Apa Itu Error 404? Pengertian & Cara Mudah Mengatasinya

3 min read

Error 404

Ketika Sahabat Aksara sekalian sedang asik menjelajah dunia maya, pernahkah bertemu dengan pesan “Error 404: Not Found” di halaman website tertentu? 

Nah, pesan error 404 biasanya muncul di layar monitor ketika browser tidak bisa menemukan apa yang ingin dicari oleh client (pengguna internet).

Hal tersebut tentu saja mengganggu kenyamanan browsing experience client.

Dan, kemungkinan besar membuat client kapok untuk datang kembali ke situs yang menampilkan pesan error 404.

Kira-kira kenapa ya sampai browser tidak dapat menemukan suatu halaman website yang dicari oleh client?

Lalu, cara mengatasinya bagaimana?

Yuk, langsung temukan jawabannya pada penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Error 404?

Error 404
Sumber: Freepik/ pikisuperstar

Pesan error 404 adalah kode respon standar HTTP yang mengindikasikan bahwa server tidak dapat menemukan halaman yang diminta oleh client.

Baik permintaan secara langsung dengan mengetikkan URL pada address box browser, maupun permintaan memuat halaman website melalui sebuah tautan (link).

Maka, browser menampilkan pesan 404 error di monitor client.

Nah, tautan yang menuju halaman berisi pesan error 404 dikenal dengan nama broken link atau dead link.

Sedangkan, halaman yang tidak dapat ditemukan disebut sebagai orphan page.

Error 404 sebenarnya merupakan salah satu jenis “kesalahan” yang sering ditemui oleh para pengguna internet.

Namun, bentuk pesan yang ditampilkan satu browser dengan browser lainnya cukup beragam, seperti:

  • error 404,
  • 404 page not found,
  • server not found,
  • HTTP 404,
  • 404 code, 
  • dan lain-lain.

Baca juga: Mengenal Error 500 dan Cara Menghadapinya

Penyebab Error 404 

404 Page Not Found
Sumber: Freepik/ pikisuperstar

Mari kenali penyebab umum error 404 dengan lebih seksama, agar Anda dapat menanggulangi masalah ini dengan baik. 

Berikut detail penjelasannya:

1. Salah Input URL 

Salah satu penyebab terjadinya error 404 adalah kesalahan dalam proses input atau pengetikan URL (Uniform Resource Locator) website yang ingin Anda kunjungi.  

Mungkin secara tidak sengaja Anda melakukan typo.

Contohnya, saat seharusnya Anda mengetikkan Aksaradata.id tapi malah menuliskan Aksradata.id

Bisa juga terjadi karena Anda salah mengetikkan ekstensi domain. 

Dimana seharusnya URL suatu website menggunakan ekstensi domain co.id., namun Anda mengetikkan .com.

Nah, kesalahan input URL ini kadang tidak hanya dilakukan oleh client, tapi juga pemilik website. 

Ada kalanya pemilik website melakukan typo saat membuat tautan ke suatu halaman website.

Kesalahan tersebut membuat tautan menjadi sebuah dead link.

Sehingga, ketika ada client yang meng klik tautan tersebut, muncullah pesan error 404.

2. Plugin Browser Bermasalah

Plugin adalah kode software dengan fungsi tertentu yang memungkinkan suatu aplikasi menjalankan suatu fitur tambahan. 

Nah, bisa jadi plugin pada browser Anda mengalami suatu masalah sehingga mempengaruhi kinerja browser.

Atau mungkin plugin yang Anda pasang memang menghalangi client untuk mengakses website dengan konten tertentu.

Maka, muncul kode error 404 pada halaman yang ingin dituju.

3. Caching  Error

Cache adalah data yang disimpan pada penyimpanan internal browser dan sifatnya sementara.

Jika browser yang Anda gunakan tidak bisa menemukan file cache website, muncullah kode error 404. 

4. Pengaturan DNS Bermasalah

Domain dari website yang Anda tuju mungkin belum dipropagasi ke DNS (Domain Name System).

Artinya, domain masih dalam proses yang dibutuhkan untuk menerapkan perubahan terkait terkait domain DNS zone. 

Hal tersebut menyebabkan domain yang di request tidak dapat di convert menjadi IP Address oleh DNS.

5. Domain Tidak Aktif

Domain yang di request oleh client bisa saja sudah tidak lagi tersedia di jaringan Internet karena sudah expired. 

Terkadang, URL dari domain yang sudah tidak aktif masih muncul pada SERPs (Search Engine Result Pages) dalam beberapa waktu.

