Mengenal MySQL: Pengertian, Fungsi, & Cara Kerjanya

4 min read

MySQL adalah

Pernahkah Sahabat Aksara mendengar tentang MySQL?

Sebuah DBMS (Database Management System) populer yang telah diinstal oleh sekitar 6 juta orang, dengan total distribusi lebih dari 100 juta kali di seluruh dunia.

DBMS sangat penting keberadaannya agar para pengelola suatu aplikasi atau website dapat mengakses server database dan dapat memodifikasi berbagai data yang ada di dalamnya. 

Untuk mengenal lebih dalam apa itu MySQL, Anda bisa langsung menyimak artikel dibawah ini.

Apa Itu MySQL?MySQL adalah

MySQL adalah sebuah perangkat lunak (software) untuk mengelola database yang dikembangkan berdasarkan bahasa pemrograman SQL (Structured Query Language).

Walaupun dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, MySQL paling sering diasosiasikan dengan aplikasi website dan penerbitan online.

Nah, mari kita mulai dengan mengenal database. Database adalah berbagai macam data yang disimpan secara terstruktur di dalam server.  

Data tersebut bisa sekedar teks singkat, kumpulan foto, kumpulan video, password, username, hingga sejumlah informasi besar dalam jaringan perusahaan. 

Nah, untuk menambahkan, mengakses, dan memproses data yang tersimpan dalam database server, Anda membutuhkan sebuah sistem pengelolaan database, dan MySQL adalah salah satunya.

Dengan menggunakan MySQL, segala data di dalam database diatur dengan sistem relasi database atau RDBMS (Relational Database Management System). 

RDMS akan menyusun dan mengelompokkan data di dalam database berdasarkan kategori, ke dalam masing-masing tabel. Tiap tabelnya memiliki baris dan kolom seperti dalam spreadsheet. 

Kemudian, satu tabel dapat tersambung dengan tabel lain menggunakan sistem relationship one-to-one dan one-to-many.

Sehingga, saat suatu data spesifik dibutuhkan, Anda dapat menemukannya dengan lebih cepat. Apalagi jika Anda ingin mengubah data tersebut menjadi suatu informasi yang utuh.

Jika diibaratkan, RDBMS bagai menciptakan rak besar untuk masing-masing isinya. 

Rak bagian A untuk menyimpan berbagai jenis bintang. Kemudian rak bagian B untuk berbagai jenis bunga, bagian C untuk berbagai jenis kotak, bagian D untuk berbagai jenis jeruk, dan seterusnya.

Rak tersebut kemudian disusun rapi dalam sebuah ruangan lebar. 

Dengan begitu, ketika dibutuhkan, proses menemukan sebuah bunga berkelopak tiga dalam rak akan lebih cepat dibandingkan menemukan dari campuran tumpukan barang acak di sebuah ruangan besar.

Begitulah cara kerja RDBMS dalam MySQL. 

Ilustrasi MySQL

MySQL populer di kalangan programmer dan developer karena bersifat open source, dimana mereka dapat mengembangkan dan memodifikasi perangkat lunak ini dengan bebas secara gratis.

Perangkat lunak ini memiliki dua macam lisensi yaitu GNU General Public License (gratis) dan komersial.

Oh iya, cara yang benar untuk menyebutkan MySQL adalah “My Ess Que Ell” bukan “my sequel”.

Selain MySQL, ada juga perangkat lunak pengolah database lain dengan memiliki fungsi yang sama contohnya Oracle, PostgreSQL, Microsoft SQL Server, dan Redis.

Baca juga: Bahasa Pemrograman Populer yang Harus Anda Ketahui

Sejarah Singkat MySQL

MySQL adalah sebuah perangkat lunak yang mulai dibuat oleh perusahaan asal Swedia bernama MySQLAB pada tahun 1995 oleh Michael Widenius (Monty), David Axmark, dan Allan Larsson.

Tujuan utama dari penciptaan MySQL sendiri adalah untuk menyediakan sebuah perangkat lunak yang efisien dan terpercaya untuk mengelola data, baik bagi pengguna personal maupun profesional.

Sebenarnya, perangkat lunak ini telah digagas oleh Monty Wideus sejak tahun 1979 dengan nama UNIREG ketika ia masih bekerja untuk sebuah perusahaan kecil bernama TcX. 

Kemudian pada tahun 1996, MySQL versi 1.0 resmi diterbitkan, namun terbatas untuk sebuah grup saja. Baru pada bulan Oktober 1996, MySQL versi 3.11.1 diterbitkan untuk umum.

MySQL pada akhirnya menjadi sebuah software bersifat open source pada tahun 2000 dengan mengikuti aturan dari GNU General Public License.

Per 2001, perangkat lunak ini telah memiliki 2 juta pengguna aktif yang kemudian terus meningkat hingga angka 3 juta pengguna per 2002.

Sejarah Singkat
Source

Cara Kerja MySQL

Pada dasarnya, MySQL bekerja menggunakan struktur client-server. Client disini merupakan komputer yang terkoneksi ke sebuah server melalui jaringan internet.

Berikut gambaran cara kerja MySQL secara sederhana:

  1. MySQL akan membuat database untuk menyimpan dan memodifikasi data, dengan RDBMS untuk mendefinisikan hubungan tiap-tiap tabelnya.
  2. Client dapat membuat suatu perintah spesifik melalui GUI (Graphical User Interface).
  3. Apabila perintah dituliskan dengan tepat, Server akan merespon perintah Client dengan menampilkan informasi yang diminta di layar kaca komputer.

Cara Kerja

Disini, ada hal yang harus mendapat perhatian lebih, yaitu pemilihan MySQL GUI yang akan digunakan Client. 

Pasalnya, semakin ringan dan user-friendly GUI yang digunakan, proses pengelolaan data akan semakin cepat dan mudah.

Dewasa ini, MySQL GUI yang paling populer digunakan adalah MySQL Workbench, SequelPro, DBVisualizer, dan Navicat DB Admin Tool.

Untuk pengelolaan database website, GUI yang paling populer untuk digunakan adalah phpMyAdmin. 

Kelebihan MySQL

Bukan tanpa alasan MySQL menjadi perangkat lunak paling populer untuk mengelola database. Berikut rinciannya:

1. Open Source

Programmer dan developer dapat memodifikasi source code sesuai dengan kebutuhan dan keinginan tanpa membayar biaya apapun alias gratis. Ini merupakan kebebasan luar biasa yang ditawarkan oleh MySQL.

Apabila menghendaki untuk menggunakan MySQL tingkat advance, Anda tinggal meng-upgrade ke versi komersial. 

2. Fleksibel dan Mudah Digunakan

Struktur data pada MySQL fleksibel dan mudah digunakan, terutama untuk menangani ALter Table.

Statement atau perintah ALter Table digunakan untuk menambah, menghapus, atau mengubah kolom dan berbagai batasan dalam tabel yang sudah ada.

Kemudian, MySQL juga bersifat portable, dimana ia bisa dijalankan untuk mengolah database multi platform.

3. Performa Tinggi

MySQL menawarkan berbagai server cluster dan pengaturan untuk memastikan kelancaran akses.

Jadi, anda tidak perlu khawatir bila memiliki data besar dengan aktivitas tinggi seperti e-commerce atau jaringan perusahaan besar. 

MySQL akan tetap bekerja secara optimal dengan kecepatan tinggi. 

4. Keamanan Tinggi

Segala data yang Anda miliki tentunya merupakan aset yang sangat berharga dan memerlukan perhatian khusus. 

MySQL memiliki Access Privilege System dan User Account Management yang menjadikannya DBMS dengan keamanan tingkat tinggi.

Jadi, pengguna yang telah memiliki otoritas dapat memblokir ketika ada pihak asing yang mencoba mengakses server. 

Mereka pun tidak dapat kembali untuk mencoba memasuki server melalui perangkat yang sama.

Kemudian, Anda juga bisa memanfaatkan juga fitur verifikasi berbasis host dan enkripsi kata sandi agar pertukaran data penting seperti transaksi finansial berjalan aman.

Dengan fitur ini, semua tahapan verifikasi transaksi harus diselesaikan sekaligus. 

Jika ada satu tahapan yang mengalami kegagalan (contoh, salah ketik password saat konfirmasi terakhir), maka transaksi akan dianggap tidak valid. 

5. Proses Pemasangan Cepat

Dalam proses pemasangan MySQL, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit, tergantung model dan sistem yang Anda gunakan.

6. Terintegrasi dengan Bahasa Pemrograman Lain

Suatu aplikasi atau website dikembangakan dengan menggunkan bahasa pemrograman yang berbeda-beda. 

Dengan menggunakan MYSQL, Anda tidak perlu khawatir karena ia dapat diintegrasikan dengan berbagai bahasa pemrograman seperti .NET, Java, Phyton, dan Perl.

Hal ini menjadikan pembangunan sebuah sistem lebih mudah juga efektif.

7. Mendukung Multi User

MySQL dapat diakses oleh beberapa pengguna yang memiliki otoritas dalam waktu yang bersamaan. Hal ini memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam proses pengerjaan proyek kolaboratif.

8. Tidak Membutuhkan Hardware Spesifikasi Tinggi

Untuk menjalankan MySQL tidak dibutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi. 

Sehingga PC maupun laptop dengan spesifikasi rendah dan RAM kecil dapat menjalankan perangkat lunak ini dengan baik.

Baca juga: Penjelasan Lengkap CMS bagi Pemula

Kekurangan MySQL

Berikut beberapa kekurangan dari MySQL yang bisa menjadi pertimbangan Anda:

1. Kurang Populer di Kalangan Aplikasi Game dan Mobile

MySQL lebih populer digunakan untuk mengelola database website daripada untuk menciptakan game dan aplikasi lain dalam ponsel.

Pasalnya, MySQL dianggap kurang support terhadap pemrograman visual.

2. Technical Support Terbatas

Karena sifatnya yang open source, pengguna MySQL cenderung kesulitan dalam mendapatkan update dan solusi saat timbul suatu permasalahan dalam pengoprasiannya. 

Maka, perusahaan menengah ke atas dengan data berskala besar lebih memilih untuk menggunakan DBMS berbayar seperti Oracle.

Selain itu, masih ada juga opini yang menyatakan MySQL kurang kompeten untuk menangani pengolahan data yang sangat besar.

Penutup

Semoga artikel tentang MySQL dari Aksara Data Digital kali ini memberikan manfaat bagi Anda. Jika ingin menambahkan fakta-fakta menarik lain Anda bisa menuliskannya di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *