Studi Kelayakan Bisnis: Pengertian, Manfaat, hingga Contohnya

4 min read

studi kelaykan bisnis

Studi kelayakan bisnis atau disebut juga feasibility study merupakan poin penting yang harus dilakukan oleh para pelaku bisnis sebelum memulai usahanya. 

Selain pelaku usaha, studi kelayakan bisnis juga sebaiknya dilakukan oleh para investor, bank selaku pemberi kredit, dan juga pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum. 

Sebab, hasil dari studi ini dapat digunakan sebagai gambaran besar, apakah suatu bisnis akan berhasil atau gagal setelah di jalankan. 

Nah, dalam melakukan studi kelayakan bisnis, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar Anda dapat merasakan manfaatnya secara maksimal. 

Apa saja aspek yang dimaksud dan juga manfaat yang didapat dari studi kelayakan bisnis? 

Anda bisa menemukan jawabannya pada uraian berikut ini!

Apa Itu Studi Kelayakan Bisnis?

Studi kelayakan bisnis adalah sebuah penelitian mendalam yang hasilnya digunakan untuk membuat pertimbangan, apakah suatu ide bisnis memiliki potensi untuk berhasil ketika dijalan atau tidak. 

Selain sebagai bahan pengambilan keputusan untuk menjalankan suatu bisnis, jika dijalankan dengan baik dan benar, studi ini juga dapat memberi gambaran kapan sebaiknya seseorang mulai menjalankan ide bisnisnya. 

Studi ini sangat penting dilakukan oleh para pebisnis, investor, pemberi modal, dan pemerintah terkait untuk menghindari tingkat kerugian yang besar. 

Mengingat masa depan merupakan bongkahan ketidakpastian yang menuntut para pelaku bisnis untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin dengan melakukan pertimbangan-pertimbangan yang realistis. 

Untuk itu, dalam prosesnya, studi kelayakan bisnis melibatkan banyak pihak ahli sesuai bidang yang berkaitan. 

Jenis Studi Kelayakan Bisnis 

Studi kelayakan bisnis sendiri memiliki dua orientasi sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan yaitu orientasi laba atau orientasi sosial. 

1. Orientasi Laba

Studi dilakukan dengan menitikberatkan keberhasilan pada keuntungan secara ekonomis. 

2. Orientasi Sosial 

Studi yang dilakukan dengan menitikberatkan keuntungan secara sosial, tanpa memikirkan nominal materi yang didapatkan.

Manfaat Studi Kelayakan Bisnis

studi kelayakan bisnis

Dengan melakukan studi kelayakan bisnis, Anda jadi bisa meminimalisir resiko kerugian yang mungkin akan terjadi ketika bisnis sudah berjalan. 

Sehingga, Anda tidak membuang berbagai sumber daya seperti uang, tenaga dan pikiran secara sia-sia. 

Jika dirinci, berikut manfaat yang akan Anda dapatkan dari studi kelayakan bisnis:

  • menghindari resiko kerugian,
  • meminimalisir kesalahan,
  • memudahkan perencanaan jangka panjang,
  • memudahkan eksekusi pekerjaan,
  • memudahkan proses pengawasan dan evaluasi,
  • memudahkan proses pengendalian bisnis.

Aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis

Dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis, ada setidaknya tujuh buah aspek yang wajib diperhatikan, yaitu: 

1. Aspek Hukum

Aspek hukum merupakan studi tentang segala macam legalitas yang diperlukan untuk membangun suatu bentuk bisnis, seperti:

  • perizinan lokasi bisnis,
  • akte pendirian usaha dari notaris setempat,
  • NPWP,
  • surat tanda daftar perusahaan,
  • surat izin tempat usaha dari pemda setempat,
  • surat tanda rekanan dari pemda setempat,
  • dan SIUP setempat.

2. Aspek Teknis 

Studi terkait aspek teknis diperlukan untuk mengetahui kebutuhan teknologi apa saja yang dibutuhkan dalam proses produksi. 

Untuk produksi kain tenun di sebuah UMKM misalnya, Anda perlu membuat kajian berapa target produksi yang diinginkan, bagaimana proses kerjanya, dimana lokasi pabriknya, berapa luas lahan yang tersedia, berapa daya listrik yang dibutuhkan, dan lain sebagainya. 

Hasil kajian tersebut nantinya akan digunakan untuk mengambil keputusan apakah Anda akan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) atau mesin otomatis.

3. Aspek Pasar 

Pengkajian terhadap aspek pasar sangat penting untuk dilaksanakan karena tidak ada proyek bisnis yang akan berhasil tanpa adanya permintaan dan penerimaan dari pasar.

Selain tingkat permintaan pasar, pengkajian juga dilakukan untuk mengetahui berapa besar luas pasar dan market share.  

Pengkajian ini dapat dilakukan dengan metode deskriptif maupun inferensial. 

4. Aspek Pemasaran 

Pemasaran atau marketing merupakan aktivitas promosi perusahaan untuk menjual produk kepada masyarakat. 

Oleh karena itu, setiap pelaku usaha dan segala pihak terkait perlu mengetahui pasar yang cocok untuk produk mereka agar promosi yang dilakukan tepat sasaran. 

Mulai dari analisis target market, segmentasi produk, positioning produk, strategi marketing yang akan digunakan, hingga metode branding. 

5. Aspek Manajemen dan SDM

Manajemen dan SDM (Sumber Daya Manusia) merupakan poros penggerak roda perusahaan. Melalui analisis aspek ini, diharapkan Anda mendapatkan gambaran yang jelas terkait:

  • struktur organisasi perusahaan,
  • job description atau detail uraian pekerjaan tiap-tiap anggota perusahaan, 
  • persyaratan dan kualifikasi tiap-tiap anggota perusahaan,
  • sistem kompensasi alias sistem penggajian sesuai dengan garis struktural dan fungsional,
  • sistem pengembangan diri tiap-tiap anggota perusahaan.  
  • peraturan perusahaan terkait hari kerja, cuti, dan lain sebagainya. 

6. Aspek Lingkungan 

Analisis aspek lingkungan akan mengantarkan Anda pada pemahaman dan pandangan jangka panjang atas lima aspek utama yang mempengaruhi persaingan bisnis yang dikenal dengan nama Lima Kekuatan Bersaing, yaitu:

  • kompetisi antar perusahaan sejenis,
  • peluang masuknya kompetitor baru,
  • potensi pengembangan produk substitusi,
  • kekuatan tawar-menawar pemasok,
  • dan kekuatan tawar-menawar pembeli.

Contoh Studi Kelayakan Bisnis menurut Tahapannya

Dalam melakukan studi kelayakan bisnis, ada beberapa tahapan studi yang perlu dilakukan. 

Nah, kali ini kami akan memaparkan apa saja tahapannya sekaligus memberikan gambaran sederhana tahapan pembuatan studi kelayakan bisnis.

1. Penemuan Ide

studi kelayakan bisnis

 

Tahapan pertama adalah proses penemuan ide bisnis, dimana pelaku usaha melakukan penelitian terhadap produk yang akan dibuat. 

Pada tahapan ini pelaku usaha akan mencari tahu apakah produk yang akan dibuat dapat memenuhi kebutuhan pasar yang belum dipenuhi atau dapat dijadikan pengganti produk yang sudah ada karena memiliki nilai lebih. 

Misalkan Anda ingin memulai usaha ayam goreng krispi layaknya rumah makan cepat saji KFC atau McDonald. 

Nah, seperti yang Anda ketahui, usaha jenis ini memiliki persaingan yang ketat, maka Anda harus menemukan nilai lebih pada ayam goreng krispi yang akan dipasarkan menggunakan brand Anda sendiri dengan melihat kondisi pasar. 

Ternyata ditemukan bahwa belum ada ayam goreng versi krispi versi Korea yang dijual dengan harga terjangkau, padahal peminatnya sangat banyak. 

Minat tinggi tersebut dipengaruhi oleh menjamurnya K-pop dan K-drama di seluruh penjuru negeri. 

Oleh karena itu, Anda akhirnya memutuskan untuk memulai usaha ayam goreng krispi Korea.

Oh iya, perlu diingat bahwa pemilihan ide produk bisa lebih dari satu jenis ide, namun diusahakan jangan terlalu banyak. 

Baca juga: Unique Selling Proposition (USP) – Definisi dan Contohnya!

2. Penelitian

Setelah ide/beberapa ide usaha dipilih, selanjutnya pelaku bisnis akan memasuki tahapan penelitian. 

Pada tahapan ini, pelaku bisnis akan mengumpulkan, mengolah, dan menginterpretasikan data dari aspek-aspek kelayakan bisnis menggunakan teori ilmiah dan metode uji yang relevan. 

Contohnya Anda melakukan survei minat masyarakat untuk mengkonsumsi ayam goreng Korea menggunakan metode sampling dan mengumpulkan data kompetitor secara terperinci. 

3. Evaluasi

Evaluasi merupakan tahapan menelaah hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahapan sebelumnya. 

Jika ada beberapa ide sekaligus yang diteliti, disini pelaku usaha perlu membandingkan hasil penelitian menggunakan standar tertentu agar mendapatkan ide usaha yang paling menjanjikan. 

4. Pengurutan Usulan yang Layak

Jika ada beberapa rencana bisnis yang memiliki prospek menjanjikan, pelaku usaha belum tentu mampu mengeksekusinya dalam sekali waktu, misalnya karena keterbatasan dana dan SDM.

Oleh karena itu, ia perlu membuat proposal yang berisi urutan usulan usaha mulai dari yang dianggap paling penting dan memiliki peluang tinggi saat direalisasikan menurut skor evaluasi penelitian.

Misalnya Anda lebih memilih fokus mengembangkan ayam Krispi korea terlebih dahulu daripada sekaligus membuka restoran barbekyu Korea, sebab pasarnya lebih menjanjikan dan modalnya lebih ringan.

5. Rencana Pelaksanaan

feasibility study

Selanjutnya, pelaku usaha perlu membuat rencana pelaksanaan pembangunan proyek mulai dari menentukan jenis pekerjaan, waktu yang dibutuhkan untuk setiap pekerjaan, jumlah dan kualifikasi SDM, kompensasi SDM, kesiapan manajemen dan lain sebagainya. 

Contohnya Anda memutuskan restoran ayam goreng krispi korea akan buka pukul 11.00 siang dengan 5 orang karyawan di awal pembukaan. 

Satu bertugas sebagai chef, satu pembuat minum, dua server merangkap kasir, dan satu petugas kebersihan. 

6. Pelaksanaan

Setelah semua tahapan uji kelayakan bisnis selesai, kini saatnya pelaku usaha mengeksekusi pembangunan proyek bisnis tersebut. 

Yuk, Buat Studi Kelayakan Bisnis Anda!

Sobat Aksara sebagai calon pelaku bisnis hebat, sudahkah Anda siap memulai usaha Anda sendiri? 

Jangan lupa untuk membuat studi kelayakan bisnis Anda ya!

Nah, apabila Sobat Aksara belum memiliki ide bisnis yang sekiranya menjanjikan, kami memiliki penawaran menarik!

Aksara Data Digital sebagai registrar domain terpercaya yang telah di akreditasi oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) membuka kesempatan bagi Anda yang tertarik untuk menjadi seorang reseller domain

Reseller domain merupakan peluang bisnis yang menjanjikan karena domain merupakan salah satu kebutuhan utama dari seseorang yang ingin membuat website. 

Yuk, bergabung dengan Aksara Data Digital dan nikmati berbagai penawaran menarik dan kesempatan untung hingga jutaan rupiah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *