Jordy Prayoga He enjoys creating clear and helpful content. In his free time, he loves to hike.

12 Jenis Domain .ID dan Peruntukannya yang Harus Diketahui!

5 min read

JENIS-JENIS DOMAIN .ID

Domain .id menjadi alamat resmi untuk seluruh website yang berasal dari Indonesia. Dalam perkembangannya, domain .id terbagi menjadi beberapa macam atau jenis.

Setiap jenisnya memiliki peruntukannya masing-masing. Dengan begitu, Sobat Aksara dapat memilih salah satu di antaranya dengan menyesuaikan kebutuhan website Anda.

Pada dasarnya, domain .id dapat digunakan untuk beberapa jenis kebutuhan website, seperti blog pribadi, toko online, website perusahaan, dan sebagainya.

Namun, jenis-jenis domain .id memiliki ekstensi yang bisa dikatakan lebih spesifik sesuai kebutuhan penggunanya.

Lantas, apa saja macam-macam domain .id? Berikut ulasan lengkapnya!

12 Jenis Domain .ID Beserta Peruntukannya!

Ada berbagai jenis domain .id yang bisa Anda pelajari berikut ini. Setiap jenisnya memiliki peruntukannya masing-masing.

Dengan begitu, Sobat Aksara dapat menggunakan salah satu domain .id di bawah ini dengan mengacu pada kebutuhan website Anda, sehingga website terlihat lebih relevan.

1. .co.id

Jenis domain .id yang pertama adalah .co.id. Domain ini banyak digunakan oleh website milik beberapa bank besar, seperti BRI, BCA, Mandiri, dan sebagainya.

Selain itu, ada McDonalds Indonesia hingga Mazda yang juga menggunakan domain ini. Bisakah Anda menebak apa dan diperuntukan untuk siapa domain .co.id ini? 

Nah, domain .co.id ini adalah domain yang sebenarnya disediakan untuk bisnis, badan usaha, atau perusahaan yang tercatat secara resmi.

Untuk mendaftarkannya pun, Sobat Aksara memerlukan beberapa syarat, seperti salah satu dari NIB/TDP/AKTA/NPWP/surat Izin yang setara, KTP/Paspor, dan sertifikat merek (bila ada).

Jadi, individu atau siapa saja yang tidak bisa memenuhi syarat di atas tidak dapat mendaftarkan domain .co.id.

2. .ac.id

Domain .ac.id pasti sudah bukan hal yang asing lagi terutama bagi para audiens yang menjadi mahasiswa, dosen, dan sejenisnya.

Pasalnya, website yang dapat menggunakan domain ini hanyalah kalangan institusi perguruan tinggi, institut, dan sejenisnya.

Ya, domain .ac.id adalah domain yang secara khusus diperuntukkan bagi website perguruan tinggi.

Syarat pendaftaran domain .ac.id pun juga tidak semua orang memilikinya, yakni SK Pendirian Lembaga dari Kementerian/lembaga yang berwenang sesuai Peraturan Perundangan, SK Rektor atau Pimpinan Lembaga, dan KTP/Paspor pendaftar.

3. .or.id

Ekstensi domain .or.id menjadi jenis domain .id yang ketiga. Nama OR berasal dari kata organisasi.

Maka dari itu, domain ini sudah sangat jelas diperuntukkan bagi website organisasi. Adapun website yang menggunakan domain .or.id adalah MUI, Muhammadiyah, Pramuka Indonesia, dan masih banyak lagi.

Kalau Anda belum tahu, domain .or.id adalah versi Indonesia dari domain .org yang tergabung dalam gTLD.

Nah, syarat agar dapat mendaftarkan domain .or.id adalah Akta Notaris atau SK organisasi ybs., KTP/Paspor.

4. .sch.id

Melihat singkatan dari SCH, pasti yang terlintas di benak Anda adalah kata school. Tepat sekali, domain .sch.id memang kerap dijumpai dipakai oleh website-website sekolah karena memang diperuntukkan bagi lembaga pendidikan formal (TK-SMA).

Sama seperti domain bersyarat lainnya, siapa saja yang tidak memiliki syarat di atas tentu juga tidak dapat menggunakan domain .sch.id.

