Virus Komputer: Sejarah Awal Penemuan dan Revolusinya

5 min read

Virus Komputer Sejarah Awal Penemuan dan Revolusinya

Seiring berkembangnya teknologi komputer, turut berkembang juga “program jahat” yang dapat mengganggu sistemnya.

Program jahat tersebut kini kita kenal dengan nama virus komputer atau malware.

Namun siapa sangka, pada awal terciptanya, virus bukan bertujuan untuk merusak kesehatan komputer.

Malahan, ia digunakan untuk mendeteksi adanya pembajakan terhadap software asli.

Sahabat Aksara ingin tau cerita lengkapnya? Yuk, langsung saja simak artikel di bawah ini!

Apa Itu Virus Komputer?

Virus Komputer
Sumber: Freepik/ vectorjuice

Virus komputer adalah sebuah program komputer yang dapat menduplikasi diri dan menyusup dari satu komputer ke komputer lainnya.

Ia bersifat parasit dan merusak, bagaikan virus yang menyerang tubuh manusia.

Bagaimana cara program jahat ini menyusup ke suatu komputer?

Nah, sebagian besar penyebab virus dapat masuk ke dalam komputer adalah user sendiri. 

Bisa karena user memasang software ilegal, menyalin file yang sudah terinfeksi virus, mengklik tautan yang terlampir pada email spam, dan lain sebagainya.

Dalam sekali klik, virus akan segera menyebar dan melakukan beberapa modifikasi paksa pada sistem di komputer.

Sedangkan untuk virus tingkat advanced, mereka dapat menginfeksi sistem komputer secara otomatis, tanpa user harus melakukan action apapun.

Sejarah Virus Komputer

Istilah virus pertama kali muncul ke permukaan pada 3 November tahun 1983. 

Tersebutlah seorang mahasiswa dari University of Southern California bernama Fred Cohen yang sedang mengikuti seminar di Lehigh University, Pennsylvania.

Di dalam seminar, Cohen mendemonstrasikan cara kerja suatu program yang dapat menginfeksi komputer.

Ia menyisipkan kode proof-of-concept ke dalam sebuah perintah UNIX yang dalam waktu lima menit dapat mengambil alih kontrol sistem komputer.

Dan dalam waktu satu setengah jam, kode komputer yang dimasukkan oleh Cohen mampu mereplikasi diri. 

Nah, saat itu Len Adleman yang berperan sebagai dosen pembimbing akademik Cohen menyebut program buatan mahasiswanya sebagai “virus”.

Program komputer tersebut dinamai virus karena sifatnya yang sama dengan virus biologis yang menyerang tubuh manusia. 

Freed Cohen
Freed Cohen via wired.com

Nah, teori tersebut diterbitkan dalam karya tulis berjudul “Computer Viruses – Theory and Experiments”.

Dalam karya tulis ini Cohen mendeskripsikan virus sebagai “a program that can infect other programs by modifying them to include a possibly evolved copy of itself”.

Yaitu sebuah program yang mampu menginfeksi program lainnya dengan cara memodifikasi (susunan kode), agar sebagaimana mungkin dapat menggandakan diri.

Kemudian, dijelaskan juga bahwa komputer yang telah terinfeksi dapat menyebarkan virus ke komputer lain.

Sehingga, jumlah komputer yang terinfeksi virus akan terus bertambah.

Baca juga: Menilik Sejarah Internet dan Perkembangannya Hingga Kini

Virus Komputer Pertama

Meski istilah “virus” baru muncul pada tahun 1983, sebenarnya kode yang dapat menginfeksi komputer ini telah muncul sejak tahun 1966.

Kode virus pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh peneliti Hungaria bernama John von Neumann.

Hal itu dipaparkan dalam karya tulisnya yang berjudul “Theory of Self-Reproducing Automata”.

Dalam karya tulisnya, dijelaskan bahwa lama-kelamaan sistem dalam komputer akan menyerupai sistem saraf manusia yang semakin kompleks.

Neumann berspekulasi bahwa, “sebuah mechanical organism — seperti sebuah kode komputer — kemungkinan dapat merusak mesin, menduplikasi diri, dan menginfeksi host baru, layaknya sebuah virus biologis. 

Walaupun saat itu Neumann belum mengenal istilah virus komputer, namun sifat otomatis dan mandiri yang dimiliki merupakan deskripsi yang sangat tepat untuk istilah tersebut.

