Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.

Ingin Membuat Website? Kenali Jenis Ekstensi Domain Berikut

3 min read

JENIS EKSTENSI DOMAIN

Salah satu komponen penting dalam sebuah website adalah domain. Mungkin Sobat Aksara sudah pernah mendengarnya, atau bahkan sudah pernah memilikinya.

Namun, tahukah Anda mengapa domain begitu penting sehingga bisa dikatakan sebagai komponen wajib dalam website?

Bila ditelusuri lebih dalam, di dalam domain sendiri juga terdapat bagian domain yang mungkin juga sudah tidak asing lagi di telinga Anda, yaitu ekstensi domain.

Biasanya, ekstensi domain ditulis tepat di belakang nama domain setelah tanda titik, contohnya .com, .id, .net, dan masih banyak lagi.

Nah, pada artikel ini, Sobat Aksara akan dijelaskan secara detail mengenai domain, mulai dari pentingnya domain pada sebuah website, hingga jenis-jenis ekstensi domain.

Jadi, pastikan Anda membaca artikel ini hingga selesai, ya!

Mengenal Domain Lebih Jauh

Bisa dibilang, domain ini seperti alamat rumah agar siapa saja yang mengetahuinya bisa mengunjungi rumah tersebut.

Begitu pula pada website, ketika alamatnya sudah diketahui oleh banyak orang, maka kunjungan website juga akan meningkat.

Nah, domain adalah sebuah alamat yang dapat ‘mengantarkan’ pengguna untuk ‘sampai’ di sebuah website.

Sebetulnya, penggunaan domain adalah sebagai pengganti alamat IP sebuah website.

Jadi, sebelum ada istilah domain, Anda harus menggunakan alamat IP untuk mengakses sebuah website.

Masalahnya, di internet sendiri terdapat jutaan website dan Anda tidak mungkin untuk menghafalkan alamat IP tiap-tiap website.

Maka dari itu, dengan adanya domain ini, Sobat Aksara lebih mudah untuk menghafalkan aksaradata.id alih-alih 103.28.12.57.

Selain itu, masih ada bagian domain yang tak kalah pentingnya, lho.

Bagian yang dimaksud adalah ekstensi domain yang juga sempat kami bahas di awal artikel ini.

Sederhananya, top-level domain atau ekstensi domain adalah sebuah penguat identitas nama domain Anda.

Misalnya .sch.id, artinya website dengan ekstensi domain tersebut merupakan jenis website sekolah yang berasal dari Indonesia.

Nah, ekstensi domain memiliki jenis yang beragam. Terdapat ratusan ekstensi domain yang masing-masing dapat merepresentasikan identitas sebuah website.

Pemilihan ekstensi domain yang sesuai memungkinkan pengguna yang baru melihat URL website Anda sudah tahu jenis website Anda bahkan sebelum mereka membukanya.

Dengan demikian, ekstensi domain secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan branding website Anda, kan?

Agar Sobat Aksara semakin paham, coba simak pembahasan jenis-jenis ekstensi domain di bawah ini, ya!

Baca Juga: Domain .ORG: Fungsi, Keuntungan, dan Cara Pembuatannya

Jenis-Jenis Ekstensi Domain

Dari ratusan ekstensi yang ada saat ini, semuanya diklasifikasikan dalam tiga jenis ekstensi domain berikut:

1. Generic Top-Level Domain (gTLD)

Sesuai namanya, generic top-level domain adalah jenis ekstensi domain yang dapat digunakan oleh pengguna umum (generic) secara bebas, tanpa syarat apapun.

Beberapa contoh gTLD adalah:

  • .com
  • .net
  • .org
  • .xyz
  • .website
  • .store
  • .tech
  • .cafe
  • .digital
  • .world

Sebenarnya, masih ada banyak daftar jenis domain yang termasuk dalam gTLD, tetapi kami hanya menyebutkan beberapa contohnya saja.

Untuk melihat daftar jenis ekstensi domain secara lengkap, Anda bisa mengakses tautan IANA berikut ini.

Menurut data W3Techs, ekstensi .com menjadi yang paling populer karena sudah digunakan oleh 52.1% website di internet.

Jadi, tidak heran bila Anda menemukan website dengan ekstensi .com ketika mencari sebuah informasi.

2. Country Code Top-Level Domain (ccTLD) 

Country code top-level domain merupakan jenis ekstensi domain yang merepresentasikan website yang berasal dari negara tertentu.