5. .go.id

Jenis domain .id yang kelima adalah .go.id. Bila diperhatikan, domain ini kerap dijumpai pada website-website milik pemerintah.

Sebab, domain ini memang secara khusus diperuntukkan bagi Instansi Penyelenggara Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik pusat maupun daerah.

Beberapa contoh website yang menggunakan domain .go.id adalah BUMN, PEMKOT DIY, Kemlu RI, dan sebagainya karena .go.id sendiri berarti government of Indonesia.

Nah, untuk syarat dan prosedur pendaftaran domain .go.id, Sobat Aksara dapat membaca lebih lanjut pada artikel Domain GO.ID: Pengertian, Fungsi, & Peraturan Pemakaiannya berikut.

6. .my.id

Selanjutnya, Sobat Aksara mungkin juga sudah mulai banyak menemukan website yang menggunakan domain .my.id ini.

Dibandingkan lima domain sebelumnya, domain my.id bisa dikatakan lebih longgar dalam hal pendaftarannya.

Pasalnya, siapa saja dapat memiliki domain ini secara bebas tanpa syarat khusus. Ditambah lagi, harga domain my.id jauh lebih murah bahkan jika dibandingkan dengan domain terpopuler, yakni .com.

Lalu, kebutuhan website seperti apa yang ideal untuk menggunakan domain my.id? Anda bisa menggunakan domain ini untuk kebutuhan sederhana, misalnya blog pribadi, website portofolio, atau seandainya memungkinkan juga dapat dipakai untuk website bisnis.

Bila Anda masih bingung mengenai maksud dari my.id, artinya bisa dua, yakni my identity atau juga my international domain.

Jadi, walaupun murah, domain ini cukup fleksibel dalam hal memenuhi kebutuhan alamat website Anda.

7. .web.id

Hampir sama dengan .my.id, domain .web.id adalah alamat website yang bisa Anda gunakan untuk membuat blog pribadi, website bisnis, toko online, dan sebagainya.

Arti dari WEB adalah website. Jadi, Anda memang dibebaskan untuk menggunakan domain ini untuk berbagai jenis website.

Namun, untuk mendaftarkannya, Sobat Aksara memerlukan beberapa syarat khusus yakni kartu identitas (KTP/Paspor).

8. .biz.id

Domain .biz.id adalah domain versi Indonesia dari .biz. Dilihat dari namanya, domain ini sangat jelas sangat ideal untuk merepresentasikan bisnis yang berasal dari Indonesia.

Jadi, meskipun Anda dapat menggunakan my.id atau web.id sekalipun, tetapi .biz.id terlihat lebih relavan untuk website bisnis.

Untuk harganya sendiri, PANDI telah menurunkan harga domain .biz.id dari yang semula Rp55.000 menjadi Rp10.000 saja, dan pendaftarannya pun juga tidak membutuhkan syarat apa pun. 

Tujuan PANDI menurunkan harga domain ini adalah agar pengguna domain .id khususnya .biz.id semakin banyak yang mendaftarkannya.

9. .net.id

Domain .net.id sekilas memang sangat mirip dengan .net. Namun, yang membedakan adalah domain .net.id adalah alamat website yang secara khusus diperuntukan bagi website yang bergerak di bidang teknologi (jaringan) dari Indonesia.

Agar bisa menggunakan domain ini, Anda harus memiliki Surat Izin Prinsip/Penyelenggaraan Usaha Bidang Telekomunikasi dari kementerian yang membidangi Komunikasi dan Informatika, serta KTP/Paspor. 

Sebaliknya, domain .net yang notabene tergabung dalam gTLD tidak membutuhkan syarat khusus.

10. .desa.id

Dengan mengetahui alamat .desa.id, maka sudah sangat jelas bahwa domain diperuntukkan untuk website desa yang ada di Indonesia.

Bagi desa, website sangat diperlukan untuk memberikan informasi yang akurat, serta sebagai media promosi desa agar lebih dikenal secara luas.

Dengan berkembangnya teknologi, website pun kini dapat dimiliki oleh siapa saja, termasuk desa yang bahkan sudah memiliki domain khusus.

Sudahkah desa Anda memiliki website sendiri?

11. .mil.id 

Domain .mil.id adalah domain yang peruntukannya sangat terbatas, yakni bagi satuan militer Indonesia.

Sangat jarang website yang menggunakan domain ini, seperti website milik Tentara Nasional Indonesia.

Jadi, bila Anda berkeinginan menggunakan domain ini untuk website dengan kebutuhan lain, maka sudah dipastikan mustahil untuk bisa mendapatkannya.

12. .ponpes.id

Jenis domain .id yang terakhir adalah .ponpes.id. Jika melihat website dengan domain ini, Anda pasti sudah bisa menebak bahwa itu adalah website pondok pesantren.

Sebetulnya, pondok pesantren bisa saja menggunakan domain .com atau .id, tetapi domain .ponpes.id dapat meningkatkan branding website pondok pesantren, layaknya sekolah yang juga memilih domain .sch.id, atau universitas yang menggunakan .ac.id.

Untuk mendaftarkan domain .ponpes.id, Sobat Aksara perlu memenuhi beberapa syarat khususnya, yakni SK pimpinan Pondok Pesantren atau Pimpinan Lembaga dan KTP/Paspor.

Itulah ulasan jenis-jenis domain .id yang sebaiknya Anda ketahui. Apabila Sobat Aksara telah membaca ulasan dari 12 jenis domain .id di atas, pasti Anda sudah mengetahui bahwa beberapa di antaranya memerlukan syarat khusus untuk mendaftarkannya.

Lalu, mengapa untuk mendaftarkan sebagian jenis domain .id harus membutuhkan syarat, sementara domain populer seperti .com pun bisa didaftarkan secara bebas?

Mengapa Sebagian Jenis Domain .ID Memerlukan Syarat Khusus?

Alasan utama mengapa beberapa jenis domain .id (atau domain lainnya) memerlukan syarat khusus adalah agar dapat menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Seperti diketahui, banyak kejahatan siber dengan modus penipuan menggunakan website dengan menyamar sebagai pihak yang legal atau resmi, padahal penjahat siber sudah merancang website semirip mungkin dengan aslinya, mulai dari nama dan tampilannya.

Dalam konteks tersebut, Google juga lebih memprioritaskan domain yang menggunakan syarat khusus untuk mendapatkan posisi teratas pada mesin pencarian.

Sebagai contoh, Anda bisa mengetikkan “Bank BRI” maupun “Bank Mandiri” pada mesin pencarian. 

Maka website yang muncul paling atas adalah website yang menggunakan domain .co.id, alih-alih .com, .net, dan sebagainya.

Kesimpulannya, domain yang menggunakan syarat khusus menjadi sinyal bahwa domain tersebut memiliki tingkat eksklusivitas yang lebih tinggi dari domain yang tidak membutuhkan syarat, dalam hal ini adalah untuk menghindari tindak penyalahgunaan.

Namun, bukan berarti domain umum (tanpa syarat khusus) tidak berkualitas ya, Sobat Aksara.

Jadi, Mana Domain yang Jadi Pilihan Anda?

Domain .id memang diperuntukkan bagi seluruh website yang berasal dari Indonesia. 

Jadi, untuk menargetkan audiens Indonesia, menggunakan domain .id adalah pilihan yang sangat ideal.

Selain .id, Sobat Aksara juga dapat menggunakan beberapa turunan jenis domain .id yang memiliki keunikannya masing-masing.

Nah, dari semua macam-macam domain .id di atas, mana yang menjadi pilihan Sobat Aksara? 

Apa pun pilihan Anda nantinya, pastikan untuk segera mendaftarkannya sebelum didaftarkan oleh orang lain, ya!

Silakan kunjungi tautan daftar domain berikut, atau dengan mengklik tombol di bawah ini.

Daftarkan Domain Anda di Sini!

Selain untuk membuat website, Anda juga bisa membeli domain untuk dijual kembali, atau istilahnya reseller domain.

Menjadi reseller domain bisa menambah pendapatan Anda karena pekerjaan ini bisa dilakukan secara fleksibel.

Nah, kalau Sobat Aksara tertarik untuk menjadi reseller domain, Anda juga bisa bergabung pada platform reseller domain milik Aksara Data, lho!

Gabung Jadi Reseller Domain!

Sudah siap raih keuntungan berlipat dengan bisnis domain?

Jordy Prayoga He enjoys creating clear and helpful content. In his free time, he loves to hike.