Tips Jitu untuk Memulai Bisnis Fashion Anda

5 min read

Bisnis fashion kini semakin berkembang pesat dan memiliki pasar yang menjanjikan. 

Salah satu faktor determinan yang membuat bisnis ini melejit adalah adanya permintaan masyarakat era modern yang menjadikan fashion sebagai salah satu kebutuhan primer. 

Fashion dapat menjadi salah satu kebutuhan primer dipengaruhi oleh kualitas hidup masyarakat yang semakin baik, gaya hidup yang mulai lebih memperhatikan estetika penampilan, dan munculnya berbagai trend terbaru dari berbagai belahan dunia yang dapat diakses dengan mudah melalui jaringan internet.

Selain mempermudah akses informasi tentang trend fashion terbaru, internet juga mempengaruhi budaya belanja masyarakat dewasa ini. 

Dimana Databoks menunjukkan sebanyak 88.1% pengguna internet di Indonesia menggunakannya untuk berbelanja secara online.

Dan menurut Nielsen, per tahun 2020, sejumlah 72% dari online shopper berakhir dengan membeli produk fashion. 

Data di atas tentunya semakin membuktikan bahwa bisnis fashion memiliki pasar yang menjanjikan dan menjadi salah satu pilihan emas bagi Sahabat Aksara yang ingin memulai bisnis. 

Namun, jangan terburu-buru untuk mengeksekusi rencana bisnis fashion Anda. 

Meskipun tampak sangat menjanjikan, banyak juga penggelut bisnis fashion yang mengalami kegagalan  

Hal itu dipengaruhi oleh persiapan dan pengetahuan yang kurang si pelaku bisnis. 

Agar sahabat Aksara terhindar dari kegagalan dan kerugian yang tidak diinginkan, mari simak tips untuk memulai bisnis fashion yang telah kami rangkum dibawah ini!  

Apa Itu Bisnis Fashion?

Apa Itu Bisnis Fashion

Bisnis fashion adalah bisnis berfokus pada pemenuhan permintaan masyarakat atas busana yang sedang trend di tengah kalangan masyarakat.

Bisnis ini termasuk ke dalam kategori bisnis yang tidak lekang oleh waktu, sebab busana atau pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. 

Kebutuhan primer ini diimbuhi dengan meningkatnya minat manusia untuk tampil lebih fashionable sesuai dengan keunikan diri dan trend yang sedang berlangsung.   

Faktor tersebut membuka kesempatan besar bagi produsen untuk memproduksi produk fashion, pemasar untuk menjual, dan konsumen untuk membeli. 

Tips Memulai Bisnis Fashion 

Tips Memulai Bisnis Fashion

Walaupun bisnis ini sangat menjanjikan dengan pasar yang besar, namun Sahabat Aksara tidak boleh melakukannya tanpa rencana bisnis yang matang.

Di bawah ini kami persembahkan 10 tips jitu untuk membantu Anda membangun bisnis fashion yang kuat.  

1. Melakukan Riset Produk Mendalam

Tips pertama sebelum merambah ke poin lainnya dalam memulai bisnis fashion pertama adalah riset produk secara mendalam.

Riset produk berfungsi untuk menentukan produk seperti apa yang akan Anda jual dan apakah produk tersebut memiliki pasar yang menjanjikan. 

Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam riset produk adalah pengamatan terhadap tren pasar.

“Model pakaian seperti apa sih yang disukai oleh masyarakat umum?”

“Model pakaian apa yang sedang populer?”

Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, pengamatan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada di internet seperti:

  • Search Engine 

Search engine seperti Google atau Bing dapat Anda manfaatkan untuk melihat tren terbaru yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Seperti aktris dan aktor mana yang sedang populer, penyanyi mana yang sedang naik daun, dan influencer mana yang sedang disoroti. 

Anda dapat mengamati gaya berpakaian mereka dan menjadikannya sebagai sumber informasi produk apa yang akan Anda produksi. 

Selain Itu Anda juga bisa mengetikkan kata kunci seperti model baju terbaru tahun 2021, warna baju populer di tahun 2022, atau kata kunci lain yang lebih spesifik sesuai kebutuhan riset.

Dari kata kunci tersebut, Anda akan melihat sederet informasi yang paling populer dan dianggap kredibel oleh mesin pencari.

  • Sosial Media

Bisnis Fashion secara Online

Sosial Media juga menyuguhkan berbagai informasi termasuk apa yang sedang trending saat ini pada bagian home. 

Pun, Anda bisa mendapatkan berbagai insight dari halaman explorer dengan mengetikkan kata kunci terkait. 

Atau, Anda bisa secara langsung mengunjungi laman profil akun-akun terkait fashion untuk mendapatkan insight baru. 

Contoh sosial media yang kini sedang naik daun dan kerap dijadikan sumber inspirasi dalam dunia bisnis adalah Instagram, TikTok, Youtube, dan Pinterest. 

Banyak tokoh-tokoh kenamaan termasuk aktris, influencer, dan pelaku bisnis yang eksis membagi kegiatan sehari-harinya – termasuk ootd atau outfit of the day – pada platform sosial media tersebut. 

  • Marketplace

Marketplace bukan hanya tempat Anda menjual produk, namun Anda dapat memanfaatkan algoritma cerdasnya untuk melihat selera pasar. 

Pasalnya, saat melakukan pencarian terkait suatu barang menggunakan kata kunci tertentu, yang akan ditampilkan di bagian atas hasil pencarian adalah barang-barang yang memiliki tingkat penjualan tinggi.

Bahkan kita dapat mengetahui berapa buah barang yang telah terjual dan bagaimana tanggapan pembeli terkait barang tersebut. 

Nah setelah sering melakukan pencarian pun algoritma marketplace , marketplace juga akan menampilkan berbagai suggestion kepada penggunanya. 

Suggestion yang ditampilkan tentu saja terkait barang yang sedang populer dan yang sering Anda cari. 

Baca juga: Mari Pahami Pengertian, Manfaat, dan Model E-commerce!

  • Survey Online

Melakukan survey melalui platform survey online seperti Google Form atau SurveyMonkey kepada calon konsumen juga merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk melihat selera dan kebutuhan pasar.

Dari survey ini Anda juga bisa mengetahui karakteristik psikologis calon konsumen. 

Jangan lupa memberikan tanda terima kasih atas partisipasi konsumen dalam survey. 

Tanda terima kasih bisa berupa voucher diskon, gantungan kunci, atau souvenir menarik lainnya.  

2. Menemukan USP (Unique Selling Point)

Setelah mendapatkan insight terkait selera masyarakat, sekarang saatnya Sahabat Aksara mencari USP atau keunikan yang dapat membedakan produk fashion Anda dengan produk fashion lainnya. 

Bisa dengan menonjolkan desain gambar tertentu, memakai potongan baju yang unik, mengusung campaign yang meaningful, dan lain sebagainya. 

3. Mengenali Target Market

Setelah menentukan produk apa yang akan diproduksi atau dipasarkan beserta USP-nya, kini saatnya Anda mengenali siapa target market-nya. 

Dengan mengenal target market, Anda dapat memprediksi ukuran dan pertumbuhan target market kedepannya. 

Untuk mendapatkan gambaran target market yang tepat, Anda perlu menentukan:

  • gender (laki-laki atau perempuan),
  • rentang umur (anak-anak, remaja, dewasa-muda, dewasa, atau lansia),
  • kelas ekonomi (menengah ke bawah atau menengah ke atas),
  • lokasi (kota besar, kota kecil, nasional, atau internasional).

4. Mengamati Kompetitor Anda

 Setelah menentukan target market, Sahabat Aksara perlu mengetahui siapa saja kompetitor Anda. 

Ada tiga kelompok kompetitor yang perlu Anda perhatikan yaitu:

  • Kompetitor utama – kompetitor dengan produk dan target market yang sama.
  • Kompetitor sekunder – kompetitor dengan produk yang sama namun target market berbeda.
  • Kompetitor tersier – bisnis yang secara tidak langsung bersaing dengan produk Anda.

Pantau apa yang mereka lakukan untuk kegiatan promosi atau produk apa yang berhasil laku dipasaran. 

Tujuannya agar Anda tidak ketinggalan langkah dengan kompetitor dan akhirnya terlibas. 

Anda juga bisa memodifikasi strategi marketing kompetitor sesuai dengan tujuan dan gaya berbisnis Anda. 

Pelajari pula produk apa yang dimiliki kompetitor beserta kelebihan dan kekurangannya. 

Usahakan Anda membuat produk dengan kualitas atau model yang lebih baik dengan harga yang bersaing.

Baca juga: Tips Optimasi Instagram SEO Untuk Bisnis Anda

5. Budgeting

Tips selanjutnya adalah melakukan budgeting. 

Anda perlu membuat rincian rencana pengeluaran agar jangan sampai kehabisan modal.

Jangan lupa catat juga segala pengeluaran yang dilakukan terkait proses produksi atau pembelian pasokan produk fashion.   

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  1. harga bahan baku,
  2. biaya produksi,
  3. biaya pembuatan website,
  4. biaya pemotretan, 
  5. biaya promosi, dan lain sebagainya.

6. Membuat Business Plan

Sembari mengamati kompetitor, Anda perlu membuat business plan dan mendokumentasikan segala kegiatan pemasaran yang telah dilakukan. 

Ketika semua terdokumentasi dengan baik, Anda akan dengan mudah merunut mana kegiatan marketing yang berhasil dan tidak berhasil. 

Salah satu hal penting yang harus dibuat dalam business plan adalah taktik untuk branding.

Sehingga timbul trust di hati target market untuk membeli produk fashion Anda.

7. Pemotretan Produk Fashion

Pemotretan Produk

Tips selanjutnya adalah, lakukan pemotretan produk fashion dengan profesional. 

Gunakan kamera, pencahayaan, dan properti yang memadai sehingga detail produk tertangkap dengan baik.

Jangan lupa tentukan juga konsep pemotretan sehingga campaign atau pesan apapun  yang terkandung di dalamnya dapat langsung dimengerti dengan baik oleh audiens. 

Misalkan produk kaos terbaru Anda menggunakan bahan terbaru yang lebih ramah lingkungan. 

Nah, saat memasarkan kaos baru Anda bisa mengemasnya dengan campaign go green. 

Pemotretan yang terkonsep akan membuat audiens memahami pesan penting terkait kaos go green di balik sebuah foto yang apik.

8. Buat Toko Online

Membuat toko online merupakan langkah yang sangat penting untuk dilakukan, apalagi di era digital ini. 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa 72% orang yang berbelanja secara online adalah konsumen produk fashion. 

Jadi Anda tidak boleh melewatkan jalan emas untuk berjualan ini. 

Buatlah website dengan domain yang bagus untuk menggaet kepercayaan masyarakat akan toko online Anda. 

Jangan lupa membuat tampilan website yang mudah dan interaktif agar pengunjung dapat dengan mudah melihat detail produk fashion Anda dan mudah melakukan pembelian. 

Selain membuat website, Anda juga dapat membuka toko online di media sosial juga marketplace. 

9. Melakukan Launching Produk

Setelah semua persiapan belakang panggung siap, saatnya Anda mengenalkan produk fashion kepada masyarakat luas. 

Buatlah sebuah acara launching produk

Dan jika mengundang beberapa orang berpengaruh di bidang bisnis fashion.

Jangan lupa untuk meliput acara ini baik secara pribadi atau dengan mengundang beberapa media. 

Liputan secara pribadi bisa dilakukan dengan membuat siaran langsung di Instagram dan Youtube, membuat rilis yang diterbitkan dalam blog website toko online, dan lain sebagainya. 

10. Promosi Secara Online

Selain sebagai toko online website dapat menjadi media yang sangat baik untuk melakukan promosi tanpa terhalang batas dan waktu.

Dengan website Anda dapat:

  • menampilkan katalog produk fashion,
  • menampilkan produk terbaik,
  • menampilkan produk terbaru,
  • menampilkan profil perusahaan,
  • menampilkan kontak bisnis,
  • menampilkan artikel persuasif, dan lain sebagainya.

Selain melalui website, promosi dapat dilakukan melalui berbagai sosial media. 

Promosi di sosial media dapat Anda digunakan untuk mengarahkan calon pelanggan ke website atau marketplace untuk melakukan pembelian.

Anda dapat memanfaatkan fitur berbayar seperti Instagram Ads atau Facebook Ads.

Sudah Siap Memulai Bisnis Fashion Anda?

Tips yang kami sampaikan memang terlihat cukup panjang, namun bukan berarti sangat sulit dan tidak mungkin untuk dilakukan. 

Kuncinya adalah memaksimalkan modal, melihat peluang, menciptakan produk dengan USP, dan melakukan promosi tertarget

Semoga tips dari Aksar Data Digital dapat membantu persiapan Anda dalam memulai bisnis fashion.

Semoga bisnis fashion Anda sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published.