Setiap negara memiliki kode ISO 3166-1 yang dituliskan dengan dua huruf. Berikut adalah contoh daftar domain dengan ekstensi ccTLD:

  • .fr (Perancis)
  • .it (Italia)
  • .th (Thailand)
  • .vn (Vietnam)
  • .id (Indonesia)
  • .my (Malaysia)
  • .sg (Singapura)
  • .uk (Inggris), dan sebagainya.

Beberapa jenis ccTLD .id seperti .co.id, .sch.id, ac.id membutuhkan beberapa syarat khusus untuk pendaftarannya, jadi tidak sembarang pengguna dapat memiliki domain tersebut.

Nah, jenis ekstensi domain ccTLD ini secara umum memang memiliki persamaan dengan gTLD, hanya saja ada beberapa perbedaan yang mungkin belum Sobat Aksara ketahui.

Perbedaan itu adalah performa pencarian yang dihasilkan, di mana domain ccTLD akan sangat berpengaruh pada hasil pencarian lokal.

Misalnya, para pengguna yang berasal dari Indonesia yang mencari informasi berbahasa Indonesia akan menemui situs yang menggunakan domain .id dibanding domain gTLD populer lainnya.

Hal ini bisa terjadi karena domain yang berasal dari Indonesia didahulukan untuk dimunculkan di hasil pencarian terhadap konten-konten berbahasa Indonesia.

Namun, bila Anda memiliki website yang menggunakan domain .id kemudian menargetkan audiens internasional, website Anda mungkin akan ‘kalah’ populer dibanding website yang menggunakan domain gTLD populer.

Satu hal yang perlu Anda ingat, penggunaan domain gTLD tidak akan membuat performa visibilitas selalu kalah dibanding domain ccTLD seperti .id.

Bila konten Anda lebih berkualitas, bukan tidak mungkin website Anda bisa lebih unggul dibanding website lain yang menggunakan ccTLD.

3. Sponsored Top-Level Domain (sTLD)

Dari kedua jenis domain di atas, sTLD menjadi ekstensi domain yang paling unik karena tidak sembarang pengguna dapat menggunakan ekstensi domain ini, kecuali bagi para anggota sebuah organisasi atau entitas yang memiliki industri tertentu.

Beberapa contoh ekstensi sTLD adalah: 

  • .aero
  • .asia
  • .cat
  • .coop
  • .edu
  • .gov
  • .int
  • .jobs
  • .mil
  • .mobi
  • .tel
  • .travel
  • .xxx

Baca Juga: Kabar Baik! Aksara Data Berhasil Jadi Registrar Domain Terakreditasi ICANN

Manakah Ekstensi Domain Terbaik?

Setelah mempelajari apa saja ekstensi domain yang ada saat ini, pasti Sobat Aksara bertanya-tanya, manakah ekstensi domain yang terbaik di antara ratusan daftar yang ada?

Jawabannya adalah…Tergantung.

Sebuah ekstensi domain bisa dibilang terbaik apabila sesuai dengan jenis, isi konten, dan target audiens Anda.

Jadi, ketika Anda memiliki sebuah blog pribadi yang sebagian target audiensnya orang Indonesia, menggunakan domain .id, .com, atau .my.id bukanlah menjadi masalah, alih-alih menggunakan .store, atau .cafe.

Bila pemilihan nama domain sudah tepat dan baik, tetapi tidak diimbangi dengan penentuan ekstensi domain, maka dapat dipastikan alamat website Anda jauh dari kata ideal.

Intinya, Sobat Aksara harus pintar-pintar dalam menentukan ekstensi domain yang akan dipilih.

Seperti yang sudah kami bahas di awal, bahwa ekstensi domain merupakan penguat identitas sebuah website, jadi pastikan identitas website Anda jelas, ya.

Dengan begitu, branding website Anda dapat semakin baik potensi untuk mendapatkan kunjungan sangat tinggi.

Nah, sekarang Sobat Aksara sudah tahu, kan pentingnya domain dan ekstensinya pada sebuah website?

Bila tidak ada domain, mungkin sekarang tidak banyak yang mengakses informasi melalui web karena sulit untuk menghafalkan alamat IP tiap-tiap website.

Itulah sedikit pembahasan mengenai jenis-jenis ekstensi domain yang mungkin belum banyak diketahui oleh Sobat Aksara.

Untuk mendapatkan artikel lain khususnya tentang domain, Anda bisa memantau blog Aksara Data karena kami akan memberikan informasi penting mengenai domain, website, hingga bisnis online.

Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.