Nah, lima tahun setelah teori Neumann diterbitkan, munculah berbagai jenis virus komputer di dunia. Berikut penjelasan detailnya: 

1. Creeper – Virus Modern Pertama

Virus Komputer
Sumber: Freepik/ GraphiqaStock

Teori yang dikemukakan oleh Neumann akhirnya direalisasikan pada tahun 1971 dan menjadi virus paling pertama di dunia

Namanya adalah Creeper, yang bila menggunakan standar saat ini termasuk kedalam jenis worm.

Creeper merupakan virus yang dapat menyebar ke komputer lain melalui koneksi lokal.

Virus ini dikembangakan oleh Bob Thomas yang saat itu bekerja untuk sebuah perusahaan bernama BBN Technologies.

Komputer yang terinfeksi Creeper akan menampilkan pesan “I’M THE CREEPER: CATCH ME IF YOU CAN”.

Virus ini tidak membuat kerusakan apapun pada sistem komputer, sebab tujuan pembuatannya adalah sebagai alat tes keamanan.

Creeper diciptakan untuk membuktikan bahwa sebuah program yang dapat menggandakan diri sendiri (self-replicating program) adalah sesuatu yang dapat terjadi.

 Maka, virus ini hanya hinggap dari satu komputer lalu berpindah ke komputer lain tanpa bisa menduplikasi diri.

Beberapa waktu kemudian, kolega Thomas yang bernama Ray Tomlinson memutuskan untuk mengupdate virus Creeper.

Setelah dilakukan update, virus ini tidak hanya mampu melompat antar komputer namun dapat membuat salinan virus baru.

Hasilnya, komputer lama dan komputer baru sama-sama terinfeksi virus Creeper.

Namun, Tomlinson tidak ingin infeksi virus Creeper merajalela.

Maka, Ia juga menciptakan virus lain yang diberi nama Reaper.

Reaper hanya memiliki satu fungsi yaitu menemukan komputer yang telah terinfeksi dengan Creeper dan menghapusnya.

Dengan kata lain, Ray Tomlinson merupakan bapak dari virus modern sekaligus antivirusnya.

Oh iya, perlu dicatat bahwa virus Creeper dan antivirus Reaper ini hanya beredar dikalangan jaringan internal BBN saja. 

2. Elk Cloner – Wild Virus Pertama

Pada tahun 1982, di tangan seorang remaja 15 tahun bernama Rich Skrenta, terciptalah sebuah virus bernama Elk Cloner.  

Elk Cloner disebut wild virus pertama karena merupakan virus pertama di dunia yang dapat tersebar secara bebas dan luas.

Ia tersebar melalui floppy disk yang saat itu umumnya berisi sebuah game.

Begitu floppy disk yang telah terinfeksi virus dimasukkan ke dalam komputer, virus akan langsung mulai menginfeksi.

Dan apabila Anda menjalankan aplikasi yang telah terinfeksi Elk Cloner, pada pemakaiannya yang ke 50, layar komputer akan berubah menjadi hitam dengan pesan berbunyi: 

Elk Cloner: The program with a personality

It will get on all your disks

It will infiltrate your chips

Yes, it’s Cloner!

It will stick to you like glue

It will modify RAM too

Send in the Cloner!

Lucunya, virus ini diciptakan dengan tujuan hanya sebagai sebuah lelucon dan dapat dihilangkan dengan cara melakukan reboot komputer.

Teman-teman Skrenta mulai hafal kebiasaannya memasang lelucon ini semacam ini, sehingga mereka mulai berhenti bertukar floppy disk dengan Skrenta. 

3. Brain – Virus PC Pertama

Virus Komputer
Sumber: Freepik/ vectorjuice

Virus yang muncul sebelum ini ditujukan untuk menginfeksi sistem operasi yang kurang dikenal.

Baru pada tahun 1986, virus yang ditargetkan untuk menginfeksi PC buatan IMB dengan cara mengeksploitasi sistem operasi Microsoft Windows muncul.

Virus tersebut bernama Brain dan diciptakan oleh dua bersaudara dari Pakistan bernama Basit Farooq Alvi dan Amjad Farooq Alvi.

Saat itu Basit masih berusia 17 tahun, sedangkan Amjad berusia 24 tahun. 

Mereka memiliki software medis untuk memonitor kinerja jantung yang dijual kepada IMB.

Sayangnya, banyak pihak yang tanpa izin membuat salinan software dan mendistribusikannya secara ilegal.

Maka, kedua bersaudara ini menciptakan Brain untuk melindungi software yang mereka ciptakan.

