Plugin: Definisi, Jenis, dan Fungsinya untuk Website Anda

4 min read

Pada awal kemunculan internet, website hanya mampu menyuguhkan tampilan dan fungsi yang sangat sederhana kepada para pengunjungnya. 

Yang bisa dinikmati oleh pengunjung website antara lain hanya teks sederhana, gambar diam, dan tautan yang mengarahkan mereka ke halaman lain. 

Namun tampilan membosankan tersebut segera teratasi setelah ditemukannya teknologi plugin. 

Plugin membuat pemilik website dapat membuat tampilan lebih engaging dan memberikan pengalaman lebih menyenangkan bagi para pengunjung. 

Namun, apa sih sebenarnya plugin?

Akankah penggunaan plugin berbahaya bagi website? 

Untuk menemukan jawabannya, langsung saja simak ulasan lengkap tentang apa itu plugin pada bacaan di bawah ini!

Apa Itu Plugin? 

 

plugin adalah

Plugin adalah software tambahan yang bisa dipasang pada suatu program komputer, aplikasi, atau web browser. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan kerja program komputer, aplikasi, atau web browser dengan berbagai fitur baru sesuai keinginan dan kebutuhan pengguna. 

Contohnya saat ingin memiliki fitur penyaring komentar pada artikel website, Anda membutuhkan plugin tambahan agar CMS (Content Management System) yang digunakan mampu melakukannya.

Software tambahan ini sifatnya melengkapi, sehingga tidak akan mengubah atau merusak fungsi asli program atau aplikasi. 

Oh iya, software tambahan ini tidak selalu disebut sebagai plugin lho Sobat Aksara!

Umumnya tiap-tiap aplikasi memiliki sebutan masing-masing untuk mengacu pada plugin. 

Seperti istilah extension untuk Google Chrome atau add-on untuk Mozilla.

Sedangkan istilah plugin sendiri lebih sering digunakan untuk menyebut software tambahan untuk CMS WordPress. 

Oh iya, plugin tidak bisa dipasang secara lintas aplikasi ya!

Plugin WordPress tidak akan bisa dipasang pada Google Chrome, begitu pula plugin Mozilla, tidak akan bisa dipasang pada WordPress. 

Plugin WordPress

Pembahasan pada artikel kali ini akan fokus pada plugin WordPress sebagai CMS yang paling banyak digunakan di dunia. 

Hingga saat artikel ini ditulis, ada sebanyak 371.433 website, alias 37.14% dari seluruh website di dunia, yang dibangun menggunakan WordPress. 

cms populer wordpress

Salah satu alasan WordPress banyak dipilih oleh pemilik website adalah karena memiliki banyak template dan plugin tambahan yang dapat diunduh secara gratis. 

Lalu, apakah ada batasan jumlah plugin yang boleh diinstal?

Sebenarnya tidak ada batasan khusus terkait jumlah plugin yang boleh diinstal. 

Yang perlu diingat adalah kapasitas disk Anda. 

Setiap pemasangan plugin baru, tentu saja akan memakan sejumlah ruang pada disk website. 

Jika disk space website Anda terlalu penuh, performa website tentu akan menurun. 

Selanjutnya, Anda juga perlu jeli dalam memilih plugin mana yang akan dipasang. 

Sebaiknya hindari plugin dengan susunan kode software yang unik atau jarang diperbaharui oleh pembuatnya. 

Sebab plugin dengan ciri tersebut memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menimbulkan error dan menurunkan performa website.  

Hindari pula plugin yang fungsinya mirip karena bisa memicu error saat dijalankan. Pun memakan disk space dengan percuma. 

Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda hanya memasang plugin yang memang benar-benar diperlukan. 

Baca juga: Apa Itu Website? Mari Mengenal Jenis dan Fungsinya

Fungsi Plugin bagi Website

Plugin website memungkinkan semua orang untuk mengelola website dengan mudah tanpa harus memahami bahasa pemrograman. 

Dengan begitu, ketika membutuhkan fitur baru dalam website, pengguna hanya perlu mencari plugin yang dibutuhkan.

Begitu Anda mengunduh plugin yang dibutuhkan dan memasangnya, plugin akan membuat kode asli WordPress berubah sesuai kebutuhan tanpa Anda harus mengubah kode software secara manual.

Jenis-Jenis Plugin WordPress

plugin adalah

Saat ini, ada setidaknya 59.457 ribu plugin WordPress yang dapat Sobat Aksara unduh dan pasang secara gratis. 

Anda dapat menemukan plugin tersebut di laman WordPress Plugins Directory atau langsung mencari plugin yang dibutuhkan melalui dashboard WordPress. 

Anda akan menemukan menu Plugins pada deretan sisi kiri dashboard.

Nah, plugin yang jumlahnya sangat banyak tersebut dikelompokan menjadi 6 jenis yang berbeda, yaitu:

1. Plugin SEO

WordPress memiliki berbagai plugin yang mampu membantu mengoptimal upaya SEO (Search Engine Optimization) website Anda. 

Plugin ini akan membantu Anda membuat artikel yang memenuhi kaidah SEO yang diterapkan oleh mesin pencari. 

Sehingga, kemungkinan website Anda untuk muncul di halaman awal mesin pencarian lebih tinggi. 

Beberapa plugin SEO yang cukup populer dipasang adalah: 

  • Yoast SEO (5+ juta pengguna dengan rating 5/5)
  • All in One SEO Pack (3+ juta pengguna dengan rating 4,5/5) 
  • Rank Math SEO (1+ juta pengguna dengan rating 5/5) 

2. Plugin Keamanan

Selanjutnya ada plugin keamanan yang berfungsi untuk melindungi website Anda dari serangan siber. 

 Plugin keamanan yang cukup populer digunakan dan memiliki rating yang bagus adalah:

  • Jetpack (5+ juta pengguna dengan rating 4/5)
  • Really Simple SSL (5+ juta pengguna dengan rating 5/5)
  • Wordfence (4+ juta pengguna dengan rating 4,5/5) 
  • iThemes Security All in One SEO Pack (1+ juta pengguna dengan rating 4,5/5) 
  • Loginizer (1+ juta pengguna dengan rating 5/5)

3. Plugin Backup

Seperti yang diketahui, adakalanya website mengalami gangguan hingga data-data di dalamnya terhapus begitu saja. 

Nah, kekhawatiran akan kehilangan data-data penting di dalam website dapat Anda halau dengan menggunakan plugin backup. 

Plugin backup yang direkomendasikan antara lain:

  • Jetpack  (5+ juta pengguna dengan rating 4/5)
  • UpdraftPlus (3+ juta pengguna dengan rating 5/5)
  • Duplicator (1+ juta pengguna dengan rating 5/5)

4. Plugin Anti Spam

Tidak semua komentar yang ditinggalkan pengunjung website merupakan hal-hal yang patut ditampilkan. 

Adakalanya pengunjung meninggalkan kata-kata kurang menyenangkan hingga melakukan spamming.

Untuk mengantisipasi hal seperti ini, Anda dapat memasang plugin Anti Spam antara lain:

  • Akismet Spam Protection (5+ juta pengguna dengan rating 4,5/5)
  • Jetpack (5+ juta pengguna dengan rating 4/5)
  • Antispam Bee (700.000+ pengguna dengan rating 5/5)

5. Plugin Booster Kecepatan Website

Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan muat website Anda, antara lain jumlah artikel, foto, video, gambar bergerak, dan lain sebagainya. 

Nah, kecepatan muat website ini ternyata juga sangat erat kaitannya dengan SEO. 

Jika kecepatan muat situs Anda tergolong lambat, dapat dikatakan upaya SEO belum maksimal dan sulit bagi website Anda untuk tampil dihalaman awal mesin pencari. 

Untuk itu, Anda dapat mencoba memasang plugin yang dapat memaksimalkan kecepatan muat website seperti:

  • Jetpack (5+ juta pengguna dengan rating 4/5)
  • WP Super Cache (2+ juta pengguna dengan rating 4,5/5)
  • W3 Total Cache (1+ juta pengguna dengan rating 4,5/5)
  • WPOptimize (1+ juta pengguna dengan rating 5/5)

6. Plugin Media Sosial

Untuk meningkatkan trafik pengunjung website, Anda dapat membagikan konten website ke platform media sosial.

Agar Anda dan Audiens sama-sama dapat membagikan konten website yang diinginkan ke media sosial dengan sekali klik, Anda dapat memasang plugin media sosial seperti:

  • Blog2Social (700.000+ pengguna dengan rating 4,5/5)
  • Social Media Share Buttons Popup & Pup Up Social Sharing Icons (200.000+ pengguna dengan rating 5/5)
  • Social Sharing Plugin (100.000+ pengguna dengan rating 4,5/5)

Plugin Gratis VS Plugin Premium

plugin adalah

Selain plugin yang dapat unduh dan pasang secara gratis, ada juga plugin premium yang dapat Anda gunakan setelah membayarkan sejumlah dana kepada pihak ketiga. 

Fungsi dari plugin premium bisa jadi lebih baik, sama saja, atau malah overrated. 

Yang perlu dipertimangkan saat akan memilih plugin gratis atau premium adalah:

1. Fungsi Fitur

Jika benar-benar tidak menemukan fitur yang diperlukan pada plugin gratis, barulah disarankan untuk menggunakan plugin berbayar.

2. Ketersediaan Bantuan

Jika Anda memiliki website besar dengan kerumitan tinggi, seperti e-commerce misalnya, plugin premium merupakan pilihan yang lebih tepat. 

Sebab plugin premium akan menawarkan bantuan dan pusat pelayanan 24 jam. 

Maka segala jenis error dapat ditangani oleh profesional dalam waktu cepat. 

Sedangkan plugin gratis umumnya tidak menyediakan layanan bantuan tersebut. 

Jika ada terjadi kesalahan, kita harus melakukan upaya perbaikan secara mandiri.

3. Ketersediaan Dokumentasi

Plugin premium selalu menyediakan file dokumentasi yang memuat berbagai informasi penting seperti cara konfigurasi, mengatasi error, memaksimalkan fungsi plugin dan lain sebagainya. 

Sedangkan plugin gratis biasanya tidak menyediakan dokumentasi secara resmi. 

Pengguna harus secara aktif mempelajari dan mencari informasi terkait plugin secara mandiri. 

Kesimpulan

Nah, kini dapat kita simpulkan bahwa plugin merupakan sebuah software tambahan yang berfungsi untuk mengoptimalkan daya kerja suatu program, aplikasi, maupun website. 

Untuk plugin website fungsi utamanya adalah untuk menyediakan fitur-fitur tambahan sehingga kinerja website menjadi optimal dan menghadirkan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi pengunjung. 

Walau begitu, tidak disarankan bagi Anda untuk memasang plugin secara berlebihan karena berpotensi memunculkan error dan menurunkan performa website. 

Oh iya, selain plugin, hosting dan nama domain turut berperan besar dalam mempengaruhi performa website Anda. 

Untuk itu, sangat disarankan agar Anda menggunakan nama domain premium dan memilih layanan hosting dengan uptime server 99,99% dan pelayanan selama 24/7.

Dengan begitu, website Anda mampu bersaing di halaman awal hasil pencarian dan menciptakan pengalaman terbaik bagi pengunjung. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.