Cara Memilih Nama Domain Bagus untuk Website Anda

5 min read

Untuk Anda yang baru pertama kali hendak membeli domain, mungkin ada beberapa hal yang tampak sangat membingungkan.

Tenang, hal tersebut sangat wajar terjadi.

Karena selama menjadi pengguna internet biasa, yang hanya browsing-browsing untuk memenuhi kebutuhan informasi sehari-hari, kebanyakan orang memang tidak terlalu memperhatikan apa saja struktur pembangun sebuah website.

Yang diperhatikan biasanya hanyalah nama situs dan betapa keren informasi juga tampilan websitenya.

Nah, pertanyaan tentang unsur pembangun website biasanya baru akan muncul saat seseorang akan membuat sebuah situs.

Saat itulah baru diketahui bahwa salah satu unsur pembangun website adalah nama domain.. 

Dan tahukah Sahabat Aksara, ternyata dalam menentukan nama domain Anda tidak boleh sembarangan. 

Ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan.

Nah, agar saat membeli domain Sahabat Aksara mendapatkan nama domain yang bagus dan tepat, langsung saja simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Nama Domain?

Sebenarnya, dalam sebuah domain, sebenarnya ada 3 bagian yang memiliki fungsi masing-masing. 

Ada subdomain (third-level domain), nama domain (second-level domain), dan ekstensi domain (top-level domain).

Hal ini sudah pernah dibahas secara detail pada artikel Aksara Data Digital yang berjudul Mengenal Apa Itu Domain untuk Pemula.

Nah kali ini, mari sejenak kita mengenal apa itu nama domain, sebelum mengintip bagaimana cara memilih nama domain yang bagus.

Domain name atau nama domain adalah nama unik yang digunakan untuk mencerminkan citra perusahaan atau pribadi yang diwakilkan oleh suatu website.

Melalui nama domain pula, pemilik website menggambarkan karakteristik dan isi websitenya. 

Itulah yang menjadi alasan, proses pemilihan nama domain yang tepat merupakan langkah penting dalam membangun popularitas di ranah online.

Cara Memilih Nama Domain Bagus

Berikut merupakan ulasan lengkap cara memilih nama domain bagus beserta contohnya, agar Anda memiliki gambaran yang jelas dan bisa segera mempraktikannya.

Cara Memilih Nama Domain

1. Menggunakan Brand 

Jika website yang akan buat akan digunakan untuk bisnis atau untuk sebuah perusahaan, alangkah baiknya jika Anda dapat menggunakan brand sebagai nama domain.

Dengan menggunakan nama brand,  produk atau jasa yang Anda tawarkan akan lebih mudah dikenal dan dipercaya oleh masyarakat luas yang berperan sebagai calon pelanggan.

Belum lagi jika brand Anda unik, singkat, dan mudah diingat.

Lebih lanjut, brand  yang telah dikenal dan memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat memiliki kekuatan tersendiri dalam menarik perhatian.

Seperti Apple Inc. yang menggunakan brandnya sebagai nama domain, dengan alamat website www.apple.com.

Jadi begitu orang mengetikkan kata Apple di mesin pencarian Google, mereka akan langsung menemukan website perusahaan  IT tersebut tanpa kesusahan.

Jadi pengguna internet akan dengan mudah melihat produk apa saja yang ditawarkan dan tidak ragu untuk melakukan pembelian via website.

Karena pengguna internet tahu, website yang sedang mereka akses adalah asli milik Apple Inc.

2. Menggunakan Nama Domain yang Singkat

Cara Memilih Nama Domain
Sumber: Freepik/ stories

Tahukah Sahabat Aksara, jika dalam membuat nama domain, Anda bisa menggunakan minimal 3 hingga maksimal 63 karakter?

Itu pun belum termasuk ekstensi domainnya akhiran domain yang terletak setelah tanda titik (.) seperti .com, .id, .net, dan lain-lain.

Tapi, bisa dibayangkan dong betapa susahnya pengguna internet mengingat dan mengetik nama domain sepanjang 63 karakter?

Maka dari itu, memilih nama domain yang singkat sangat dianjurkan.

Dan jumlah karakter ideal untuk membuat nama domain berkisar antara 3-4 huruf.

Intinya, semakin pendek nama domain, semakin ia disukai. 

Namun, kebanyakan nama domain yang singkat sudah tergolong pada domain premium yang harganya memang lebih mahal.

Walaupun lebih mahal, tentu saja domain premium tetap worth it untuk dibeli dan digunakan.

Lalu bagaimana dengan kami yang memiliki brand dengan jumlah karakter lebih dari 4?

Tenang, Anda bisa tetap menggunakan brand perusahaan sebagai nama domain.

Berikut contoh website terkenal dengan nama domain lebih dari 4 karakter, namun juga tidak terlalu panjang traveloka.com, facebook.com, instagram.com, dan lain sebagainya.

Rata-rata nama domain tersebut terdiri dari 7-9 karakter, namun mereka masih enak dibaca, mudah diingat,  dan mampu menggambarkan citra perusahaan serta isi website dengan sangat baik.

3. Menggunakan Nama Domain yang Unik

Selain singkat, nama domain sebisa mungkin unik.

Berbeda dari website lainnya.

Sehingga nama domain terlihat lebih eye catching dan lebih mudah menempel di benak masyarakat luas. 

Nama domain yang unik juga akan menghindarkan pelanggan dari salah akses website.

Contohnya Anda memiliki website dengan domain bazar.com.

Namun di luar sana ada juga situs dengan domain bazzar.com dan bazar.id.

Nama domain yang mirip seperti ini sebisa mungkin harus dihindari, walaupun dengan ekstensi yang berbeda. 

Hal tersebut bisa menyebabkan kebingungan di kalangan pengguna internet. 

Selain itu, website Anda bisa juga dianggap sebagai situs penipuan (phishing) karena mirip dengan suatu website lain (yang mungkin lebih terkenal). 

Efeknya, pengguna internet ragu bahkan mungkin memilih untuk tidak mengunjungi situs yang sudah Anda bangun.

4. Menggunakan Ejaan yang Mudah

Walaupun nama domain disarankan untuk memiliki sifat unik, namun pastikan Sahabat Aksara menggunakan kata yang mudah dieja. 

Domain dengan nama yang unik namun susah dieja contohnya saoirse-aoife-88.com.

Saoirse memiliki arti kebebasan, sedangkan aoife memiliki arti kecantikan yang sangat cocok untuk nama website toko online pakaian wanita. 

Meski begitu, nama domainnya terlalu panjang dan susah untuk dieja (jika target market Anda pengguna internet Indonesia). 

Sehingga kemungkinan pengguna internet melakukan typo dan tidak berhasil menemukan website Anda akan tinggi.

Penggunaan simbol seperti hyphen (-), titik (.), angka (0-9)dan lainnya juga kurang disarankan dalam membuat nama domain.  

Sebab, belum tentu semua orang tahu bahwa nama domain Anda menggunakan simbol.

Pengguna internet juga tidak tahu, mana yang harus ditulis, antara ejaan lengkap atau sekedar simbolnya.  Seperti “delapandelapan” atau “88”.

Jika pengguna internet mengetikan nama domain tanpa simbol yang diperlukan, website Anda kemungkinan besar tidak bisa ditemukan. 

Seperti inilah contoh halaman yang akan muncul ketika pengguna internet salah mengetikan nama domain.

Hasil Pencarian dari Penulisan Nama Domain yang Salah
Hasil Pencarian dari Penulisan Nama Domain yang Salah

5. Menyisipkan Kata Kunci (Keyword)

Hanya jika memungkinkan, Anda bisa menyisipkan kata kunci pada nama domain Anda.

Kata kunci yang digunakan harus sesuai dengan bidang bisnis atau isi dari website Anda.

Penggunaan kata kunci yang tepat akan membantu pengguna internet untuk dapat menemukan website Anda dengan lebih mudah.

Karena begitu mengetikkan kata kunci, kemungkinan website Anda untuk muncul di halaman pencarian awal lebih tinggi.

PT Global Tiket Network dengan situs tiket.com merupakan contoh yang sangat baik dari penggunaan kata kunci dalam nama domain. 

Coba saja Sahabat Aksara ketikan kata kunci beli tiket, tiket kereta api, atau apapun yang berkaitan dengan tiket perjalanan dalam mesin pencarian.

Pasti situs tiket.com muncul di halaman awal pencarian, sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau calon pelanggan.

6. Menggunakan Nama yang Evergreen

Beberapa kata mungkin saja populer dan terlihat sangat bagus pada era-era tertentu. 

Namun, Anda juga perlu memperkirakan apakah nama tersebut akan terus terdengar bagus selama beberapa dekade kedepan.

Atau malah kedepannya akan cenderung memiliki konotasi yang jadul atau malah negatif. 

Seperti kata gokil (gila) dan yongkru (setuju) yang populer pada tahun  1990-an. 

Jika saat itu kata gokil dan yongkru digunakan sebagai sebuah brand dan nama domain, pasti akan terdengar keren dan bagus sekali.

Tapi pada masa ini? Kata-kata tersebut sudah jarang digunakan dan terkesan kuno.

Jika brand yang Anda miliki belum kuat, kata yang terkesan kuno tersebut akan mengurangi minat pengguna internet untuk mengunjungi situs Anda.

Begitu pula penggunaan nama domain yang kurang fleksibel, seperti kaosbagus.com.

Jika kedepannya Anda ingin mengeluarkan produk baru selain kaos, nama domain Anda jadi tidak cocok lagi. 

Jadi, Anda juga harus menyesuaikan nama domain dengan rencana jangka panjang bisnis Anda.

7. Menggunakan Ekstensi Domain yang Sesuai 

Memilih Ekstensi Domain yang Tepat
Sumber: Freepik/ stories

Setelah nama domain, Anda juga perlu memperhatikan ekstensi yang akan digunakan.

Sebab setiap ekstensi domain memiliki arti masing-masing dan akan menunjukan dalam bidang apa website Anda bergerak.

Jika bergerak pada bidang komersial, Anda bisa menggunakan ekstensi domain .com.

Jika bergerak pada bidang pendidikan, Anda bisa menggunakan ekstensi domain .edu.

JIka ingin menunjukan bahwa situs Anda berasal dari negara Indonesia dan menarget pembaca dari Indonesia, Anda bisa menggunakan ekstensi domain Indonesia .id.

Selengkapnya, bisa Anda intip pada artikel kami yang bertajuk Daftar Ekstensi Domain dan Fungsinya.

8. Segera Beli Nama Domain Jika Sudah Merasa Cocok 

Jika sudah menemukan nama domain yang cocok, segera beli domain tersebut sebelum keduluan orang lain. 

Sebab setiap harinya, ada jutaan orang yang berburu nama domain bagus untuk situs masing-masing maupun dijual kembali. 

Nah, untuk membeli nama domain impian, Anda bisa menghubungi Aksara Data Digital yang menyediakan layanan terbaik dan harga terjangkau. 

Kesimpulan

Jika dirangkum, ada kurang lebih 8 cara memilih nama domain yang dapat Sahabat Aksara terapkan untuk  terbaik dan tepat bagi website Anda:

  1. Menggunakan nama brand jika sudah ada,
  2. Menggunakan nama domain yang singkat,
  3. Menggunakan nama domain yang unik,
  4. Menggunakan ejaan yang mudah,
  5. Menyisipkan kata kunci jika memungkinkan,
  6. Menggunakan nama domain yang sifatnya evergreen,
  7. Menggunakan ekstensi domain yang sesuai dengan jenis website,
  8. Segera beli nama domain jika sudah merasa cocok. 

Yang perlu ingat adalah, tidak semua nama domain yang Anda inginkan dapat dibeli.

Jika suatu nama domain dengan ekstensi tertentu telah digunakan orang lain, Anda tidak dapat menggunakan nama tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *