QR Code untuk Pembayaran dan Penyaluran Informasi Praktis 

4 min read

QR code adalah kependekan dari quick response code. 

Anda pasti sudah sering menemui QR code di berbagai kesempatan, seperti pada undangan pernikahan, label barang, papan pengumuman, dan lain sebagainya. 

Nah, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis untuk membuat segala transaksi dan penyaluran informasi kepada pelanggan menjadi lebih praktis.

Padahal bertahun-tahun yang lalu, tidak ada yang menyangka bahwa QR code akan menjadi populer seperti pada masa ini.

Terlebih lagi dimanfaatkan untuk mempermudah proses pembayaran. 

Apakah Sahabat Aksara ingin mulai menerapkan teknologi ini pada bisnis Anda? 

Sebelum itu, yuk pelajari dulu pengertian, fungsi, jenis, dan contoh penerapannya pada artikel berikut ini!

Supaya Sahabat Aksara dapat menerapkan dan memaksimalkan teknologi QR code untuk mengembangkan bisnis.

Apa Itu QR Code?

Apa Itu QR Code

QR code adalah teknologi matriks atau kode dua dimensi yang dapat menyimpan berbagai informasi alfanumerik. 

Untuk mengakses informasi yang berada di dalam QR code, Anda dapat menggunakan mesin pemindai khusus atau menggunakan aplikasi scanner di dalam smartphone. 

QR code sendiri mampu menampung informasi yang lebih banyak daripada barcode satu dimensi.

Barcode VS QR Code

Pada umumnya QR code mampu menyimpan 2089 hingga 4289 karakter termasuk simbol dan angka. 

Maka dari itu QR code dapat menampung berbagai informasi seperti link pembelian, link website, alamat rumah, nomor telepon, nominal mata uang, dan lain sebagainya.

Teknologi yang membuat banyak kegiatan menjadi lebih praktis ini dekembangkan oleh perusahaan Jepang bernama Denso Wave Corporation pada tahun 1994.

Dan mengacu pada ISO/IEC18004, QR code dapat digunakan secara bebas oleh siapa saja secara gratis. 

Pada masa itu, mereka menciptakan QR code untuk melacak kendaraan dan sebagai alat pindai cepat dalam industri automobile. 

Setelah itu, QR code mengalami perjalan panjang hingga mencapai era smartphone.

Pada era smartphone ini, QR code  semakin massive digunakan pada berbagai bidang seperti pada bidang periklanan, keamanan, hingga pembayaran seluler.

Nah, QR code yang digunakan sebagai metode pembayaran seluler biasanya disebut sebagai QR code payment.

Baca juga: E-commerce – Mari Pahami Pengertian, Manfaat, dan Modelnya!

Fungsi QR Code untuk Memperlancar Bisnis

QR Code Payment

Dalam dunia bisnis, QR code payment dapat digunakan untuk mempermudah dan mempersingkat proses pembayaran. 

Pelanggan cukup memastikan smartphone terhubung pada jaringan internet, memasukkan nominal yang akan dibayarkan, lalu memindai QR code.

Pembayaran pun akan terjadi secara otomatis. 

Hal ini tentu saja memudahkan pelanggan, sebab mereka tidak perlu mengeluarkan uang tunai maupun kartu ATM dari dalam dompet.

Selain itu QR code juga bisa diterapkan diberbagai ajang promo, seperti untuk membuat daftar menu spesial atau barang promo.  

Hal ini tentu menjadi nilai plus bagi toko Anda, memberi kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan.  

Menurut data yang diperoleh dari Statista, terhitung sejumlah 34% dari responden di Asia Tenggara yang memilih menggunakan QR code untuk melakukan transaksi.

Sedangkan di Indonesia sendiri, terdapat 39% dari responden yang memilih menggunakan QR code sebagai metode pembayaran. 

Pemakaian QR Code Payment

Melihat potensi yang ada pada QR code payment, juga untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, Bank Indonesia selaku regulator sistem pembayaran Indonesia bekerjasama dengan ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia).

Kerjasama antara Bank Indonesia dan ASPI pun membuahkan QRIS atau Quick Response Code Indonesia Standard. 

Sehingga transaksi melalui QR code payment menjadi lebih aman, sebab ia berada di bawah pengawasan regulator satu pintu.  

Dalam QR code payment ada dua jenis mekanisme transaksi yaitu:

1. Merchant-Presented Mode (Push Payment)

Pada jenis transaksi ini, QR code akan muncul di pihak merchant. 

QR code kemudian akan di pindai oleh pelanggan. 

Jadi, ketika akan melakukan transaksi, kasir akan menyodorkan QR code toko mereka dan pelanggan akan memindai dengan aplikasi QR scanner. 

Metode ini cocok diterapkan sebagai metode pembayaran praktis pada UMKM dan usaha kecil karena tidak memerlukan modal yang besar. 

Sebab QR biasanya ditampilkan dalam bentuk stiker atau tent card.

2. Customer-Presented Mode (Pull Payment)

Customer-Presented (Pull Payment)

Metode ini merupakan kebalikan dari merchant-presented mode, dimana pelangganlah yang akan menunjukkan QR code untuk dipindai oleh pihak kasir saat melakukan transaksi.

Untuk dapat melakukan transaksi dengan metode ini, pemilik bisnis perlu melakukan investasi pada mesin EDC dan aplikasi POS (Point of Sale).

Oleh karena itu, metode ini lebih cocok digunakan oleh usaha menengah dan besar.

Baca juga: Tips Optimasi Instagram SEO Untuk Bisnis Anda

Jenis-Jenis QR Code

Dilihat dari cara membuatnya dan juga sifatnya, terdapat dua jenis QR code yaitu:

1. QR Code Statis

QR code statis menyimpan data yang tidak bisa diubah lagi ketika QR code sudah dibuat.

Sebab setiap posisi dan bentuk titik di dalamnya merepresentasikan huruf, angka, maupun karakter unik tertentu. 

Dimana semakin banyak data yang di input, maka bentuk QR code akan semakin besar dan rumit.

2. QR Code Dinamis

QR code dinamis menyimpan data yang bisa diperbaharui atau diubah sebanyak apapun dibutuhkan. 

Bentuk QR code dinamis tidak akan berubah walaupun data di dalamnya mengalami perubahan.

Sebab data tidak langsung disimpan pada QR code, melainkan pada suatu halaman website yang URL-nya yang disematkan pada QR code tersebut.   

Maka dari itu, QR code jenis ini cocok digunakan sebagai alat pendukung dalam menjalankan berbagai strategi marketing dalam bisnis.

QR code dinamis memudahkan proses transfer informasi mengenai suatu produk atau brand kepada pelanggan.  

Karena informasi di dalamnya dapat diubah-ubah, maka ia sering ditampilkan dalam bentuk cetak seperti stiker, poster, atau tent card.

Contoh Penerapan QR Code dalam Dunia Bisnis

Sebenarnya ada sangat banyak penerapan QR code yang menguntungkan saat diterapkan pada dunia bisnis. 

Berikut beberapa contoh penggunaan QR code statis dan dinamis:

1. Penerapan QR Code Statis dalam Bisnis

a. QR Code Push Payment 

Model Statis

QR code statis ini diterbitkan oleh  PJSP  (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) dan telah distandarisasi oleh QRIS. 

QR code berisi Merchant ID yang berfungsi agar para PJSP dapat mengidentifikasikan toko Anda. 

Sehingga pembayaran tidak salah masuk ke rekening toko lain.

Saat akan melakukan pembayaran, pelanggan cukup mengetikkan nominal yang dibutuhkan pada perangkat seluler.

Setelah itu pelanggan hanya perlu melakukan pemindaian pada QR code.  

b. QR Code untuk Link Online Shop 

QR Code ini akan memudahkan pelanggan untuk mengunjungi online shop Anda tanpa harus mengetikkan setiap hurufnya pada mesin pencari. 

Hal tersebut juga akan membantu pelanggan untuk langsung menemukan toko Anda tanpa tersesat ke toko online lain yang serupa. 

c. QR Code on vCard

Dengan menggunakan teknologi QR code, vCard yang dibagikan kepada rekan bisnis akan memiliki tampilan yang lebih minimalis dan menarik. 

Isi QR code pada vCard meliputi alamat email, nomor telepon, alamat kantor dan lain sebagainya. 

2. Penerapan QR Code Dinamis dalam Bisnis

a. QR Code Pull Payment 

Model Dinamis

Bagi Anda yang telah memiliki bisnis berskala menengah ke atas, Anda dapat menggunakan metode Pull Payment.

QR code ini akan dibuat secara real time pada saat transaksi sehingga QR code selalu berbeda satu sama lain. 

Dimana nominal transaksi yang harus dibayarkan di input oleh pemilik bisnis, jadi pelanggan akan termudahkan saat melakukan pembayaran karena cukup memindai QR code saja.

b. QR Code untuk Daftar Promo

Anda dapat menggunakan QR code dinamis untuk memuat daftar produk apa saja yang sedang promo. 

Teknologi ini akan membuat Anda hemat, karena Anda tidak perlu mencetak banyak brosur setiap ada promo baru. 

Anda juga tidak perlu menghabiskan waktu untuk menjelaskan produk mana saja yang sedang promo beserta kelebihan dan kekurangan produk kepada pelanggan.

Semua dapat dimuat pada QR code dinamis.

c. QR Code untuk Klaim Voucher 

Ingin membagikan voucher pada pelanggan setia atau untuk menggaet pelanggan baru?

Kini Anda tidak perlu repot-repot lagi membagikan potongan kertas agar voucher dapat sampai ke tangan pelanggan.

Setiap orang yang ingin mendapatkan voucher hanya tinggal memindai QR code yang terpampang di berbagai media.

Ketika promo berubah pun Anda tidak perlu mengganti QR code yang sudah terpampang di media cetak. 

d. QR Code untuk Akses Menu Spesial

Anda pemilik bisnis kuliner mungkin sering membuat menu spesial untuk momen-momen tertentu atau sesuai dengan inspirasi yang didapat.

Dan tentunya, menu spesial ini tidak tersedia setiap hari. 

Pasti akan sangat repot jika harus mencetak daftar menu baru setiap kali akan menampilkan menu spesial. 

Nah, Anda dapat menggunakan QR code dinamis untuk memuat foto, deskripsi, dan harga menu spesial yang akan ditampilkan pada periode tertentu. 

Jika memang sedang tidak ada menu spesial yang dapat disajikan, Anda tinggal mengarahkan URL ke halaman dengan tulisan permohonan maaf atau keterangan “sold out”.

Baca juga: Cara Memilih Nama Domain Bagus untuk Website Anda

Penutup

Nah, sekarang sudah lebih jelas bukan kenapa QR code dimanfaatkan oleh banyak pelaku bisnis untuk membuat proses pembayaran lebih praktis dan penyampaian informasi terhadap pelanggan menjadi lebih lancar.

Untuk membuat penggunaan QR code semakin sempurna, Anda dapat membersamainya dengan pembuatan website profesional. 

Tentu saja menggunakan ekstensi domain yang bagus agar menunjang SEO toko online Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *