Internet of Things (IoT): Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

5 min read

Internet of Things (IoT) Pengertian, Cara Kerja & Contohnya

Sahabat Aksara pasti pernah melihat film berlatarkan sebuah smart city yang tampak sangat futuristik, baik dari model bangunannya maupun kemampuan teknologinya.

Dalam film tersebut digambarkan ada lampu yang bisa diatur kecerahannya dari jauh, pembayaran tanpa kontak, mobil yang dapat melaju tanpa pengemudi, dan lain sebagainya.

Nah jika Sahabat Aksara perhatikan, saat ini peradaban manusia perlahan telah memasuki fase serba canggih tersebut.

Dan semua itu dapat terwujud berkat adanya Internet of Things.

Internet of Things adalah teknologi yang mampu mengubah benda maupun mesin biasa menjadi smart device.

Untuk mengenali Internet of Things lebih lanjut, langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Internet of Things? 

Internet of Things adalah
Sumber: Freepik/ vectorjuice

Internet of Things adalah teknologi komunikasi yang memungkinkan berbagai perangkat (things) yang disisipi — sensor, software, artificial intelligence, dan teknologi lain — agar dapat saling terhubung dan bertukar data melalui jaringan internet.

Perangkat yang dapat dipasangi teknologi IoT sangat beragam, mulai dari peralatan rumah tangga biasa hingga mesin-mesin industri yang canggih.

Maka, teknologi komunikasi pintar ini juga disebut sebagai M2M atau Machine-to-Machine.

Nah, dalam teknologi internet of things, manusia berperan sebagai pengelola atau user.

Contoh IoT yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita adalah handphone.

Dulunya, handphone hanya berfungsi untuk berkomunikasi jarak jauh melalui pesan suara dan tulisan.

Kini dengan terkoneksinya handphone dengan internet, ia menjelma menjadi sebuah smartphone — telepon pintar yang mampu melakukan banyak hal.

Mulai dari sebagai alat pembayaran tanpa kontak, remote control untuk AC, mesin pencarian suara, dan lain sebagainya.

Tapi, tahukah Anda apa perangkat pertama yang terkoneksi dengan internet menggunakan teknologi IoT? 

Jawabannya adalah pemanggang roti!

Ya, pemanggang roti!

Cukup tak terduga bukan?

Hal tersebut terjadi akibat pemikiran kreatif dari dua orang pria pada tahun 1989 bernama John Romkey dan Siman Hackett.

Mereka mengkoneksikan sebuah pemanggang roti ke dalam jaringan internet agar benda tersebut dapat bekerja sesuai komando dari perangkat komputer.

Kala itu konsep IoT dikenal dengan sebutan “embedded internet” atau “pervasive computing”.

Istilah “Internet of Things” baru dicetuskan pada tahun 1999 oleh Kevin Ashton dari MIT setelah peluncuran teknologi RFID (Radio-Frequency Identification).

Dimana teknologi RFID masih memanfaatkan frekuensi radio secara jarak jauh.

RFID kemudian dikembangkan dengan memanfaatkan IP (Internet Protocol) dalam jaringan smart object pada tahun 2008.

Kemudian inovasi semakin berkembang pada tahun 2011 dengan pemanfaatan IPv6 yang mampu memberikan informasi identitas dan lokasi perangkat dalam jaringan internet.

Hingga saat ini, teknologi Internet of Things terus mengalami perkembangan dan diprediksi akan semakin stabil dan dapat digunakan secara luas. 

Menurut Oracle, saat ini telah ada 7 milyar perangkat yang terhubung dengan IoT. 

Dan para ahli memperkirakan akan ada 22 milyar perangkat yang terhubung dengan IoT pada tahun 2025.

Sedangkan menurut Intel, 70% perusahaan akan mengolah data menggunakan IoT pada tahun 2023.

Dan pada tahun 2025, diperkirakan 55% dari semua data akan dihasilkan oleh IoT.

Prediksi Penggunaan IoT

Cara Kerja Internet of Things

Dalam proses kerja IoT, ada tiga hal yang terlibat yaitu perangkat, konektivitas internet, dan cloud data center.

Kemudian, secara sederhana berikut merupakan tahapan cara kerja Internet of Things:

1. Pengumpulan Data

Sensor dalam perangkat yang dipasangi IoT akan mengumpulkan data dan beraksi sesuai data yang terkumpul berupa perubahan temperatur, suara, sentuhan, dan lain sebagainya.

Data tersebut kemudian dikirimkan ke cloud data center melalui jaringan internet.

2. Pemrosesan Data

Data kemudian akan diproses oleh software untuk menentukan tindakan apa yang harus dilakukan oleh perangkat. 

3. Eksekusi

Setelah software pengolah selesai melakukan kalkulasi, perintah tindakan akan kembali dikirimkan via internet.

Perangkat pun akan melakukan aksi sesuai keputusan software.

Contohnya dengan otomatis menyalakan musik setelah sensor mendeteksi perintah suara atau mengirimkan notifikasi kebakaran ke smartphone setelah sensor mendeteksi adanya asap.

Manfaat Internet of Things

Internet of Things adalah
Sumber: Freepik/ freepik

Dalam beberapa tahun terakhir, IoT telah menjadi salah satu teknologi yang paling penting pada abad 21.

Sebab Internet of Things adalah teknologi yang membuat seamless communication dapat berlangsung antara manusia, proses, dan prangkat. 

Berikut penjelasan tentang manfaat Internet of Things secara lebih rinci:

1. Mempermudah Konektivitas

Seluruh perangkat yang dipasangi teknologi IoT tentu akan lebih mudah terhubung antara satu dan yang lainnya.

Ketika sudah terhubung, pertukaran data, pemberian komando, dan lain sebagainya dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus menginput satu-persatu secara manual pada tiap-tiap perangkat.

Pemantauan akan kinerja perangkat pun dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki akses dari tempat manapun tanpa terhalang batas dan waktu.

2. Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Kerja

Berbeda dengan manusia yang membutuhkan istirahat, mesin dapat bekerja selama 24 jam dengan mengandalkan low-power sensor technology dan AI (Artificial Intelligence).

Dengan Internet of Things, parameter kerja mesin pun dapat diatur dan dipantau dari jarak jauh oleh user yang bertanggung jawab.

Hal tersebut jelas sangat menguntungkan karena menghemat tenaga, waktu, dan biaya produksi. 

Hasil kerja yang disuguhkan oleh perangkat IoT pun minim kesalahan dan tercatat dengan rinci secara otomatis.

Sangat memudahkan pihak manajemen untuk menyusun perencanaan dengan lebih cepat dan tepat.

3. Meningkatkan User Experience

IoT tentu akan membuat user terpukau karena kemudahan, kecepatan, dan kepintarannya.

Penggunaan IoT di mesin kopi sebuah coffee shop akan menarik pelanggan untuk menikmati smart self-service experience.

IoT di swalayan akan membuat proses pembayaran pelanggan lebih praktis tanpa harus mengeluarkan dompet atau melakukan tarik tunai.

Sedangkan, teknologi IoT di suatu perusahaan akan membuat karyawan lebih mudah, cepat, dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Baca juga: NFC pada Smartphone: Semua Jadi Lebih Praktis!

Contoh Penggunaan Internet of Things 

Internet of Things (IoT)
Sumber: Freepik/ freepik

Nah, pemanfaatan Internet of Things tentunya tidak hanya berhenti pada smartphone, banyak perangkat lain yang menjadi lebih pintar dan mempermudah kehidupan manusia. 

Berikut beberapa contoh penerapan IoT:

1. IoT dalam Kehidupan Sehari-hari

Sekarang sudah banyak rumah dengan konsep smart house dengan memanfaatkan IoT. 

Pemilik rumah dapat memantau dan mengatur rumah dari jarak jauh melalui jaringan internet seperti yang dulu hanya dapat kita lihat di film-film.

Ada lampu pintar, monitor polusi ruangan, monitor bayi, penyiram rumput otomatis, kunci pintu digital, dan hal lain yang bisa Anda atur dari mana saja melalui ponsel pintar atau device khusus.

Perangkat di dalam rumah juga dapat diatur tanpa Anda perlu bergerak sama sekali dengan memanfaatkan IoT.

Contohnya menyalakan musik dengan perintah suara melalui digital personal assistant seperti Siri, Alexa, Cortana dan lain sebagainya.

2. IoT dalam Bidang Bisnis dan Industri

Dalam bidang bisnis dan industri IoT tentu dapat mempermudah banyak hal, baik yang berhubungan dengan proses produksi, management perusahaan, maupun dengan konsumen.

Internet of Things adalah teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi berbagai aset yang dimiliki secara mendetail dan real-time.

Mulai dari kondisi mesin di pabrik, stok barang di gudang, dan lain sebagainya.

Data secara detail dari segala aspek dapat langsung ditransfer ke komputer dan dimanfaatkan untuk membuat perencanaan operasional yang lebih akurat. 

Selain itu perusahaan Anda dapat menggunakan IoT dalam memantau absensi, kinerja karyawan, keamanan kerja, dan lain sebagainya.

Dalam hubungannya dengan konsumen, IoT dapat meningkatkan kepuasan user experience, baik dari pelayanan berbasis website maupun on-site.

3. IoT dalam Bidang Kesehatan

Internet of Things adalah teknologi yang banyak diterapkan dalam bidang kesehatan untuk mengatasi berbagai keterbatasan pelayanan dan mengurangi angka kematian penduduk.

Sebab IoT dapat membuat alat-alat medis menjadi lebih efektif digunakan dan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Contohnya dalam penggunaan IoT pada mesin tele-USG.

IoT tidak hanya digunakan untuk mentransfer video USG namun, juga untuk  komunikasi secara real time antara dokter spesialis dan mesin.

Selain itu IoT juga dapat digunakan untuk membuat sistem bernama Medicine Reminder and Monitoring System for Secure Health. 

Sistem ini digunakan perawat kesehatan untuk penjadwalan obat, pemantauan dan pembaruan data obat baru pasien, dan komunikasi dengan pasien untuk mengatur pengobatan melalui website.

Medicine Reminder dengan IoT

Keterangan selengkapnya tentang penerapan IoT pada bidang kesehatan dapat Anda simak pada naskah publikasi kominfo.

4. IoT dalam Bidang Pertanian

Internet of Things adalah teknologi yang digunakan untuk mewujudkan pertanian presisi dan pintar.

IoT memungkinkan dibuatnya perangkat berteknologi sensor untuk penggunaan air, mendeteksi serangan hama, juga sensor untuk mengetahui emisi lingkungan.

Selain itu, sensor yang dipasang di lahan pertanian juga memungkinkan petani untuk mendapatkan informasi detail topografi, tingkat kesuburan tanah, memprediksi pola cuaca, dan lain sebagainya.

Nah, hal tersebut membuat proses penggarapan lahan menjadi lebih mudah dan hasil pertanian dapat meningkat dengan pesat.

Siap untuk Upgrade Kualitas Hidup Bersama IoT?

Smart life in a smart home, and building business with smart tools.

Mungkin itulah yang akan menggambarkan kehidupan manusia di masa mendatang.

Sebab semua perangkat di sekitar kita yang kini tampak biasa-biasa saja, mungkin dalam waktu dekat akan berubah menjadi sebuah smart device dengan Internet of Things.

Semua proses dan persebarannya mungkin perlahan, namun sangat pasti.

Siapkah Sahabat Aksara untuk memasuki era smart living dan bersaing di dalamnya?

Oh iya, sekedar mengingatkan selain menawarkan domain Indonesia dan domain Internasional dengan harga terjangkau, Aksara Data Digital juga  menawarkan kerjasama menarik yaitu reseller registrasi domain.

Anda dapat bergabung bersama kami dan menikmati layanan terbaik, berbagai promo menarik, serta kesempatan mendapatkan keuntungan yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *