Cara Jitu Agar Work from Home Tetap Efektif

5 min read

Work from Home

Work from home, atau populer juga dengan sebutan WFH,  kini semakin populer diterapkan oleh beberapa perusahaan. 

Beberapa pihak percaya bahwa work from home memberikan dampak positif, baik bagi karyawan maupun perusahaan.

Namun, dibalik dampak positif yang diberikan WFH, tak jarang pula ada karyawan yang mengalami banyak kendala yang menyebabkan keletihan dan penurunan produktivitas kerja

Lalu bagaimana cara kita mengatasi permasalahan yang timbul agar WFH jadi tetap efektif dan produktif?

Anda dapat menemukan jawabannya pada artikel di bawah ini, lengkap dengan penjelasan mengenai work from home itu sendiri!

Apa Itu Work from Home (WFH)?

Work from Home
Source

Work from home adalah sebuah sistem yang dibuat oleh perusahaan dimana karyawan dapat melakukan pekerjaan kantor dari rumah. 

Jadi karyawan tidak perlu datang ke kantor untuk secara tatap muka menyelesaikan pekerjaannya.

Sistem WHF sebenarnya bukan hal baru.

Ia telah mendapatkan perhatian sejak akhir abad ke 20, turut dipengaruhi juga oleh kemajuan teknologi komputer, komunikasi, hingga kemudian kemajuan Internet.

Sejarah panjang WFH dimulai dari dikemukakannya istilah telecommunicating oleh seorang engineer NASA bernama Jack Niles pada tahun 1973 yang saat itu memnag sudah bekerja secara remote.

Istilah tersebut dikemukakan pada bukunya yang berjudul The Telecommunications Transportation Tradeoff.

Di dalam buku tersebut dipaparkan bahwa telecommunications (komunikasi jarak jauh) merupakan visi masa depan kehidupan di kota-kota besar. 

Telecommunications memiliki prospek baik untuk mentransfer informasi secara murah, efisien, dan instan.

Hal tersebut juga akan mempengaruhi perubahan  sistem transportasi, organisasi, industri, lokasi pemukiman penduduk, dan alokasi sumber daya dalam kehidupan urban di masa depan.

Kemudian, pada tahun 1979, uji coba untuk bekerja secara remote mulai diterapkan pada beberapa wilayah negara bagian di Amerika. 

Perusahaan yang tercatat memulai percobaan work from home pada tahun tersebut adalah IBM, dimana lima orang karyawannya diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan dari rumah. 

Kemudian disusul oleh JCPenney pada tahun 1980, yang memperbolehkan karyawan call center-nya untuk melakukan WFH.

Nah,pada tahun 1983, tercatat sebanyak kurang lebih 2000 karyawan IMB yang bekerja secara remote.

Kenaikan jumlah karyawan yang bekerja dari rumah sangat signifikan pada tahun 1987, yaitu lebih dari 1,5 juta orang.

Pada masa tersebut, perusahaan yang memberlakukan work from home didominasi oleh swasta. 

Nah, baru pada tahun 2000, remote work guideline bernama DOT Appropriations Act dibuat untuk pemilik perusahaan dan pekerja.

Dewasa ini, semakin banyak perusahaan yang memutuskan untuk memberlakukan sistem work from home.

Ada beberapa perusahaan-perusahaan besar yang menjadi inisiator dalam menerapkan sistem WFH, bahkan sebelum dunia terserang pandemi Covid-19.

Perusahaan tersebut adalah Microsoft, Google, Zapier, Gitlab, Toptal dan lain sebagainya.

Setelah pandemi melanda dunia pada tahun 2020, tercatat sebanyak 74% dari pemimpin perusahaan mempertimbangakan untuk memperkerjakan karyawan dari departemen tertentu untuk WFH secara permanen.

Work from Home Percentage 2020

Kelebihan Work from Home (WFH)

Pastinya Anda ingin tahu apa saja kelebihan dari work from home bagi para pekerja. Berikut penjelasannya:

1. Lebih Dekat dengan Keluarga

Bekerja secara langsung di rumah tentu akan akan lebih mendekatkan Anda dengan keluarga. 

Anda dapat sesekali berbicara atau menciptakan quality time bersama keluarga di sela-sela pekerjaan. 

Contohnya adalah waktu ngopi pagi yang lebih panjang dan makan siang bersama keluarga yang lebih intim.

Selanjutnya, WFH cukup bermanfaat bagi pekerja yang memiliki anak usia belia.

Mereka tetap bisa menyelesaikan tanggung jawab dari kantor sambil mengurus buah hati, sehingga terbentuk kelekatan yang baik pada Anak.

2. Pola Kerja Lebih Fleksibel

Untuk Anda dengan jenis pekerjaan yang cenderung individual, seperti penulis, illustrator, keuangan, website developer, WFH memungkinkan Anda untuk mengatur pola kerja sesuai dengan kondisi diri. 

Mungkin ada di antara Sahabat Aksara sekalian yang bersifat early bird, jadi lebih memilih bekerja pagi-pagi sekali.

Terasa fresh bekerja setelah bangun tidur pukul 6 pagi, tidak harus menunggu pergi ke kantor pukul 9 nanti.

Bagi golongan early bird, mungkin jam tersebut bukan waktu yang optimal untuk bekerja. 

3. Lebih Leluasa untuk Menjalankan Bisnis Sampingan

Work From Home
Source

Pola kerja yang lebih fleksibel juga memungkinkan Anda untuk mengelola bisnis sampingan Anda dengan lebih leluasa.

Mungkin setelah pagi-pagi sekali menyelesaikan pekerjaan kantor dan memastikan semua aman, Anda bisa beralih kepada bisnis sampingan Anda.

Tentu sangat memudahkan, Apalagi bagi Anda yang sedang dalam masa merintis.

Pasti Anda membutuhkan waktu lebih banyak untuk survey bahan baku, menyusun strategi marketing, mendaftarkan domain premium untuk membuat website profesional, dan lain sebagainya.

4. Hemat Tenaga dan Biaya Transportasi

Karena tidak perlu keluar rumah, maka dapat dipastikan Anda hemat tenaga yang biasanya digunakan dalam perjalanan pulang-pergi ke kantor.

Apalagi bagi Anda yang letak rumahnya jauh dari kantor, misalkan butuh waktu tiga jam untuk pulang pergi.

Selain hemat tega, pastinya Anda juga hemat biaya transportasi. 

Uang yang biasanya digunakan untuk membeli bensin atau ongkos kendaraan umum dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti ditabung.

5. Berkontribusi pada Gerakan Go Green

Ketika berpartisipasi dalam sistem work from home, para pekerja secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi.

Pasalnya, para pekerja tidak ikut menyumbangakan polusi yang diproduksi oleh penggunaan bahan bakar fosil. 

Baik dari kendaraan pribadi maupun dari transportasi umum.

Baca juga: Guerilla Marketing – Strategi Hemat Budget untuk Bisnis Anda

Kekurangan Work from Home (WFH)

Setelah mengetahui kelebihan dari work from home yang bisa Anda dapatkan, Anda juga perlu mengetahui kekurangannya.

Mengapa begitu?

Karena dengan mengetahui secara pasti apa saja hal-hal yang kurang menguntungkan, Anda bisa mencari siasat terbaik untuk mengatasinya.

Berikut penjelasan mengenai kekurangan work from home:

1. Batasan Waktu Kerja Terasa Bias

Karena Anda bebas mengelola waktu kerja Anda, kadang batasan antara waktu bekerja dan waktu istirahat jadi menjadi sangat bias.

Jadi Anda secara tidak sadar mengikuti tuntutan jatah pekerjaan yang harus diselesaikan sampai lupa waktu.

Padahal, pekerjaan kantor jika dituruti tidak akan ada habisnya. 

Pada akhirnya Anda bisa terserang burn out hingga jatuh sakit. 

2. Kesulitan Berkoordinasi dengan Rekan Kerja

Dalam mengkoordinasikan suatu pekerjaan, memang ada beberapa hal yang terasa lebih mudah dan nyaman apabila dilakukan secara langsung.

Saat diskusi dilakukan secara face to face, semua orang yang diajak berdiskusi dapat ter-engage dalam suasana yang lebih fokus.

Tidak diskusi sembari menyuapi anak atau mengupas bawang untuk memasak, sehingga konsentrasi terganggu dan kemungkinan terjadi kesalahan menjadi lebih tinggi.

Apabila ada prototipe atau simulasi, semua orang juga bisa menyentuh dan mengamati secara lebih dekat dan nyata daripada hanya melihat secara virtual.

Hal tersebut akan menstimulasi otak untuk memproduksi ide-ide baru.

Jadi, koordinasi terkait apa yang harus dilakukan selanjutnya menjadi lebih jelas.

3. Kesulitan dalam Berkonsentrasi

Perlu diingat bahwa tidak semua orang tinggal di area yang kondusif untuk bekerja.

Orang yang tinggal di dekat rumah produksi atau bengkel yang berisik akan cenderung lebih susah fokus pada pekerjaan.

Selain konsentrasi terganggu, mood bekerja juga pasti akan menurun.

Hasilnya, Anda membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan.

Produk finalnya pun bisa jadi kurang maksimal.

4. Work from Home Guilt

Semua hal yang telah disebutkan di atas tadi dapat saling berakumulasi dan menyebabkan timbulnya work from home guilt.

Work from home guilt adalah perasaan bersalah saat bekerja dari rumah karena menganggap diri sendiri kurang produktif walaupun sudah berusaha menyelesaikan banyak hal.

Menurut penelitian, orang-orang yang merasa kurang produktif ini akan cenderung memaksakan diri menambah waktu kerjanya sampai lewat dari 8 jam.

Jika dibiarkan, work from home guilt akan menimbulkan konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi di rumah.

Tentunya ini akan sangat buruk bagi kesehatan mental diri sendiri maupun orang-orang disekitar Anda, contohnya suami dan anak.

Cara Agar Work from Home tetap Efektif

WFH
Source

Berikut ini kami paparkan beberapa cara agar WFH Anda tetap efektif:

1. Menciptakan Pola Pikir yang Tepat

Penting bagi Anda yang sedang menjalani WFH untuk menjaga pola pikir dengan cara melakukan afirmasi positif secara berkala.

Anda harus mengingat bahwa istirahat itu penting dan Anda bukan mesin yang bisa bekerja selama 24 jam.

Fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan sebaik mungkin, dan segera tutup laptop Anda setelah selesai dengan daftar pekerjaan hari ini.

Usahakan sebaik mungkin, berhenti mengkhawatirkan kemungkinan orang lain menganggap Anda tidak seproduktif karyawan yang bekerja langsung dari kantor.

2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Mendukung

Menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan kondusif adalah salah satu cara terbaik untuk membuat garis batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Selain memperjelas batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, lingkungan yang mendukung tanpa sadar akan membuat Anda menjadi lebih fokus dan produktif.

Lingkungan kerja yang telah di setting sedemikian rupa ini juga akan membuat kita lebih termotivasi untuk bekerja.

Tidak sedikit-sedikit tergoda untuk rebahan dan malas-malasan karena tingkat supervisi yang minim.

3. Membuat Parameter Produktivitas

Untuk membuat pekerjaan Anda terlihat jelas dan terhindar dari rasa work from home guilt, Anda bisa membuat parameter produktivitas.

Buatlah sebuah daftar pekerjaan apa saja yang perlu Anda selesaikan hari ini.

Satu untuk pekerjaan rumah satu lagi untuk pekerjaan kantor.

Anda bisa menuliskannya pada notebook atau papan tulis mini mulai dari pekerjaan paling penting dan deadline-nya paling dekat.

Setelah selesai dengan satu pekerjaan, berilah tanda yang jelas agar timbul perasaan puas.

Dari situ Anda dapat mengukur dengan jelas pekerjaan apa saja yang sudah Anda selesaikan, sehingga terhindar dari bekerja secara over time dan rasa bersalah.

4. Memastikan Jaringan Internet Stabil 

Untuk Anda yang pekerjaannya tergantung pada internet, pastikan Anda menyewa layanan internet dari ISP yang berkualitas sehingga koneksi internet lancar. 

Ketika koneksi internet lancar, pekerjaan Anda tentu dapat dieksekusi dengan lebih optimal.

5. Membuat Kesepakatan dengan Orang Sekitar Rumah

Terakhir adalah membuat kesepakatan dengan orang disekitar rumah tentang pembagian tugas dan kondisi rumah yang harus dibangun selama jam kerja.

Contohnya jika Anda tinggal bersama dengan orang tua yang suka mendengarkan radio dengan kencang dan hal tersebut mengganggu konsentrasi Anda saat bekerja.

Anda harus membicarakan dengan baik kapan radio boleh dibunyikan dan seberapa keras volumenya, sehingga tidak terjadi konflik di rumah dan pekerjaan Anda terselesaikan dengan baik.

Penutup

Semoga tips-tips yang telah kami paparkan dapat membantu Sahabat Aksara sekalian yang sedang work from home.

Untuk yang sedang merencanakan berpindah dari sistem work from office ke sistem work from home, semoga Anda bisa menggunakannya sebagai langkah persiapan.

Agar tidak sampai ketinggalan tips-tips terbaru dan artikel menarik lainnya, jangan lupa berlangganan newsletter blog Aksara Data Digital ya!

Jika Anda memiliki tips terkait work from home yang ingin dibagi kepada pembaca lain, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *