Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.

Apa Itu ccTLD? Pahami Sebelum Beli Domain Agar Tidak Salah

3 min read

CCTLD ADALAH

Sebelum membuat website, Sobat Aksara pasti tidak akan pernah melewatkan satu proses yang sangat krusial, yakni memilih nama dan ekstensi domain.

Mengapa krusial? Karena nama domain dan ekstensi domain akan digunakan audiens untuk mengaksesnya selama website Anda aktif.

Artinya, bila dalam memilih nama dan ekstensi domain kurang sesuai, maka ke depannya Anda akan kesulitan untuk mengembangkan website, terutama dari sisi branding.

Maka dari itu, ada baiknya bila Anda mengetahui jenis-jenis ekstensi domain yang menjadi penguat identitas domain nantinya.

Nah, pada artikel ini, kami akan coba menjelaskan ekstensi domain ccTLD yang mungkin Anda sudah pernah menjumpainya, hanya saja belum mengenalnya lebih jauh.

Tanpa berlama-lama lagi, simak pembahasan berikut ini, ya!

Mengenal ccTLD

Country code top-level domain atau ccTLD adalah ekstensi domain yang merepresentasikan sebuah negara dengan memakai kode yang berbeda.

Kode yang dimaksud adalah ISO 3166-1 alpha-2. Artinya, ekstensi domain ini menggunakan dua huruf sebagai suffix atau akhiran nama domain.

Contohnya adalah websitesaya.id, websitekamu.uk, websitekita.au, dan sebagainya.

Nah, kode untuk negara Indonesia adalah ID (.id). Sobat Aksara pasti sudah sering melihat domain website yang menggunakan .id, termasuk website Aksara Data ini.

ccTLD adalah salah satu dari jenis ekstensi domain yang lain seperti gTLD dan sTLD.

Secara umum, fungsi ccTLD sama seperti ekstensi domain yang lainnya, hanya saja ccTLD lebih memudahkan untuk mengidentifikasi asal muasal sebuah website.

Ketika terdapat sebuah alamat website menggunakan ccTLD .id misalnya, berarti situs tersebut berasal dari Indonesia dan semua konten di dalamnya menggunakan Bahasa Indonesia, dan seterusnya.

Sementara itu, ekstensi domain seperti .net, .com, .org, .website, dan sebagainya yang termasuk ke dalam gTLD (generic top-level domain) tidak merepresentasikan website dari sebuah negara.

Setiap pendaftaran domain gTLD juga tidak memerlukan syarat apapun kecuali alamat email yang aktif.

Kembali lagi ke pembahasan ccTLD, kali ini kami akan mengulas lebih dalam mengenai ccTLD Indonesia (.id) yang ternyata masih memiliki turunan ekstensi domain, lho.

Baca Juga: Ingin Membuat Website? Kenali Jenis Ekstensi Domain Berikut

Jenis-Jenis ccTLD Indonesia

Ekstensi domain ID dikelola oleh sebuah badan bernama Pengelola Nama Domain Negara Indonesia (PANDI).

PANDI juga menaungi beberapa jenis domain turunan dari .id, seperti:

  1. .ac.id – untuk website suatu lembaga perguruan tinggi. 
  2. .co.id – untuk website berbadan hukum yang beroperasi di Indonesia. 
  3. .or.id – untuk website berbagai bentuk organisasi.
  4. .sch.id – untuk website sekolahan dari Indonesia.
  5. .go.id – untuk website resmi instansi pemerintah.
  6. .desa.id – untuk website pemerintahan desa.
  7. .mil.id – untuk website resmi instansi militer.
  8. .biz.id– untuk website bisnis tingkat UMKM. 
  9. .net.id – untuk website yang bergerak di bidang internet dan jaringan. 
  10. .ponpes.id – untuk website pondok pesantren yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. 
  11. .my.id – untuk website pribadi, organisasi, dan sebagainya. 

Kelebihan ccTLD

Sebelum memutuskan untuk membeli ekstensi domain ccTLD, Sobat Aksara perlu mengetahui kelebihannya agar tidak menyesal belakangan. Apa saja, ya?

1. Meningkatkan Branding

Penggunaan domain ccTLD sangat cocok untuk Sobat Aksara khususnya bagi yang baru saja memulai bisnis lokal.

Pasalnya, Anda bisa tampil lebih unik dan nyentrik menggunakan domain ccTLD, entah itu .id, my.id, dan biz.id.

Di tengah banyaknya website yang menggunakan domain seperti .com atau .net, tentu bisnis Anda lebih terlihat berbeda dan antimainstream, lho.

Selain itu, audiens yang baru saja mengenal bisnis Sobat Aksara dapat dengan mudah mengidentifikasi bahwa bisnis Anda berasal dari Indonesia.

2. Pendaftarannya Mudah

Memang, beberapa ekstensi domain ccTLD (Indonesia) harus menyertakan beberapa syarat khusus, contohnya seperti .sch.id. 

Jadi, tidak semua orang dapat mendaftarkan domain ini karena hanya diperuntukkan kepada lembaga tertentu, dalam hal ini adalah lembaga pendidikan, atau juga .desa.id yang hanya diperuntukkan kepada pemerintah desa resmi.

Namun, Anda masih tetap dapat mendaftarkan domain ccTLD yang lain seperti .id, my.id, dan sebagainya.

3. Bagus untuk Local SEO

Ekstensi domain ccTLD adalah pilihan yang tepat bagi Sobat Aksara yang ingin menargetkan audiens lokal (Indonesia) karena akan lebih dipercaya oleh mesin pencari.

Meski begitu, bukan berarti semua domain di luar ccTLD itu tidak cocok untuk menargetkan audiens lokal, ya.

Pasalnya, Google akan mendahulukan website dengan domain ccTLD karena dianggap memiliki konten yang lebih relevan bagi audiens lokal.

Baca Juga: Aged Domain: Pengertian, Keuntungan, dan Kekurangannya

Kekurangan ccTLD

Walaupun memiliki kelebihan yang sangat penting, tetapi domain ccTLD juga masih tetap memiliki kekurangan.

Nah, kira-kira apa saja kekurangan dari domain ccTLD ini?

1. Lebih Mahal Dibanding Beberapa gTLD

Harga domain ccTLD masih lebih tinggi dibanding gTLD pada umumnya. Contohnya, domain .id sendiri dihargai Rp200 ribu lebih untuk satu tahunnya.

Sementara itu, domain .com yang jauh lebih populer bisa Anda dapatkan dengan harga sekitar Rp130-150 ribu.

Dengan selisih harga tersebut, beberapa pengguna masih menunda keinginan mereka mendaftarkan domain ini.

Namun, karena harga termasuk hal yang subyektif, domain ini tetap memiliki peminat terutama bagi para pebisnis lokal.

2. Kurang Maksimal Menjangkau Audiens Global

Pada pembahasan sebelumnya, kami telah menyebutkan kalau domain ccTLD adalah pilihan yang tepat untuk menargetkan audiens lokal, tetapi tidak bila Anda ingin menjangkau audiens global.

Pasalnya, domain ccTLD memang hanya difokuskan di sebuah negara saja, sementara gTLD jauh lebih luas sehingga dapat mengungguli ccTLD untuk urusan audiens global.

Baca Juga: Domain GO.ID: Pengertian, Fungsi, & Peraturan Pemakaiannya 

Sudah Yakin Pakai ccTLD?

Sobat Aksara telah mempelajari ekstensi domain ccTLD pada artikel ini. Lantas, sudahkah Anda yakin untuk menggunakan domain ccTLD untuk website Anda?

Segera daftarkan domain ccTLD incaran Anda bila berminat sebelum diambil orang lain.

Yuk, jangkau audiens Anda dengan memiliki website dan domain ccTLD Indonesia!

Demikian sedikit ulasan mengenai ekstensi ccTLD, semoga Sobat Aksara dapat lebih memahami jenis-jenis ekstensi domain, jadi ke depannya tidak mengalami kesalahan dalam membeli domain.

Nah, Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang domain lainnya melalui blog Aksara Data.

Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.