community-based B2C untuk mempromosikan produk atau jasanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh platform yang populer untuk melancarkan Community-based B2C adalah Grup di Facebook dan Kaskus.<\/span><\/p>\n<p><b>5. Fee-based B2C<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">B2B tipe ini biasanya mengandalkan subscription berbayar agar pelanggan dapat menikmati produk atau jasanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah Netflix, perusahaan layanan streaming yang menyewakan film secara online pada pelanggannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat menikmati film yang ada di Netflix, Anda harus melakukan subscription dengan membayarkan sejumlah uang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #3366ff;\"><b>Tips Sukses Menjalankan B2C<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1112 aligncenter\" src=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Tips-Sukses-B2C-1-300x198.png\" alt=\"Tips Sukses B2C\" width=\"514\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Tips-Sukses-B2C-1-300x198.png 300w, https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Tips-Sukses-B2C-1.png 453w\" sizes=\"auto, (max-width: 514px) 100vw, 514px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang memiliki bisnis dengan model B2C, kami memiliki beberapa tips dalam mengatur strategi marketing.<\/span><\/p>\n<p><b>1. Membuat Konten Marketing yang Bagus<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/marketinginsidergroup.com\/marketing-strategy\/changing-role-marketing-culture-customer-experience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Michael Brenner<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, CEO dari Marketing Insider Group , Lebih dari 80% pengguna smartphone akan melakukan riset sederhana terkait barang atau jasa yang akan mereka beli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, membuat konten menarik yang mampu membuktikan bahwa produk Anda memiliki kualitas baik serta dapat menggelitik sisi emosional target market sangat disarankan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, Anda perlu mempelajari dan memetakan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">siapa target market Anda dengan teknik Personalisation,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">apa yang membuat mereka tertarik,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">apa yang mereka inginkan,\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan solusi apa yang membuat hidup mereka menjadi lebih mudah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai upaya promosi Anda sia-sia dan hanya dianggap gangguan oleh target market yang melihatnya.<\/span><\/p>\n<p><b>2. Mengirim Reminder Emails\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan B2C dapat mengirimkan reminder emails yang memiliki kesan intimate dan pada waktu yang tepat (seperti momen natal, lebaran, atau valentine) secara berkala \u2013 namun tidak berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan tersebut dapat menjadi medium yang tepat untuk kembali terhubung ke pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah untuk membuat brand perusahaan secara berkala muncul di benak pelanggan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut dapat membuat pelanggan merasa spesial atau muncul kembali rasa ingin melihat-lihat produk baru karena sudah lama tidak mengunjungi toko Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>3. Membuat Program VIP\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara terbaik lainnya untuk menggaet loyalitas dan meningkatkan intimasi hubungan dengan pelanggan adalah dengan membuat program VIP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelanggan yang menjadi bagian dari VIP \u2013 atau program apapun yang membuat mereka berada pada kelas khusus, berbeda dengan pelanggan biasa \u2013 dapat menikmati kemewahan, fasilitas, atau potongan harga spesial dari suatu brand.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pelanggan VIP Anda terkesan dengan berbagai benefit khusus disuguhkan, mereka akan seolah menjadi brand ambassador perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelanggan VIP akan dengan senang hati menyebarkan pengalamannya saat berbelanja atau menggunakan brand\u00a0 perusahaan Anda kepada keluarga, teman, hingga kolega bisnisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, perusahaan B2C juga bisa membuat aturan, untuk menjadi anggota VIP, pelanggan perlu memenuhi batas minimum belanja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berarti pelanggan secara tidak langsung didorong untuk membelanjakan lebih banyak uang dengan tujuan mendapatkan treatment dan harga spesial dari perusahaan Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika berjalan dengan baik, program VIP tentu dapat membantu menaikan revenue perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><b>4. Retargeting\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting adalah upaya penargetan kembali calon pelanggan potensial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yaitu pelanggan yang pernah menghubungi perusahaan, memasukkan produk Anda ke shopping cart suatu platform marketplace, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting akan membuat pelanggan mengingat barang atau jasa yang pernah menarik perhatian mereka dan mendorong pelanggan untuk menyelesaikan transaksinya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kesimpulan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca uraian lengkap di atas, dapat kita simpulkan bahwa B2C adalah konsep bisnis dimana perusahaan langsung menjual produknya kepada masyarakat umum, secara eceran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang perlu diperhatikan agar konsep bisnis B2C dapat berjaya adalah promosi dengan teknik Personalisation dan menyuguhkan Customer Experience yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Anda yang sedang menjalani bisnis dengan konsep\u00a0 B2C, semoga sukses selalu!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>B2C adalah kependekan dari Business to Consumer, sebuah model bisnis yang sebenarnya sangat marak dipraktekan disekitar Sahabat Aksara sekalian. Model bisnis ini mengacu pada suatu perusahaan yang mempromosikan sendiri barang atau jasa yang diproduksi.\u00a0 Tanpa berlama-lama, mari langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! Apa Itu B2C? B2C adalah perusahaan yang menjual barang maupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1107,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[9,8,2,3],"tags":[141,142,140],"class_list":["post-1106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","category-home","category-marketing","category-website","tag-b2c","tag-b2c-adalah","tag-business-to-customer"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"B2C adalah salah satu konsep bisnis yang marak dipraktekkan oleh banyak orang. Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar bisnis B2C sukses?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"B2C adalah salah satu konsep bisnis yang marak dipraktekkan oleh banyak orang. Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar bisnis B2C sukses?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Aksaradata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-03T07:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-18T09:29:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Febriyani Suryaningrum\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\"},\"headline\":\"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya\",\"datePublished\":\"2021-11-03T07:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-18T09:29:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/\"},\"wordCount\":1445,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg\",\"keywords\":[\"B2C\",\"B2C adalah\",\"Business to Customer\"],\"articleSection\":[\"Bisnis\",\"Home\",\"Marketing\",\"Website\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/\",\"name\":\"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg\",\"datePublished\":\"2021-11-03T07:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-18T09:29:46+00:00\",\"description\":\"B2C adalah salah satu konsep bisnis yang marak dipraktekkan oleh banyak orang. Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar bisnis B2C sukses?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg\",\"width\":1000,\"height\":743,\"caption\":\"B2C - Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/b2c-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Aksaradata\",\"description\":\"Platform Reseller Registrasi Domain\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"PT Aksara Data Digital\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/small-aksara.png\",\"width\":130,\"height\":64,\"caption\":\"PT Aksara Data Digital\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463\",\"name\":\"Febriyani Suryaningrum\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Febriyani Suryaningrum\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/aksaradata.id\\\/blog\\\/author\\\/febriyani\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya","description":"B2C adalah salah satu konsep bisnis yang marak dipraktekkan oleh banyak orang. Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar bisnis B2C sukses?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya","og_description":"B2C adalah salah satu konsep bisnis yang marak dipraktekkan oleh banyak orang. Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar bisnis B2C sukses?","og_url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/","og_site_name":"Aksaradata","article_published_time":"2021-11-03T07:00:35+00:00","article_modified_time":"2023-07-18T09:29:46+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":743,"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Febriyani Suryaningrum","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Febriyani Suryaningrum","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/"},"author":{"name":"Febriyani Suryaningrum","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463"},"headline":"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya","datePublished":"2021-11-03T07:00:35+00:00","dateModified":"2023-07-18T09:29:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/"},"wordCount":1445,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg","keywords":["B2C","B2C adalah","Business to Customer"],"articleSection":["Bisnis","Home","Marketing","Website"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/","name":"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg","datePublished":"2021-11-03T07:00:35+00:00","dateModified":"2023-07-18T09:29:46+00:00","description":"B2C adalah salah satu konsep bisnis yang marak dipraktekkan oleh banyak orang. Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar bisnis B2C sukses?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/B2C-Pengertian-Jenis-dan-Tips-Suksesnya.jpg","width":1000,"height":743,"caption":"B2C - Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/b2c-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"B2C: Pengertian, Jenis, dan Tips Suksesnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","name":"Aksaradata","description":"Platform Reseller Registrasi Domain","publisher":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#organization","name":"PT Aksara Data Digital","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","contentUrl":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/small-aksara.png","width":130,"height":64,"caption":"PT Aksara Data Digital"},"image":{"@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/#\/schema\/person\/0388eddd08b4ba9644bd28c5338f4463","name":"Febriyani Suryaningrum","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1cd08837e8484ccb82750cbee5266838655f16e4cdc2d780d4d87a3cb33f819?s=96&d=mm&r=g","caption":"Febriyani Suryaningrum"},"url":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/author\/febriyani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1106"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1106\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2664,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1106\/revisions\/2664"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aksaradata.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}