6. Konten Bersifat Terbatas

Pesan 404 page not found juga dapat muncul saat halaman yang Anda tuju bersifat terbatas.

Jadi, server tidak mengijinkan browser Anda untuk mengakses informasi di halaman website tersebut.

7. Konten Telah Dihapus

Faktor umum lain penyebab munculnya pesan 404 page not found adalah konten halaman website telah dihapus atau isinya dipindahkan ke alamat URL lain.

Cara Mudah Mengatasi Error 404

Page Not Found
Sumber: Freepik/ pikisuperstar

Ada beberapa cara mudah yang dapat Anda coba untuk mengatasi error 404. 

Pertama, mari simak cara mengatasi error 404 dari sisi client terlebih dahulu. Berikut penjelasannya:

1. Reload Halaman Website

Hal pertama yang yang dapat Anda lakukan ketika menjumpai kode error 404 adalah melakukan proses reload atau refresh pada halaman website yang Anda tuju.

Caranya gampang sekali, Anda bisa menekan simbol reload berbentuk yang dapat Anda temukan di sebelah kiri address box browser.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan proses reload dengan menekan tombol shortcut F5 atau Ctrl+R pada keyboard.

2. Memperbaiki URL

Jika Anda sudah melakukan beberapa kali proses reload, namun halaman website masih memunculkan pesan error 404, Anda perlu mengecek alamat URL.

Siapa tahu ada kesalahan dalam mengetik URL website yang Anda tuju, entah dari ejaan nama domain, tanda baca, penulisan ekstensi, dan lain sebagainya.

3. Bersihkan History Browser

Bisa jadi history browser Anda menyimpan URL suatu halaman yang menuju ke halaman yang rusak atau kosong.

Maka, Anda selalu mendapatkan tampilan pesan error.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba menghapus history pada browser dari menu Setting (Pengaturan) agar pesan 404 code tidak kembali muncul.

Error 404
Sumber: Freepik/ pikisuperstar

Kemudian, mari kita lihat cara mengatasi halaman dengan kode 404 page not found yang dapat dilakukan oleh pemilik website.

Berikut penjelasannya:

1. Restore File .htaccess 

Ketika terjadi 404 page not found, Anda sebagai pemilik website kadang tidak dapat mengakses dashboard WordPress untuk melakukan reset terhadap permalink,

Nah, Anda dapat menggunakan aplikasi seperti Filezilla untuk mengakses website via FTP (File Transfer Protokol) dan mencari file .htaccess.

2. Menonaktifkan Tema dan Plugin Bermasalah

Plugin dalam WordPress yang bermasalah dapat mempengaruhi struktur URL website Anda. 

Maka Anda disarankan untuk menonaktifkan plugin dan tema, kemudian melakukan pengecekan satu-persatu.

Plugin dan tema mana yang membuat URL website bermasalah.

Jika sudah ketemu, Anda dapat mengupdate plugin atau tema tersebut dan aktifkan kembali.

Namun, jika sudah melakukan update dan kode error masih muncul, disarankan untuk menghapus plugin atau tema yang bermasalah.

3. Memasang Plugin BLC

Sebagai pemilik atau pengelola website, terkadang Anda mencantumkan external link dalam sebuah konten sebagai sumber referensi pembaca.

Namun, ada kemungkinan suatu hari halaman yang Anda tautkan tersebut dihapus, dipindah, atau domainnya tidak lagi aktif.

Hal tersebut membuat Anda memiliki banyak broken link yang menuju pada halaman dengan pesan 404 page not found.

Namun, tidak mungkin apabila Anda harus selalu melakukan pengecekan external link satu-persatu.

Maka Anda yang menggunakan WordPress dapat memanfaatkan Plugin bernama BLC (Broken Link Checker).

Plugin ini juga dapat mendeteksi broken link yang dimasukkan dalam kolom komentar di website Anda. 

4. Memanfaatkan Tools Broken Link Checker

Selain memanfaatkan plugin di  dalam WordPress, Anda juga bisa mengecek broken link menggunakan Tools seperti SEMrush, W3C Link Checker, Ahrefs, dan lain sebagainya.

Penutup

Begitulah penyebab terjadinya error 404 dan cara mengatasinya, baik dari sisi pemilik website maupun client.

Semoga artikel dari Aksara Data Digital kali ini dapat membantu Anda ya!

Jika ada penyebab atau cara lain untuk menghadapi halaman website dengan pesan kode error 404, silakan tambahkan pada kolom komentar di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *