Model Bisnis Kanvas dan Tips Membuatnya

3 min read

Model Bisnis Kanvas

Model bisnis kanvas atau business model canvas akhir-akhir ini dianggap sebagai salah satu model bisnis yang sangat efektif dalam membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Model bisnis ini bahkan dapat digunakan oleh semua jenis sektor perusahaan atau startup.

Penerapan model bisnis ini dianggap mempermudah dalam menganalisis kekuatan serta kekurangan dalam proses berbisnis.

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan model bisnis kanvas?

Model Bisnis Kanvas

Model bisnis kanvas adalah sebuah kerangka untuk menggambarkan konsep, keuangan maupun infrastruktur perusahaan.

Kerangka tersebut berguna sebagai pedoman perusahaan untuk menjalankan strategi bisnis yang akan dijalankan.

Model bisnis ini diciptakan oleh Alexander Osterwalder, seorang pengusaha asal Swiss,  pada tahun 2005.

Sejak pertama kali diperkenalkan model bisnis ini cukup populer sebagai salah satu strategi manajemen yang kerap digunakan di kalangan para pelaku bisnis.

Selain itu, model bisnis ini juga kerap dipelajari oleh para mahasiswa.

Kepopuleran model bisnis kanvas ini sebab model bisnis ini dianggap sederhana serta mudah untuk dipahami.

Dalam model bisnis ini terdapat sembilan elemen penting guna mengembangkan bisnis.

Sembilan elemen tersebut telah dijelaskan oleh Alexander dalam bukunya yang berjudul “Business Model Generation.”

Berikut ini sembilan elemen penting dalam model bisnis kanvas yang wajib Sahabat Aksara ketahui.

9 Elemen Model Bisnis Kanvas

Alexander Osterwalder dalam bukunya mengenalkan sembilan elemen penting model bisnis kanvas sebagai berikut.

Elemen model bisnis kanvas
Sumber

1. Customer Segments

Dalam berbisnis, customer menjadi hal terpenting yang harus diperhatikan. Hal ini karena customer menjadi sumber pemasukan untuk perusahaan.

Elemen ini menggambarkan bahwa dalam berbisnis, hal pertama yang harus dilakukan oleh perusahaan yaitu menentukan segmentasi customer atau konsumen yang akan dituju.

Hal ini penting untuk dilakukan guna menghindari produk kurang atau tidak laku dijual di pasaran.

2. Value Propositions

Setelah membuat segmentasi konsumen, perusahaan harus menentukan nilai yang ingin perusahaan tawarkan kepada konsumen. 

Dalam elemen ini perusahaan dapat menjabarkan keunggulan produk yang membuat berbeda dengan kompetitor.

Selain itu, Alexander juga menjelaskan dengan elemen ini dapat diketahui perihal cara untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami konsumen saat bertransaksi atau dengan memberikan pelayanan terbaik untuk memuaskan konsumen.

3. Channels

Elemen yang ketiga yaitu channels. Hal yang dimaksud dengan channels adalah sarana untuk menghubungkan penjual dengan pembeli baik untuk promosi produk, pembelian produk, atau layanan lainnya.

Contoh dari pengaplikasian elemen ini seperti berikut.

Apabila Sahabat Aksara ingin membangun sebuah bisnis pakaian, Anda dapat memanfaatkan berbagai macam media sosial sebagai channels atau sarana untuk menampilkan katalog produk.

Sahabat Aksara juga dapat memanfaatkan berbagai macam marketplace yang telah tersedia guna memudahkan penjual dan pembeli dalam bertransaksi.

4. Customer Relationships

Elemen selanjutnya yaitu customer relationships. Dengan elemen ini perusahaan dapat terbantu dalam memilih strategi yang tepat untuk berinteraksi dengan konsumen maupun calon konsumen.

Misalnya, apabila Sahabat Aksara memiliki segmentasi konsumen atau calon konsumen usia remaja. Sahabat Aksara dapat menggunakan bahasa yang umumnya digunakan oleh kaum remaja saat berinteraksi dengan mereka.

5. Revenue Streams

Revenue Streams merupakan elemen untuk menggambarkan aliran pendapatan perusahaan. Dengan melihat elemen ini dapat diketahui perkiraan besaran pemasukan perusahaan.

Elemen ini harus dikelola dengan baik agar perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

6. Key Activities

Key activities adalah elemen yang menjelaskan berbagai aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai value propositions.

Key activities mencakup kegiatan-kegiatan dalam aktivitas bisnis untuk memuaskan konsumen, promosi produk atau jasa, pendistribusian produk, dan aktivitas bisnis lainnya.

7. Key Resources

Selanjutnya, key resources merupakan sumber daya yang diperlukan dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Sumber daya di sini bukan hanya sumber daya namun juga benda-benda mati yang mendukung aktivitas bisnis, misalnya, meja, komputer, dan lain sebagainya.

8. Key Partners

Elemen yang kedelapan adalah key partners. Key partners merupakan pihak yang bekerja sama dengan perusahaan untuk mencapai value propositions.

Sahabat Aksara dapat menjalin hubungan dengan perusahaan atau pihak lainnya dalam menjalankan bisnis agar value propositions yang ditawarkan dapat lebih cepat tercapai.

Apabila Sahabat Aksara menjalankan bisnis kuliner ayam goreng, maka Sahabat Aksara dapat menjalin kerja sama dengan supplier daging ayam yang siap memasok daging ayam segar setiap harinya.

9. Cost Structure

Elemen yang terakhir yaitu cost structure. Elemen ini berisi mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan.

Elemen-elemen yang termasuk dalam perhitungan cost structure yaitu key activities, key resources, dan channels.

Sembilan elemen dalam model bisnis kanvas tersebut sangat penting dan bermanfaat.

Manfaat Model Bisnis Kanvas

Berikut ini manfaat-manfaat yang dapat Sahabat Aksara rasakan jika menerapkan model bisnis ini.

1. Perencanaan Bisnis Singkat

Dengan menggunakan metode bisnis ini, Sahabat Aksara tidak perlu menulis perencanaan bisnis secara panjang.

Sahabat Aksara cukup mengisi penulisan perencanaan bisnis pada blok yang tersedia.

2. Mengurangi Resiko Keliru

Metode bisnis ini dijamin dapat mengurangi potensi kekeliruan dalam eksekusi bisnis.

Sahabat Aksara cukup mengikuti poin-poin pada blok yang telah dirancang tersebut.

3. Fokus Pada Poin Perencanaan

Selain itu, metode bisnis ini juga dapat membuat para pelaku bisnis bisa fokus pada poin-poin penting perencanaan bisnis perusahaan.

Tips Membuat Model Bisnis Kanvas

Setelah mempelajari pengertian model bisnis kanvas beserta elemen-elemen penting, dan manfaatnya, berikut ini kami sajikan tips untuk membuat perencanaan bisnis dengan model ini.

1. Pelajari Kompetitor

Pelajari kompetitor agar jangkauan pasar Anda bisa lebih luas dari pada kompetitor.

Dengan mempelajari aktivitas bisnis kompetitor, Anda juga dapat mengetahui keberhasilan atau penyebab kegagalan bisnis kompetitor.

2. Petakan Elemen

Petakan sembilan elemen dalam model bisnis kanvas tersebut sesuai prioritas bisnis yang Sahabat Aksara miliki. Anda juga dapat memetakan elemen dalam waktu tertentu.

3. Hubungkan Elemen

Hubungkan antarelemen dengan tepat supaya dapat saling mendukung. Elemen-elemen yang saling terhubung mendukung strategi perencanaan bisnis menjadi lebih matang.

4. Fokus Kondisi Sekarang

Tips selanjutnya yaitu fokus dengan kondisi saat ini. Sahabat Aksara harus fokus pada kondisi saat ini agar dapat menyusun strategi perencanaan bisnis dengan tepat.

5. Review

Jika sudah menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat lakukan peninjauan ulang.

Apabila Anda merasa model bisnis tersebut dirasa kurang, Anda bisa memperbaiki model bisnis kanvas yang telah dibuat agar bisa lebih baik lagi.

Penutup

Model bisnis kanvas bisa menjadi rekomendasi model bisnis untuk Anda terapkan. Sembilan elemen dalam model bisnis kanvas tersebut juga menjadi poin penting dalam penerapan model bisnis ini.

Demikianlah penjelasan mengenai model bisnis kanvas yang bisa Sahabat Aksara terapkan.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *