Content Marketing: Definisi & Perannya Bagi Kemajuan Bisnis

4 min read

Content Marketing Definisi & Perannya Bagi Kemajuan Bisnis

Content marketing adalah salah satu gerbang emas yang akan membawa bisnis Anda ke tingkat yang lebih tinggi.

Apalagi sejak masuknya teknologi digital yang menggeser pola pemasaran konvensional ke digital marketing.

Nah, dalam menjalankan digital marketing ada beberapa platform yang sering dimanfaatkan antara lain e-mail, marketplace, website, dan media sosial.

Sobat Aksara pasti sering menemukan akun media sosial yang memiliki ribuan hingga jutaan pengikut aktif, bukan?

Kira-kira apa ya yang membedakan mereka dengan akun media sosial yang hanya memiliki segelintir followers?

Yup, jawabannya adalah konten!

Dapat dipastikan akun bisnis di media sosial dengan banyak follower memiliki konten yang “mampu bercerita”, sehingga menarik perhatian prospek dan target market.

Tanpa konten yang menarik, usaha digital marketing apapun tidak akan membuahkan hasil yang signifikan.

Akun tersebut tidak akan membuahkan audiens yang dapat dikonversikan menjadi leads atau konsumen. 

Oleh karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk menyusun content marketing yang baik.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan content marketing?

Yuk, cari tahu jawabannya pada bacaan di bawah ini!

Apa Itu Content Marketing?

Usaha Mengatur Content Marketing yang Baik.

Content marketing adalah strategi pemasaran jangka panjang yang digunakan untuk menarik perhatian, melibatkan, dan mempertahankan audiens, sehingga terbangun relasi yang kuat antara audiens dengan suatu brand. 

Fokus content marketing sendiri ada pada pembuatan dan pendistribusian konten berkualitas secara konsisten agar audiens:

  • mengenal identitas brand, 
  • mengenal nilai brand,
  • dan mengenal solusi yang ditawarkan brand atas permasalahan yang mereka hadapi.

Saat ketiga poin di atas sudah tertanam dengan baik di benak audiens, maka terbentuklah brand awareness. 

Dengan brand awareness yang semakin kuat, Anda akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mengkonversi audiens menjadi leads dan konsumen. 

Maka, tidak heran jika pada tahun 1996 Bill Gates melontarkan ungkapan berbunyi “Content is King” untuk menekankan betapa pentingnya peran konten dalam menarik pengunjung website. 

Pada waktu itu Bill Gates sudah menyadari bahwa untuk mendapatkan pembaca, penonton, atau pengunjung, kita membutuhkan konten yang original, informatif, dan berguna bagi audiens. 

Walaupun dalam pembuatannya membutuhkan usaha yang cukup besar dan bantuan dari hampir seluruh anggota perusahaan. 

Contohnya saat Anda ingin menunjukkan betapa canggih dan higienisnya mesin pembuat roti yang digunakan perusahaan Anda.

Otomatis tim Content Planner harus bekerjasama dengan bagian produksi untuk menghasilkan konten terbaik. 

Elemen dalam Content Marketing yang Baik

Content Planner Sedang Membuat Content Marketing.

Agar strategi Content Marketing Anda dapat berjalan dengan baik, ada setidaknya 4  hal yang harus Anda penuhi. Antara lain:

1. Relevan 

Konten yang Anda buat harus sesuai dengan bidang bisnis yang Anda jalani. 

Sehingga audiens dapat mengenali dengan baik dalam bidang apa bisnis Anda bergerak.

Selain itu, konten yang relevan juga membantu audiens untuk lebih mudah dalam menemukan bisnis Anda. 

Misalkan untuk bisnis fashion; Anda bisa membahas jenis kain terbaik, warna kain yang cocok untuk kulit sawo matang, atau model baju terkini. 

2. Informatif

Dalam membuat konten, sangat disarankan untuk tidak hanya berjualan.

Audiens tidak menyukai konten yang terlalu banyak melakukan hard selling. 

Berikan konten informatif yang menambah pengetahuan audiens terkait topik yang masih relevan dengan bisnis Anda.

Bagaikan seorang ahli yang sedang mengadakan seminar atau diskusi umum.

Sehingga muncul rasa percaya bahwa produk dari brand Anda dapat membantu konsumen mengatasi permasalahan yang dimiliki.

3. Valuable

Konten diharapkan memiliki value implementasi dan empati kepada audiens, bukan asal heboh dan hanya mengincar kata “viral”. 

Viral tentu sangat baik untuk brand awareness, tapi viral dengan kredit yang buruk wajib hukumnya untuk dihindari.

4. Engaging

Konten perlu memiliki sense of story telling, sebab semua orang menyukai cerita yang menarik.

Sajikan konten dengan judul atau headline yang menarik sehingga audiens bersedia menyimak isinya hingga akhir. 

5. Konsisten

Konsistensi disini melibatkan banyak hal yaitu konsistensi topik, gaya bahasa, konsistensi tone warna, konsistensi logo brand, hingga waktu unggah konten. 

Konsistensi akan membuat audiens lebih mudah dalam mengenali brand Anda. 

Rasa familiar terhadap suatu brand akan meningkatkan brand awareness yang memiliki pengaruh besar dalam tingkat pembelian.

Penyususnan Konten Mareketing.

Selanjutnya, ada hal lain yang harus Anda perhatikan dalam pembuatan strategi content marketing, yaitu konten harus mampu merepresentasikan brand dan apa yang dibutuhkan konsumen. 

Untuk itu, Anda perlu benar-benar memahami apa tujuan bisnis dan siapa konsumen, leads, serta audiens Anda.   

Cara pendistribusian konten pun perlu dipikirkan dengan baik. 

Jangan sampai cara pendistribusian konten membuat konsumen, leads, dan audiens Anda merasa terganggu. 

Seperti yang dikatakan oleh Craig Davis, Profesor dari UTS Business School, bahwa “We need to stop interrupting what people are interested in and be what people are interested in.”

Atau dalam Bahasa Indonesia kurang lebih berarti lebih baik kita menjadi apa yang diminati orang alih-alih menginterupsi apa yang mereka minati.

Jadi, jangan pernah membuat konten berupa spam e-mail atau membuat pop-up yang muncul secara random dan sering.

Ada banyak sekali jenis konten lain yang bisa Anda pilih. Berikut beberapa diantaranya:

Jenis-Jenis Content Marketing

Manfaat Content Marketing dalam Kemajuan Bisnis 

Banyak brand ternama seperti Microsoft, John Deere, Hermes, Amazon, Netflix, HubSpot Inc, dan lain-lain yang menerapkan strategi content marketing untuk mengembangkan bisnis mereka.  

Alasannya?

Tentu saja karena content marketing adalah strategi yang sangat efektif untuk menggaet konsumen dengan biaya relatif rendah. 

Berikut detail penjelasannya:

1. Lebih Hemat Biaya 

Dikutip dari situs Demand Metric, jika dibandingkan dengan outbound tactics, content marketing menghemat 62% dana pemasaran, namun mampu mengumpulkan leads 3 kali lipat lebih banyak.

Daripada menghabiskan banyak biaya untuk memasang baliho diberbagai sudut kota, tentu saja content marketing lebih hemat dan jauh lebih luas jangkauannya.

2. Mengumpulkan Lebih Banyak Leads

Menurut situs Profitwell, perusahaan yang memiliki blog cenderung mendapatkan leads 67% lebih banyak daripada perusahaan yang tidak memiliki blog. 

Konten blog yang kredibel dan informatif akan membuat audiens percaya bahwa brand Anda adalah yang terbaik di bidangnya. 

Sehingga ketika membutuhkan pemecahan masalah, audiens akan otomatis membuka blog dari website Anda.

Kemudian sediakan e-book, guides, atau kelas online eksklusif yang hanya bisa didapatkan oleh audiens yang sudah terdaftar.

Audiens pun akan dengan senang hati mendaftar dan memasukkan identitas pribadi seperti e-mail.

Dari situlah akhirnya konten mampu mendatangkan leads.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat ilustrasi dari situs Neil Patel yang menggambarkan sales funnel content marketing dalam menghasilkan leads, bahkan konsumen:

Sales Funnel dalam Website dan Blog.3. Meningkatkan Penjualan

Masih berdasarkan data yang disampaikan oleh situs Profitwell, 47% pembeli melihat 3 sampai 5 buah konten terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menghubungi admin atau sales. 

Inilah kesempatan tim Sales untuk memberikan layanan terbaik sambil menjual produk yang dimiliki. 

Kemudian, jika melihat tingkat pertumbuhannya, perusahaan yang menerapkan strategi content marketing tumbuh 30% lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak menerapkannya.  

4. Sumber Penghasilan Tambahan

Selain untuk menggaet audiens, konten juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi bisnis Anda. 

Katakanlah Anda membuat konten di platform video sharing terbesar YouTube dan mendapat sambutan baik dari audiens. 

Nah, Anda dapat mengaktifkan YouTube Adsense untuk memonetisasi konten Anda.

Anda bisa mendapatkan penghasilan dari fitur iklan, langganan channel, galeri merchandise, super chat, super sticker, dan YouTube Premium. 

Baca juga: Perbedaan Blog dan Website yang Harus Anda Ketahui

Yuk, Kembangkan Bisnis Anda!

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa content marketing adalah sayap kuat untuk mengembangkan bisnis. 

Dimana konten-konten terbaik Anda akan membawa audiens, leads, hingga konsumen loyal.

Nah, bagi yang belum memiliki website perusahaan, kami sarankan untuk segera membuatnya dan secara aktif mengunggah konten untuk blog. 

Sebab menurut Konrad Sanders, CEO dan Content Strategis di The Creative Copy Writer, ada sebanyak 409 juta pengguna internet yang membaca sekitar 20 miliar halaman blog setiap bulannya. 

Sedangkan 63% konsumen memutuskan untuk membeli barang berdasarkan rekomendasi dari postingan blog. 

Dan dalam 5 tahun terakhir blog masih terus mengalami pertumbuhan dengan peningkatan sebesar 12%.

Dari situ kita tahu bahwa blog merupakan media menjanjikan untuk menjalankan Content Marketing. 

Oh iya, fakta tersebut juga merupakan peluang menarik untuk Sobat Aksara yang ingin memulai bisnis baru.

Anda pasti tahu kan setiap website pasti membutuhkan domain?

Nah, Anda bisa memulai bisnis sebagai reseller domain bersama Aksara Data Digital

Dengan menjadi reseller domain, Anda bisa membantu banyak pemilik bisnis untuk go-online sembari mendapatkan potensi keuntungan hingga jutaan rupiah. 

Selamat berbisnis!

Leave a Reply

Your email address will not be published.