Control Panel Hosting: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

3 min read

Control Panel Hosting Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Apabila Sobat Aksara memiliki sebuah website, pastinya sudah tidak asing lagi dengan control panel hosting. 

Saat ini, mungkin sebagian besar orang lebih mengenalnya sebagai cPanel. 

Fenomena ini terjadi sebab di Indonesia cPanel merupakan merk software pengelola hosting yang paling populer. 

Walaupun sebenarnya masih banyak merk lain yang juga dapat Anda pilih. 

Pada artikel kali ini, kami akan mengajak Sobat Aksara untuk mengenal control panel hosting dengan lebih dalam, hingga ke pembahasan cara kerja dan contohnya.  

Apa Itu Control Panel Hosting?

control panel hosting

Control panel hosting adalah software yang umumnya telah disediakan oleh perusahaan layanan web hosting, agar pelanggannya dapat mengelola seluruh aspek layanan hosting secara mandiri. 

Software ini menawarkan kemudahan bagi para pemilik website untuk melakukan berbagai pengaturan pada sistem admin; mulai dari pengaturan sederhana hingga pengaturan tingkat lanjut yang kompleks. 

Fungsi Control Panel Hosting

Seperti yang sudah disinggung pada bab sebelumnya, control panel hosting berfungsi untuk membantu para pemilik website untuk mengelola seluruh aspek layanan hosting. 

Berikut detail fungsi-fungsi utama hosting control panel:

1. Manajemen Nama Domain

Hampir semua aktivitas manajemen nama domain dapat Anda di dalam control panel hosting, antara lain:

  • registrasi domain baru,
  • pembaruan domain,
  • transfer domain,
  • menambah dan menghapus record DNS,
  • domain forwarding,
  • pengaturan subdomain, 
  • pengaturan parked domain, 
  • migrasi domain, 
  • mengatur IP Address

2. Pengelolaan Alamat Email

Software ini dapat digunakan untuk menambah akun email hosting baru, akses webmail, dan melakukan konfigurasi pada email pelanggan.

3. Penginstalan Aplikasi

Selanjutnya, ia juga dapat digunakan untuk melakukan pemasangan aplikasi dengan sekali klik. 

 4. Statistik Pengunjung Website

Ada berbagai fitur yang tersedia dalam control panel dan dapat mempermudah urusan pemilik website. 

Salah satu fitur yang sangat membantu adalah fitur untuk melihat statistik pengunjung website Anda (trafik website). 

Pengetahuan terkait jumlah pengunjung website dapat memudahkan Anda dalam melakukan evaluasi kebutuhan server. 

Jika, trafik website sudah di atas 2000 orang per hari, saatnya Anda berganti dari layanan hosting biasa ke VPS. 

Selain itu, statistik yang didapatkan dari software ini juga membuat Anda tidak perlu memasang plugin tambahan. 

Sebab plugin tambahan bisa jadi malah berpengaruh secara buruk pada performa loading website. 

5. Monitor Performa Server

Software ini juga memiliki fitur yang dapat digunakan untuk mengontrol status jaringan, melakukan konfigurasi setting, menetapkan preferensi untuk berbagai file, dan melakukan konfigurasi sambungan internet. 

6. Back-up Data

Ketika terjadi permasalahan di halaman Dashboard Admin WordPress secara tiba-tiba, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan data-data penting. 

Sebab control panel menghadirkan fitur backup yang mumpuni.

Fitur backup tersebut juga dapat digunakan secara manual, diatur periode waktu pencadangannya, atau diatur agar dapat berjalan secara otomatis.   

7. Manajemen Database

Sebagian besar hosting control panel telah terintegrasi dengan MySQL. 

Dengan begitu, Anda dapat langsung menggunakan control panel untuk mengelola database tanpa tambahan aplikasi lainnya. 

8. Manajemen File 

Software ini memiliki fitur FTP (File Transfer Protocol) yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen file pada hosting.

Oleh karena itu, Anda dapat melakukan manajemen file semudah melakukannya di desktop. 

Anda dapat mengunggah, menghapus, merubah permission, nama, hingga memindahkan direktori file. 

9. Manajemen FTP

Selanjutnya, control panel juga berfungsi untuk menambah dan menghapus akun FTP . 

Akun FTP dibuat untuk memberikan akses kepada pihak lain agar dapat melakukan editing pada website. 

10. Memiliki Fitur Keamanan

Software ini juga memiliki berbagai fitur yang dapat digunakan untuk mengatur keamanan website Anda, antara lain IP blocker, leech protection, dan password protected directory. 

Password protected directory berfungsi untuk melindungi folder tertentu menggunakan kata sandi tertentu. 

Cara Kerja Control Panel Hosting

control panel hosting

Secara sederhana, control panel hosting bekerja dengan cara menghadirkan interface admin server dalam tampilan yang lebih sederhana. 

Sebelum ada hosting control panel, pengaturan tingkat lanjut pada sistem admin server harus dilakukan secara manual, yaitu menggunakan Terminal (Linux, Mac OS) atau Cmder dan PuTTy (Windows). 

Tentu saja hal tersebut lebih sulit dan memakan waktu yang lebih lama. 

Daftar Control Panel Populer

Berikut kami tunjukkan beberapa control panel populer yang dapat Anda gunakan untuk mengelola hosting:

1. cPanel 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, cPanel merupakan control panel yang paling populer digunakan.  

Software yang hanya tersedia untuk OS Linux ini banyak diminati pengguna karena termasuk ke dalam software yang mudah dipelajari dan memiliki fitur yang lengkap. 

Dimana keseluruhan menu fitur berada pada satu halaman yang sama. 

Menu fitur juga dilengkapi dengan deskripsi singkat tentang fungsi fitur, jadi Anda tidak akan kebingungan harus memakai yang mana. 

2. Plesk 

Plesk juga cukup populer digunakan, terutama di antara para penyedia hosting Eropa. 

Software ini dapat dioperasikan di OS Linux maupun Windows. 

Yang membuat OS ini semakin populer digunakan adalah compability-nya dengan Windows.

Sebab, seperti yang Anda ketahui, tidak banyak control panel yang ditawarkan untuk Windows.  

3. DirectAdmin

DirectAdmin dapat beroperasi di sistem Linux dan BSD. 

Hal utama yang membuat DirectAdmin banyak diminati adalah harganya yang cukup ekonomis. 

Interface DirectAdmin pun sangat user friendly dan sederhana, sehingga dapat dioperasikan dengan mudah.

Bahkan Anda tidak perlu memiliki pemahaman IT yang tinggi. 

Kelebihan lain dari DirectAdmin adalah fitur anti-spam bawaannya.

Selain yang telah kami paparkan tadi, adapula Webmin, ISPmanager, ZPanel, ISPconfig, Ajenti, DTC, dan masih banyak lagi. 

Perhatikan Ini ya Sebelum Memilih Control Panel Hosting!

Itulah penjelasan dasar menegnai control panel hosting juga beberapa contohnya yang populer. 

Mana yang ingin Sobat Aksara pakai?

Yang paling penting untuk diperhatikan saat memilih mana yang akan digunakan untuk mengelola hosting adalah:

  • kompatibilitas dengan Sistem Operasi yang Anda gunakan,
  • tingkat kesulitan pengoperasian,
  • ketersediaan layanan support,
  • kompatibilitas dengan aplikasi yang Anda gunakan,
  • dan harganya.

Nah, alih-alih membeli control panel hosting, jika sedang mencari peluang bisnis baru yang tiada matinya, Anda bisa bergabung bersama Aksara Data Digital untuk menjadi reseller domain dan reseller hosting.

Sampai jumpa pada artikel berikutnya! 

2 Replies to “Control Panel Hosting: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya”

  1. bagus dan bermanfaat sekali informasinya, kak. ditunggu artikel artikel selanjutnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.