Mengenal Apa Itu Whois Domain & Whois Privacy

5 min read

whois adalah

Sebagai pengguna internet, mungkin pernah sekedar terlintas di benak Anda pertanyaan seputar, “Siapa sih pemilik website keren ini?”

Atau, mungkin Anda pernah bertanya-tanya, “Bagaimana ya caranya menghubungi pemilik website ini secara langsung untuk menawarkan kerja sama bisnis?”

Nah, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terjawab dengan menggunakan layanan Whois.

Apa Itu Whois?

Whois adalah sebuah database yang menyediakan informasi tentang kepemilikan sebuah domain beserta kontak pemiliknya.

Informasi ini dapat diakses oleh seluruh pengguna internet secara cuma-cuma.

Kini, mungkin muncul beberapa pertanyaan baru dalam kepala Anda, seperti: 

“Informasi apa saja yang ditampilkan oleh Whois?”

“Apa dampaknya bagi pemilik identitas?”

“Bagaimana cara mencegah penyebaran kontak dan informasi yang dianggap terlalu pribadi?”

Nah, Artikel di bawah ini akan membantu Anda untuk memahami lebih lanjut cara kerja Whois dan bagaimana cara melindungi data diri Anda sebagai pemilik nama domain.

Yuk, langsung saja kita simak bersama!

Whois Domain

whois domain adalah

Istilah Whois kerap kali disangka kependekan dari kata who isNamun, pengertian tersebut tidaklah tepat.

Dilansir dari laman ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Number), Whois merupakan sebuah sistem yang mengacu pada pertanyaan, “Who is responsible for a domain name or an IP address?”

Dalam bahasa Indonesia, pertanyaan tersebut berarti, “Siapa yang bertanggung jawab atas sebuah nama domain atau sebuah alamat IP?”

Sistem pertanyaan tersebut kemudian dijadikan sebuah layanan gratis yang disebut Whois Domain.

Whois Domain akan menampilkan serangkaian informasi terkait pemilik nama domain meliputi nama lengkap, alamat rumah, email, nomor telepon, juga kontak admin dan teknisinya. 

Informasi tentang pemilik nama domain tersebut disebut juga Whois Data atau Whois Record.

Dari mana Whois mendapatkan seluruh data tersebut?

Whois mendapatkannya dari berbagai perusahaan penyedia nama domain yang disebut sebagai registrar dan registry.

Ketika Anda akan membeli sebuah domain, Anda perlu mendaftarkan diri melalui registrar (sebuah perusahaan penyedia nama domain yang telah terdaftar di ICANN).

Saat mendaftarkan diri, Anda perlu mengisi identitas pribadi yang valid secara rinci dan memperbaruinya ketika ada perubahan data.

Bila tidak melakukan update ketika ada perubahan data diri, pendaftaran nama domain bisa tertunda atau malah dibatalkan. 

Alur Pengumpulan Data Whois
Ilustrasi Alur Pengumpulan Data Domain untuk Whois

Singkatnya, Whois Domain adalah sebuah layanan internet yang memberikan informasi rinci tentang kepemilikan suatu website melalui nama domain yang digunakan. 

Informasi ini dapat diakses oleh seluruh pengguna internet dengan bebas. 

Jenis-Jenis Whois Domain

1. Whois Thin Data Model

Thin Whois Domain hanya memberikan informasi terkait registrar yang digunakan, nama server, dan tanggal registrasi domain.  

2. Whois Thick Data Model

Thick Whois Domain menyediakan informasi yang lebih mendetail yaitu kontak registrant (termasuk nama pembeli nama domain, kontak admin, hingga kontak teknisinya).

Selain itu, akan ditampilkan pula informasi tentang pemilik domain, alamat registrar, nama server, tanggal registrasi domain, dan tanggal kadaluarsa domain.

Contoh Hasil Pencarian Whois Domain

Fungsi Whois Domain

1. Mengetahui Detail Kontak Website

Detail informasi kontak yang diberikan dimulai dari informasi pribadi registrant, pihak administrasi, atau teknisi.

Di Whois akan tercantum nama lengkap, alamat pribadi, nomor telepon dan fax, email,  juga nama organisasi.

Tercantum juga informasi kontak registrar yang berisi nama Whois server, URL, registrar, IANA ID, abuse contact phone, dan abuse contact email.

2. Mengetahui Ketersediaan Nama Domain

Domain merupakan nama unik yang tidak dapat digunakan secara ganda.

Maka, saat akan membuat alamat domain baru, Anda perlu mengecek ketersediaannya.

Status ketersediaan nama domain, bahkan sugesti yang mendekati nama domain yang kita cari, dapat dilihat melalui Whois domain.

3. Mengetahui Status Nama Domain

Pengguna internet dapat mengetahui informasi status domain lengkap dengan URL statusnya.

Apakah domain berstatus updated (telah diperbarui), prohibited (terlarang untuk user yang tidak terasosiasi), atau bahkan deleted (nama domain telah dihapus).

4. Mengetahui Tanggal-Tanggal Penting

Whois domain memungkinkan para pengguna internet untuk mengetahui tanggal-tanggal penting terkait kapan domain didaftarkan, dibuat, dan diperbarui.

Jadi, kita bisa mengetahui umur sebuah website. Sudah berapa lama website tersebut berdiri.

Kemudian, Whois juga menampilkan informasi mengenai tanggal kedaluwarsa domain. 

Bagi Anda yang sedang mengincar suatu nama domain, Anda bisa sambil memantau tanggal kedaluwarsanya.

Jika nama domain tidak diperpanjang, Anda bisa mengambil alih nama domain tersebut.

5. Meningkatkan Keamanan Pengguna Internet

Setiap tahun, ada banyak pihak baik perusahaan, organisasi, maupun individu yang mendaftarkan nama domain baru. 

Dari sekian banyak nama domain yang terdaftar, tidak semua digunakan untuk mencapai tujuan positif.

Beberapa di antaranya mungkin merupakan website yang digunakan untuk judi ilegal, penjualan barang terlarang, atau penipuan.

Informasi detail yang dimiliki oleh database Whois berfungsi agar pihak berwajib dapat melacak website yang melakukan tindak kejahatan. 

Sehingga pelaku kejahatan cyber dapat ditindaklanjuti dengan lebih mudah dan bisa segera dibawa ke ranah hukum.

Karena kita masyarakat umum juga bisa mengakses data tersebut, informasi tentang website curang lebih mudah untuk diketahui dan disebarluaskan. 

6. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna Internet

Pengguna internet dapat mengecek detail kepemilikan website untuk memastikan kredibilitasnya sebelum melakukan transaksi atau melakukan kesepakatan bisnis.

Mengenal Whois Privacy

Kebalikan dari Whois Domain yang menunjukan informasi mendetail terkait suatu website, Whois Privacy adalah sebuah layanan yang digunakan untuk melindungi data suatu website. 

Dengan menambahkan layanan Whois Privacy dalam website Anda, maka informasi pribadi Anda akan disembunyikan.

Data yang muncul ketika nama domain Anda dicari menggunakan layanan Whois Domain akan diganti dengan data penyedia layanan Whois Privacy. 

Yang bisa melihat data pribadi setelah menggunakan fitur Whois Privacy hanya pihak berwajib.

Namun, layanan Whois Privacy ini tidak tersedia secara gratis. Pemilik website dapat menghubungi pihak tertentu atau registrar domain kesayangan Anda untuk berlangganan Whois Privacy.

Baca juga: Keuntungan Pakai Domain Premium untuk Bisnis Anda.

Fungsi Whois Privacy

  • Memblokir Spam

Anda pasti sudah tidak asing dengan SMS, Pesan WhatsApp, maupun email acak tentang promosi makanan, diskon baju, dan lain sebagainya.

Nah, terdaftarnya nomor telepon pribadi dalam hasil pencarian Whois tentunya akan mempermudah pihak layanan message blast untuk mencari sasaran empuk.

Hasilnya, kotak masuk Anda akan dipenuhi dengan pesan spam yang mengganggu.

Anda pun harus meluangkan waktu lebih untuk memilah-milah mana pesan yang penting dan mana pesan spam.

Belum lagi panggilan acak yang mengagetkan, tetapi setelah diangkat ternyata hanya  menawarkan pinjaman atau asuransi.

Dengan menggunakan layanan Whois Privacy, nomor telepon Anda akan lebih terlindungi privasinya, sehingga Anda terhindar dari spam.

  • Menghindari Pencurian Identitas

Kini pencurian identitas kerap terjadi dan digunakan oleh banyak pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai kejahatan.

Salah satunya adalah data diri kita digunakan sebagai jaminan suatu pinjaman online.

Cukup mengerikan bila harus berurusan dengan penagih utang hanya karena tidak memasang Whois Privacy.

  • Menghindari Penipu

Anda pasti tidak asing dengan telfon phising tentang memenangkan suatu hadiah.

Bisa jadi si penipu mengaku dari perusahaan besar dan menghubungi Anda dengan meyakinkan.

Karena data diri Anda terpampang dengan jelas di dunia maya, penipu bisa dengan mudah seolah-olah mengonfirmasi nama lengkap juga alamat domisili Anda.

Bisa juga penipu itu langsung mendatangi rumah Anda dan mencoba membujuk Anda untuk mengikuti arahan mereka.

  • Menghindari Kompetitor yang Tidak Profesional

Ketika Anda tidak memasang Whois Privacy, dengan mudah kompetitor akan mengetahui data diri Anda secara detail.

Permasalahannya, tidak semua kompetitor di dunia ini mau berbisnis secara profesional.

Kompetitor yang tidak profesional kadang tak segan untuk melakukan kecurangan atau tindak kejahatan lain agar bisnisnya cepat berkembang.

Maka, mereka dapat memakai data diri Anda untuk melakukan aktivitas yang membuat brand dan perusahaan Anda terlihat buruk hingga mengalami kerugian.

  • Menghindari Tawaran Bisnis yang Menyulitkan

Pernahkah Anda tiba-tiba dihubungi oleh pihak yang sangat ribet dan menyusahkan dengan tujuan mengajak bekerjasama dalam bisnis?

Padahal produk mereka tidak cocok dengan standar Anda.

Atau, kerjasama yang ditawarkan menyalahi aturan yang dimiliki perusahaan Anda.

Pihak seperti ini dapat sangat mengganggu, apalagi jika mereka sampai mengunjungi alamat rumah Anda.

Cara Mendapatkan Layanan Whois Privacy

Setelah mengetahui fungsi Whois Privacy, tentu privasi adalah hal yang wajib Anda lindungi karena itu adalah hak setiap pengguna.

Memang, Whois memudahkan untuk mengidentifikasi pemilik website dengan cepat.

Namun, jika data tersebut disalahkan, siapa yang akan mengalami kerugian? Tentu pemilik domain yang sebenarnya tidak mengelola website secara ilegal.

Maka dari itu, langkah terbaik untuk menghindari kasus penyalahgunaan data Whois, Sobat Aksara bisa menggunakan layanan Whois Privacy Protection.

Caranya sangat mudah, Anda bisa menambah layanan pada saat membeli domain, atau juga bisa membelinya secara terpisah.

Lindungi Privacy dengan Whois Privacy!

Perbedaan Whois Domain & Whois Privacy

Perbedaan antara Whois Domain dan Whois Privacy terletak pada penyedia layanan dan fungsinya.

Whois adalah layanan yang disediakan oleh organisasi nirlaba dan berfungsi untuk menampilkan informasi mendetail terkait suatu website hingga data pribadi pemiliknya.

Sementara, layanan Whois Privacy berperan dalam melindungi data pribadi pemilik website agar tidak dapat diakses masyarakat umum.

Cara Menggunakan Whois

Untuk menggunakan Whois, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dari yang memanfaat sebuah tool hingga memanfaatkan tool berbasis browser.

Adapun cara menggunakan Whois adalah:

1. Manfaatkan Tool Whois Lookup

Untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan layanan Whois, pihak ICANN telah menciptakan pencarian data Whois atau Whois Lookup secara lebih mudah.

Untuk menggunakan langkah ini Sobat Aksara harus mengakses salah satu website yang memiliki layanan Whois Lookup.

Setelah itu, masukan nama domain yang ingin ditelusuri lalu klik ‘Lookup.’ Di bawah ini adalah salah satu contoh tampilan layanan Whois Lookup yang disediakan oleh Domain Tools.

2. Menggunakan Command Line

Sobat Aksara juga dapat menggunakan layanan pihak ketiga yang tersedia di komputer. Misalnya, dalam sistem operasi Windows, Anda dapat menggunakan Windows Command Prompt dengan mengetik whois -v diikuti dengan nama domain.

Apabila Sobat Aksara menggunakan OS Linux, Anda dapat menggunakan Linux’s Lookup Command kemudian ketik whois dan nama domain.

Langkah tersebut juga berlaku dalam MacOs. Untuk MacOs, Anda dapat menggunakan Whois query yang ada di Mac.

3. Memanfaatkan Pencarian Whois

Cara yang terakhir adalah dengan menggunakan tool berbasis browser guna menemukan data kontak serta lokasi geografi IP pemilik.

Anda dapat memasukkan IP address ke kotak pencarian IP Lookup. Anda dapat memperoleh informasi yang dicari apabila sang pemilik tidak menggunakan WhoisGuard.

Nah, itulah pembahasan mengenai Whois Domain dan Whois Privacy. Semoga dengan adanya artikel dapat membantu Sobat Aksara dalam melindungi privasi pada website Anda, ya!