Cara Menaikkan Follower Instagram yang Efektif dan Aman 

4 min read

Siapa sih yang tidak mengenal aplikasi media sosial populer bernama Instagram?

Kami yakin Sobat Aksara sekalian sudah mengenal dan mampu mengoperasikan media sosial ini dengan sangat baik. 

Tapi, bagaimana dengan pemanfaatan Instagram sebagai media promosi? 

Sudahkah Anda mengetahui caranya?

Instagram memiliki berbagai fitur yang berguna bagi promosi pemasaran seperti Instagram business, shop, story, reels, filter, follower, dan lain sebagainya.

Nah, follower menjadi salah satu fitur yang perlu diperhatikan. 

Sebab, semakin banyak follower aktif yang didapatkan, promosi Anda berpotensi untuk menjangkau lebih banyak audiens. 

Permasalahannya adalah tidak semua orang tahu bagaimana cara agar akun Instagramnya memiliki banyak follower. 

Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan memberikan pemaparan lengkap bagaimana cara menaikkan follower Instagram yang efektif dan Aman. 

Tentunya hemat biaya juga!

Kenapa Instagram Menjadi Media Promosi?

Cara Menaikkan Follower Instagram

Bermula dari sekedar platform untuk berbagi foto, Instagram kini berubah menjadi platform  multi fitur yang sangat mendukung kegiatan bisnis. 

Banyak influencer, marketer, advertiser, dan brand yang melakukan promosi hingga penjualan melalui platform media sosial ini. 

Kenapa banyak pihak yang memilih untuk menggunakan Instagram sebagai media promosi?

Alasannya adalah pertumbuhan pengguna Instagram yang cukup mengagumkan sepanjang tahun. 

Secara global, situs Statista menunjukkan ada sebanyak 1074 miliar pengguna Instagram pada tahun 2021. 

Pertumbuhan Instagram Setiap Tahunnya

Dan dilansir dari situs NapoleonCat, di Indonesia sendiri ada sebanyak 82.320 juta pengguna Instagram. 

Jumlah tersebut tentu memberikan peluang yang sangat besar bagi para pemilik bisnis untuk menjangkau audiens, leads, dan konsumen. 

Ditambah lagi fakta dari situs Orbelo yang menunjukkan bahwa dalam sehari rata-rata pengguna Instagram menghabiskan 53 menit perhari untuk scrolling.

Nah, durasi waktu pengguna di dalam Instagram tentu memiliki pengaruh yang cukup besar. 

Semakin lama seseorang menghabiskan waktu di dalam aplikasi ini, akan semakin banyak jumlah promosi yang mereka lihat, termasuk promosi milik Anda. 

Lebih lanjut, jumlah pengguna tertinggi didominasi oleh usia 18-24 tahun (36.4%) dan disusul oleh rentang usia 25-34 tahun (31.6%), yang merupakan usia produktif. 

Dimana umumnya rentang usia tersebut sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. 

Sehingga mereka memiliki wewenang penuh untuk menggunakan uang yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. 

Sehingga ketika promosi Anda menjangkau seseorang yang membutuhkan, mereka memiliki kebebasan dalam menggunakan uangnya untuk membeli produk Anda.  

Namun bagaimana cara promosi Anda dapat dilihat oleh pengguna Instagram tanpa harus menggunakan fitur iklan berbayar?

Caranya tentu saja dengan memiliki lebih banyak follower!

Baca juga: Mengenal Pentingnya User Generated Content bagi Bisnis Anda

Cara Menaikkan Follower Instagram 

Usaha Menaikkan Follower Instagram

Untuk menaikkan follower Instagram, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan usahakan, yaitu:

1. Mengenal Target Market

Hal yang sering dilupakan oleh pebisnis dalam upaya menaikkan follower Instagram mereka adalah mengenali target market. 

Dengan mengenal target market, Sobat Aksara dapat membuat konten sesuai dengan karakteristik target market secara terstruktur dan terarah. 

Untuk mengenali target market, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Segmentasi Demografis

Pengelompokan target market berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan.

Contohnya perempuan usia 18-24 tahun, mahasiswi atau pekerja muda, dengan uang saku atau pendapatan 2,5-3 juta per bulan.

Misalkan Anda menjalankan bisnis skincare, maka Anda dapat mengemas konten dalam bahasa yang lebih sesuai dengan karakteristik tersebut. 

Sehingga audiens merasa lebih “relate”. 

  • Segmentasi Geografis 

Pengelompokan target market berdasarkan wilayah seperti Kota Yogyakarta, Negara Indonesia, atau Global. 

Jika Anda menyasar masyarakat Indonesia, tentu saja Anda harus menghindari konten berbahasa Jawa tanpa terjemahan (jika tidak ada maksud tertentu). 

  • Segmentasi Psikologis

Pengelompokan secara psikologis berdasarkan kepribadian dan preferensi gaya hidup.  

Jadi Anda bisa membuat konten yang mewakili nilai, kepercayaan, minat, dan personaliti audiens sehingga mereka merasa, “Postingan ini aku banget! Follow ah!”

  • Melakukan Riset Tren

Hal penting selanjutnya yang perlu Anda lakukan agar follower bertambah adalah melakukan riset tren. 

Seperti per artikel ini ditulis, sedang tren drama Indonesia yang berjudul Layangan Putus. 

Maka banyak brand beramai-ramai memanfaatkan tren tersebut untuk mengiklankan produknya. 

Contohnya seperti konten dari Instagram Qwords di bawah ini:

Jika menurut audiens konten Anda cukup menghibur, mereka pasti dengan senang hati mem-follow akun bisnis Anda, bahkan hingga mengulik produk apa yang ditawarkan. 

2. Membuat Konten Berkualitas

Nah, Sobat Aksara pasti sudah tahu bahwa tujuan utama dari mengenal target market dan tren terkini adalah untuk membuat konten, bukan?

Kenapa harus konten yang paling diperhatikan?

Sebab konten merupakan hal utama yang akan membawa follower baru bagi akun bisnis Anda. 

Coba kita intip bersama akun-akun populer di Instagram yang memiliki ratusan ribu hingga jutaan followers. 

Pasti mereka memiliki konten yang berkualitas, menyenangkan, dan mampu bercerita. 

Lalu, apa yang membuat konten jadi berkualitas?

Konten yang berkualitas memiliki 5 elemen utama, yaitu: 

  • Relevan 
  • Informatif
  • Valuable
  • Engaging 
  • Konsisten

Bagaimana dengan algoritma instagram?

Memikirkan algoritma perlu, tapi harus diingat bahwa isi konten adalah hal utama yang harus diperhatikan. 

Sebab, konten yang Anda buat ditujukan untuk menarik perhatian manusia, bukan algoritma aplikasi. 

Algoritma hanya akan membantu mengarahkan konten kita pada audiens potensial. 

Tapi keputusan audiens akan mengikuti akun kita atau tidak, ditentukan oleh kualitas konten.

3. Melakukan Evaluasi

Setelah membuat konten terbaik, beberapa pelaku bisnis berhenti di kegiatan posting saja. 

Padahal ada hal penting lain yang harus dilakukan, yaitu evaluasi. 

Evaluasi dapat dilihat dari fitur insight yang telah disediakan oleh Instagram bagi semua akun bisnis. 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan tools tambahan seperti Analisa.io dan Social Blade. 

Dari evaluasi Anda dapat mengetahui tingkat keberhasilan suatu konten. 

Apa yang masih perlu ditingkatkan dan apa yang perlu dipertahankan. 

Sehingga dapat dikatakan evaluasi sangat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk strategi pembuatan konten untuk waktu yang akan datang. 

Evaluasi Postingan Instagram

Keempat hal di atas mempengaruhi 80% peningkatan jumlah follower secara organik.

Nah agar lebih optimal, keempat hal tersebut perlu dibarengi dengan:

1. Interaksi Natural 

Ciptakan interaksi yang natural antara brand dan audiens. 

Jangan menggunakan mesin bot demi seolah-olah mendapatkan banyak likes dan komentar. 

Karena semua akan terkesan kaku dan palsu. 

Hal ini berlaku juga dalam menjawab komen dan DM (Direct Message). 

Hindari penggunaan template dan ciptakan percakapan alami dengan audiens. 

2. Design yang Baik

Ketika isi konten sudah dipikirkan dengan seksama, yang perlu Anda perhatikan selanjutnya adalah desain yang baik. 

Ciptakan desain yang menarik namun tetap mudah dibaca dan dipahami oleh audiens.

Jika perlu dan biaya mencukupi, Anda dapat menggunakan jasa desainer profesional agar konten Anda memiliki visual yang apik sesuai dengan identitas perusahaan.

3. Hashtagging

Hashtag adalah fitur pemberian label untuk konten yang Anda buat. 

Fitur ini akan membantu pengguna Instagram untuk menemukan topik-topik tertentu secara cepat melalui halaman Explorer. 

Anda dapat memantau tren yang ada untuk membuat hastag yang relevan dengan brand. 

Selain itu, Anda juga bisa melihat hashtag apa saja yang digunakan oleh kompetitor.

Manfaatkan pula hasil dari evaluasi yang telah dilakukan untuk melihat hashtag mana yang paling berhasil di postingan sebelumnya. 

Ketiga hal ini, jika dilaksanakan dengan baik, memberikan 20% pengaruh terhadap kenaikan jumlah follower Anda. 

Penutup

Untuk saat ini, algoritma Instagram tidak menampilkan feed sesuai dengan timeline, namun sesuai dengan interest dan interaksi pengguna Instagram. 

Maka waktu posting bukan lagi menjadi hal yang berpengaruh dalam menggapai audiens dan mendapatkan follower. 

Semuanya berfokus pada konten, konten, dan konten. 

Begitulah cara menaikkan follower Instagram dengan efektif dan aman, tanpa bantuan dari Instagram Ads yang sifatnya berbayar. 

Nah, jika Anda ingin menggapai audiens lebih banyak lagi, Anda dapat membuat website profesional dengan domain yang kredibel

Dimana menurut penelitian, perusahaan yang memiliki website mampu mendapatkan leads (prospek konsumen) 3x lebih banyak daripada perusahaan tanpa website. 

Sedangkan 63% konsumen memutuskan membeli suatu produk berdasarkan rekomendasi dalam konten website (blog). 

Luar biasa sekali bukan kekuatan konten?

Baca juga: Content Marketing: Definisi & Perannya Bagi Kemajuan Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published.