Brain bekerja dengan cara menggantikan boot sector pada floppy disk dengan sebuah virus.

Dimana ketika sebuah salinan software ilegal di instal pada komputer, virus akan turut terpasang pada mesin.

Pengguna komputer yang menginstal software ilegal kemudian akan mendapatkan pesan yang menyatakan bahwa komputer mereka terserang virus dan diharapkan segera menghubungi Basit dan Amjad untuk mendapatkan “penawarnya”.

Walau begitu, Brain tidak merusak data apapun di dalam PC yang terinfeksi.

Kini, Basit dan Amjad merupakan pemilik dari perusahaan penyedia layanan internet terbesar di Pakistan bernama BrainNet.

4. Vienna – Virus Perusak Pertama

Virus Komputer
Sumber: Freepik/ macrovector

Virus-virus yang diciptakan di atas bersifat tidak merusak, bahkan tidak dimaksudkan untuk menjadi “program jahat”.

Nah, virus yang benar-benar menimbulkan gangguan pada komputer baru lahir pada tahun 1988.

Namanya adalah Vienna karena lahir di Vienna, Austria. 

Virus ini memiliki sangat banyak varian yang berbeda, yaitu sekitar 42 varian. Berikut beberapa contohnya:

  • Vienna.Ambalama
  • Vienna.Angel
  • Vienna.BboDong
  • Vienna.Bloodspill
  • Vienna.B&B
  • Vienna.Born
  • Vienna.Bua
  • Vienna.BY
  • Vienna.ByteWarrior
  • Vienna.DDrUS

Orang pertama yang tercatat mendeteksi keberadaan virus ini adalah Franz Swoboda.

Ia mengaku mendapatkan virus Vienna dari Ralf Burger.

Namun, Ralf Burger menyangkal hal tersebut dan malah menyatakan sebaliknya.

Jadi, sampai sekarang belum diketahui identitas asli siapa orang yang membuat virus ini. 

Yang diserang oleh virus ini adalah seluruh file tipe .com yang berada di dalam sistem komputer DOS.

Seiring dengan jumlah pemakai komputer yang semakin banyak, Program jahat pun turut berkembang menjadi semakin advanced.

Berikut timeline singkatnya:

1989 — muncul virus AIDS Trojan sebagai ransomware pertama,

1992 — lalu diikuti dengan terciptanya virus Michelangelo yang menginfeksi sekitar 20.000 komputer,

1999 — kemudian, muncullah Melissa sebagai Macro Virus pertama yang menginfeksi komputer melalui e-mail,

2000 — dan kemunculan virus pada abad 20 ditutup oleh munculnya virus ILOVEYOU atau Love Letter Worm yang beredar melalui email dan jika di klik secara otomatis akan mendownload virus trojan.

Perkembangan Virus di Abad 21 

Hingga artikel ini ditulis, sudah 55 tahun sejak virus komputer pertama beredar di dunia digital.

Sejak tahun 2001, sangat banyak virus baru yang bermunculan untuk membuat kekacauan di dalam dunia digital.

Dan tentu saja, program jahat ini kian berkembang menjadi semakin advanced dalam menyerang komputer. 

Menurut data dari Statista per tahun 2015 hingga 2020, serangan virus tertinggi secara worldwide berada di tahun 2018, yaitu sebesar 10.5 miliar serangan.

Sedangkan pada tahun 2020, serangan virus menurun menjadi 5,6 miliar serangan.

Jumlah Serangan Periode 2015-2020

Namun, dilansir dari Check Point, serangan virus kembali melonjak secara signifikan sebesar 93% pada tahun 2021.

Hal tersebut turut dipengaruhi oleh terjadinya pandemi Covid-19 yang menyebabkan penggunaan teknologi komputer meningkat.

Dampak dari serangan virus ini pun tidak sebatas kerusakan pada data dan sistem komputer saja.

Serangan virus yang merusak data dan sistem suatu komputer dapat menyebabkan gangguan finansial yang signifikan bagi suatu bisnis. 

Menurut World Economic Forum, sekali serangan malware pada tahun 2018 menyebabkan kerugian sebesar $2.6 miliar.

Kini dapat disimpulkan bahwa virus, yang bahkan pada awal proses pembuatannya beberapa hanya bertujuan sebagai lelucon dan software pelindung copyright, menjelma menjadi sebuah ancaman digital yang serius.

Sekian pembahasan tentang sejarah virus komputer dari Aksara Data Digital, sampai jumpa pada artikel menarik berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *