Apa itu Search Engine? Cara Kerja dan Contohnya

4 min read

Apa itu Search Engine Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

Pada era digital ini, penggunaan internet seperti tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Setiap menghadapi sesuatu yang kurang dimengerti, sebagian besar orang akan langsung mengambil ponsel pintar mereka dan membuka Google.

Nah, tahukah Anda bahwa Google adalah sebuah search engine?

Namun, search engine tidak selalu Google lho! 

Kalau begitu, apa arti search engine yang sesungguhnya?

Yuk, langsung saja temukan jawabannya pada artikel di bawah ini!

Apa Itu Search Engine?

Search Engine Adalah
Sumber: Freepik/ pikisuperstar

Search engine adalah program komputer yang digunakan untuk mencari informasi tertentu yang berada di dalam jaringan internet secara online.

Seperti makna literal search engine dalam bahasa Indonesia yang berarti mesin pencari.

Search engine akan menunjukkan informasi sesuai dengan keyword (kata kunci) yang di input oleh pengguna internet di SERPs (Search Engine Result Pages – halaman hasil pencarian).

Dan biasanya, website yang muncul di halaman awal search engine telah melakukan proses SEO (Search Engine Optimisation) sesuai dengan algoritma masing-masing mesin pencari.

Nah, perlu Sahabat Aksara ketahui bahwa search engine bukan hanya Google saja.

Ada banyak jenis search engine lainnya seperti Bing, Yahoo, Yandex, Naver, dan lain sebagainya.

Hanya saja, hingga artikel ini ditulis, Google masih menjadi search engine yang paling populer digunakan di dunia.

Menurut laporan dari J. Clement pada 19 Agustus 2021 lalu via Statista, Google menempati peringkat pertama kategori most visited multi-platform web properties in the United States dengan 270.15 juta pengunjung unik.

Sedangkan untuk skala dunia, dilansir dari Statcounter, Google menguasai sebesar 92.47% pangsa pasar mesin pencarian internet.  

Search Engine Market Share June 2021

Kemudian, masih dikutip dari Statcounter, pangsa pasar mesin pencarian internet di Indonesia juga masih dikuasai oleh Google.

Data per bulan Agustus 2021 menunjukkan Google memperoleh angka sebesar 97.65%.

Search Engine Market Share in Indonesia per August 2021

Maka tidak heran jika kebanyakan masyarakat awam selalu mengasosiasikan search engine dan Google sebagai satu kesatuan.

Ketika membahas search engine, ya maksud mereka adalah membahas Google, bukan yang lain.

Cara Kerja Search Engine

Pada dasarnya, semua jenis search engine atau mesin pencari bekerja dengan cara yang relatif sama.

Ada setidaknya 4 tahap yang perlu dilakukan hingga search engine dapat menampilkan informasi-informasi yang sesuai dengan permintaan oleh pengguna internet. 

1. Crawling

Proses paling awal yang dilakukan oleh search engine adalah crawling.

Pada tahap ini, robot pencari bernama crawler akan merayap dan mengumpulkan semua informasi yang berada dalam jaringan internet.

Mereka akan menyapu satu halaman website ke halaman website lain secara detail.

Crawler akan mengumpulkan nama domain, judul, alt text gambar, internal link, external link, kata kunci, meta description, gambar, video, isi konten, dan lain sebagainya.

Ia akan bekerja secara terus menerus dalam waktu yang cepat sehingga informasi yang dikumpulkan benar-benar valid. 

2. Indexing 

Pada tahap indexing, semua informasi yang telah terkumpul dalam proses crawling akan diletakkan pada database search engine.

Informasi dalam database tersebut kemudian disusun menjadi suatu entry list (index).

Nantinya, search engine akan menggunakan index sebagai sumber informasi situs mana saja yang akan ditampilkan pada SERPs (halaman hasil pencarian).

3. Processing dan Calculating Relevancy

Nah, processing adalah tahap dimana pengguna internet selesai melakukan request dengan cara mengetikkan keyword di kolom pencarian suatu search engine.

Setelah menekan tombol search, robot akan melakukan proses pencarian dengan cara membandingkan keyword dengan informasi yang ada pada index.

Kemudian, robot akan melakukan proses calculating relevancy.

Dimana ia memilih dan memilah informasi mana yang paling relevan dengan keyword yang di request oleh pengguna internet.

Oh iya, nama domain bagus yang sesuai dengan brand website dan mengandung keyword juga turut digunakan dalam proses calculating relevancy mesin pencari. 

4. Ranking

Tahap terakhir yang dilalui search engine adalah menentukan ranking halaman website sesuai dengan relevansinya dengan keyword yang di request oleh pengguna internet.

Kemudian, peringkat halaman website akan ditampilkan secara berurutan pada SERPs. 

Namun, kategori penentuan ranking suatu halaman website berbeda dari satu search engine dengan search engine lainnya.

Karena mereka memiliki algoritma yang berbeda-beda. 

Halaman A mungkin akan menempati posisi pertama di SERPs Google, namun menempati posisi kelima di  SERPs Yahoo.

Algoritma search engine pun cenderung mengalami perubahan secara berkala untuk menyesuaikan dengan tren dan perkembangan teknologi.

Sehingga, pengguna internet dapat menikmati pengalaman terbaik dalam proses pencarian informasi di internet.

Oh iya, dari keempat tahap yang telah Anda simak tadi, crawling dan indexing merupakan proses yang paling tidak dapat dipisahkan dengan upaya SEO.

Contoh Search Engine Selain Google

Sekarang, kami akan mengajak Sahabat Aksara untuk mengenali lebih jauh search engine selain Google.

1. Bing

Search Engine Bing

Bing adalah merupakan search engine yang berdiri pada tahun 2008 di bawah naungan Microsoft.

Ia adalah bentuk kelahiran kembali dari ketiga search engine pendahulunya yaitu Live Search, Windows Live Search, dan MSN Search. 

Nah, robot crawler pada Bing bernama Bingbot. Lucu sekali ya!

Bing sendiri menempati urutan kedua sebagai search engine yang paling banyak digunakan di dunia (bisa lihat chart di atas). 

Berikut kelebihan yang bisa Anda nikmati dari Bing:

  • fasilitas instant answer,
  • hasil pencarian gambar dan video dapat di filter secara detail,
  • bisa membuka filter yang diblokir,
  • dan bisa menampilkan kotak detail isi halaman web pada SERPs. 

2. Yahoo!

Search Engine Yahoo

Yahoo! merupakan sebuah perusahaan internet multinasional yang didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo.

Perusahaan ini berpusat di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. 

Yahoo! sempat sangat berjaya pada tahun 1990 hingga tahun 2000-an, dimana internet mulai merebak di kalangan masyarakat umum.

Selain menawarkan layanan search engine, ia juga mengenalkan pengguna internet pada masa awal pada email dan chat room.

Pada masa itu, hampir semua orang di dunia menggunakan Yahoo! untuk membuat alamat email dan memenuhi kebutuhan informasi mereka.

Kini, tercatat ada 1,53% pengguna search engine Yahoo! dalam skala dunia atau menempati peringkat ketiga.

Oh iya, fun fact, nama robot crawler pada search engine Yahoo! adalah Slurp Bot.

Kelebihan Yahoo! adalah:

  • dinilai paling lengkap,
  • lebih mudah diakses,
  • fiturnya komplit termasuk e-mail, news, peta, juga finance,
  • dan menyediakan yellow page.

3. Baidu

Baidu

Baidu merupakan search engine yang paling populer di Republik Rakyat China atau Tiongkok. 

Berkat populasi China yang amat besar, Baidu berhasil menduduki posisi ke-4 sebagai search engine yang paling banyak digunakan di dunia dengan jumlah 1,29%.

Nah, menurut data dari Statcounter pada Agustus 2021, Baidu menguasai sebesar 76,65% share market dalam negeri.

Berikut kelebihan Baidu sehingga ia menjadi search engine yang disukai:

  • halaman utama memiliki suggestion ke situs populer,
  • ada fitur read later,
  • banyak add on yang bisa ditambahkan pada Baidu browser,
  • dan tampilan menarik karena tema bisa diganti-ganti.

4. Yandex

Yandex

Yandex adalah search engine asal Rusia yang berada pada peringkat 4 search engine yang paling sering digunakan di dunia.

Tentu saja pengguna terbanyak berasal dari Rusia.

Untuk warga Indonesia sendiri tercatat ada sejumlah 0,65% dari pengguna Internet yang mencari data di dunia maya melalui Yandex.

Kelebihan yang disukai dari Yandex adalah:

  • tampilan keren dengan konsep majalah jadi nyaman untuk membaca berita,
  • navigasi lengkap, 
  • dan data hasil pencarian sangat lengkap.

5. DuckDuckGo

DuckDuckGo

DuckDuckGo adalah search engine dengan crawler bernama DuckDuckBot dan diminati oleh 0.32% pengguna internet di Indonesia.

Search engine ini menawarkan perlindungan privasi meliputi Private Search, Tracker Online, dan Site Encryption.

Perlindungan tersebut akan menjauhkan pengguna DucDucGo dari advertiser tracking, filter bubbles, dan data profiling.

Selain itu, DuckDuckGo menawarkan kelebihan lainnya:

  • tampilan ringan, bersih, dan sederhana,
  • memiliki forum komunikasi antar pengguna,
  • bisa mengecek status situs yang sedang down,
  • dan memiliki fitur !Bang yang dapat mengarahkan pengguna ke situs-situs tertentu.

Penutup

Jadi, dapat disimpulkan bahwa search engine adalah program komputer yang digunakan untuk mencari informasi yang berada di jaringan internet dengan menggunakan keyword tertentu.

Search engine bukan hanya Google saja, jumlahnya ada ratusan di dunia.

Dan masing-masing search engine memiliki algoritma yang berbeda-beda untuk menentukan posisi suatu situs di SERPs.

Nah, jika Anda selalu menggunakan Google, apakah tertarik untuk menggunakan search engine lainnya?

Tuliskan di kolom komentar ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *