Jenis-jenis Website dan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui!

3 min read

jenis-jenis website

Website adalah sekumpulan halaman-halaman web yang berisi berbagai file; antara lain teks, gambar, video, dan audio.

Walaupun sekilas tampak sama, website ternyata di bagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan generasi, sifat, dan jenis kontennyaplatform, dan fungsinya.

Nah, bagi Sobat Aksara yang ingin membangun sebuah website, sangat penting bagi Anda untuk memahami perbedaan antara satu jenis website dengan yang lain.  

Sehingga Anda dapat mencapai tujuan yang diinginkan. 

Pada artikel ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap tentang jenis-jenis website untuk Anda! 

Jenis-Jenis Website Berdasarkan Generasinya

Pertama, Anda akan kami ajak untuk mengenali jenis website berdasarkan generasinya. Berikut kategorinya:

1. Web 1.0

Web 1.0 merupakan teknologi website yang pertama kali digunakan oleh situs pribadi. 

Web 1.0 sendiri merupakan website statis yang berfungsi sebagai penampil dan komunikasi di dalamnya hanya berjalan secara 1 arah. 

2. Web 2.0

Web 2.0 muncul pada pertengahan tahun 2003. 

Website jenis ini sudah mampu menjalankan fungsi komunikasi 2 arah. Contohnya adalah website media sosial dan website komunitas. 

3. Web 3.0

Web 3.0 merupakan jenis website tercanggih, dimana kontennya dapat dimengerti baik oleh komputer maupun manusia. 

Sehingga ketika manusia sebagai pengguna internet ingin mencari suatu informasi tertentu, mereka bisa memanfaatkan search engine

Bukan mencari informasi satu persatu pada setiap website yang ada. 

Selain itu, web 3.0 juga mampu memberikan penawaran tentang suatu informasi meskipun tidak diminta oleh pengguna internet. 

Jenis-Jenis Website Berdasarkan Platform Membuatnya

jenis-jenis webiste

Selanjutnya, pembagian jenis-jenis website juga dapat ditilik dari platform yang digunakan untuk mengembangkannya, yaitu:

1. HTML dan CSS

HTML dan CSS adalah platform dasar yang digunakan untuk membuat website sederhana.

Untuk dapat menggunakan platform ini, seseorang harus mahir dalam menggunakan bahasa pemrograman HTML dan CSS. 

2. CMS

CMS merupakan akronim dari Content Management System, sebuah platform yang dapat memudahkan seseorang dalam membuat website.

Dengan platform ini, seseorang tidak perlu menguasai bahasa pemrograman untuk dapat membangun dan memodifikasi website-nya. 

Untuk saat ini, WordPress merupakan CMS yang paling populer digunakan di dunia. 

3. Website Builder

Platform website builder menyediakan cara termudah bagi seseorang yang belum memiliki keterampilan dalam bahasa pemrograman maupun web design untuk membuat website baru.

Dengan website builder juga sudah menyediakan paket fundamental pembangun website seperti domain, hosting, hingga berbagai template website.  

Contoh dari website builder adalah Wix, Weebly, dan lain sebagainya. 

Jenis-Jenis Website Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, website dikategorikan menjadi dua jenis yang berbeda, yaitu website statis dan website dinamis. 

1. Website Statis

Website statis umumnya dibuat untuk jangka waktu yang panjang dengan konten yang  cenderung tidak mengalami perubahan alias konstan.

Jadi, pengunjungnya selalu mendapatkan konten yang sama dari hari-ke-hari maupun tahun-ke-tahun. 

Sekalinya terjadi perubahan, biasanya hanya dilakukan perubahan minor, seperti mengganti nama CEO, mengganti logo, atau kontak terbaru. 

Tampilan website statis juga tergolong lebih sederhana daripada website dinamis karena dibangun hanya menggunakan bahasa pemrograman HTML dan CSS secara tradisional. 

Website jenis ini biasanya digunakan untuk menampilkan profil perusahaan atau profil organisasi yang sifatnya tetap. 

2. Website Dinamis

Seperti namanya, website dinamis memiliki konten yang sifatnya selalu diperbarui. 

Pengguna dapat berinteraksi secara langsung dengan website melalui CMS untuk menambah, menghapus, atau memodifikasi konten. 

Sehingga pemiliknya tidak perlu memahami bahasa pemrograman untuk mengubah struktur kode dari web-nya untuk melakukan perubahan yang diinginkan. 

3. Website Interaktif 

Website interaktif merupakan situs dimana penggunanya dapat saling berinteraksi dengan leluasa. 

Sosial media merupakan salah satu contoh mudah untuk menggambarkan website interaktif. 

Jenis-Jenis Website Berdasarkan Kontennya

Selanjutnya, jenis-jenis website dibedakan berdasarkan konten yang diunggah di dalamnya, yaitu:

1. Website Pribadi 

Website pribadi umumnya berisi jurnal online yang memuat berbagai informasi yang selalu diperbarui secara rutin.

Ada yang menceritakan kehidupan sehari-hari, pengalaman liburan, restoran favorit, hingga resep spesial keluarganya. 

Konten umumnya disertai dengan foto-foto cantik atau video menarik. 

Bahasa yang digunakan dalam pembuatan blog pribadi cenderung kasual dan terdengar friendly.  

Untuk domainnya, website pribadi umumnya menggunakan nama pemiliknya atau nama favorit lain yang sifatnya personal.

Fungsi dari website pribadi sendiri adalah untuk media mengekspresikan diri. 

2. Website Portfolio

jenis-jenis website

Website portfolio merupakan website milik perseorangan yang berisi berbagai macam hasil kerja pemiliknya, layaknya sebuah hall of fame.

Yang memiliki website jenis ini biasanya para profesional atau freelancer. 

Mereka memanfaatkan website portfolio untuk membangun personal branding dan meyakinkan calon klien. 

3. Website Profesional 

Website profesional merupakan website milik perusahaan. 

Konten di dalamnya bersifat resmi dengan gaya bahasa yang cenderung baku. 

Secara umum, konten website perusahaan berisi informasi dasar perusahaan seperti sejarah terbentuknya perusahaan, layanan yang ditawarkan, sertifikat bergengsi, dan hal semacamnya. 

Website profesional berfungsi untuk branding dan untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Selain itu, website profesional kadang juga memiliki blog profesional di dalamnya. 

Blog ini berisi berbagai artikel informatif dengan tema pembahasan seputar bisnis yang dijalankan perusahaan. 

Baca juga: Perbedaan Blog dan Website yang Harus Anda Ketahui

4. Website Afiliasi

Website afiliasi adalah website yang digunakan para afiliator untuk mengunggah link affiliasi agar mereka mendapatkan keuntungan dari produk atau jasa yang dijualnya. 

Website afiliasi bisa berisi sederet tautan aktif  seperti di bawah ini:

jenis-jenis website

Selain konten dalam bentuk daftar tautan aktif, tautan juga dapat disisipkan dalam sebuah artikel. 

Jadi, website afiliasi ini memiliki blog yang secara rutin diperbaharui kontennya, agar pengunjung tertarik untuk membeli dari tautan yang disediakan saat/setelah membaca artikel. 

5. Website E-commerce

Website e-commerce atau yang lebih dikenal dengan sebutan toko online ini menampilkan berbagai produk atau jasa yang dijual oleh suatu perusahaan atau perseorangan. 

6. Website Organisasi 

Website organisasi merupakan website milik suatu organisasi nirlaba baik milik pemerintah maupun swasta. 

Website jenis ini umumnya memiliki konten seputar visi-misi organisasi, sosialisasi program kerja, laporan kegiatan, dan lain sebagainya. 

Selain dari kontennya, website organisasi biasanya dapat dikenali dari ekstensi domainnya yaitu .ORG atau .OR.ID.

7. Website Entertainment

Website entertainment dapat dilihat dari kontennya yang bersifat ringan dan renyah. 

Umumnya informasi di dalam website entertainment mengulas tentang hal-hal aktual, unik, dan menarik. 

Contohnya kabar terbaru dari seorang aktor terkenal, liputan konser terkini, pembahasan zodiak, dan lain sebagainya.

8. Website Media Massa

Kami pastikan Anda dapat langsung mengenali website jenis ini, sebab ia berisi berbagai berita terkini baik berita lokal maupun internasional. 

9. Website Media Sosial 

Website media sosial merupakan salah satu yang paling digandrungi oleh pengguna internet. 

Kontennya berupa foto, video, infografis, memes, dan lain sebagainya yang dapat disertai dengan caption menarik. 

Selain sebagai wadah untuk mengekspresikan diri, website media sosial juga dapat difungsikan untuk menjalankan bisnis. 

Jenis Website Apa yang Ingin Anda Buat?

Ada banyak jenis website yang dapat dipilih, Sobat Aksara tinggal menyesuaikan pilihan dengan tujuan pembuatan website. 

Setelah menentukan jenis website, Anda perlu menentukan nama dan ekstensi domain yang akan digunakan. 

Penentuannya juga tidak boleh asal-asalan, sebab nama domain dan ekstensi domain populer akan mencerminkan citra dan dalam bidang apa website Anda bergerak.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *