Parked Domain, Kapan Kita Harus Menggunakannya?

2 min read

Apa Itu Parked Domain

Domain merupakan nama unik yang dimiliki suatu website. Jika diibaratkan hosting adalah suatu kompek perumahan dan domain adalah alamat rumahnya.

Tentunya alamat satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama.

Tetapi, dalam domain ada berbagai ekstensi yang berbeda-beda walaupun namanya domainnya sama.

Jika kita hitung ada ratusan ekstensi domain bahkan sampai ribuan.

Contoh saja nama domain Aksaradata.com jika sudah terpakai, ada opsi lain yang bisa Anda gunakan seperti  Aksaradata.id, Aksaradata.net, Aksaradata.org, dan lainnya.

Kunci utamanya adalah domain tersebut masih tersedia, dan jika sudah menyangkut tentang brand Anda perlu berhati-hati karena bisa dituntut melanggar hak cipta.

Untuk para bisnis dan perusahaan yang memiliki domain bagi websitenya, ada baiknya mengamankan domain yang sama dengan ekstensi yang berbeda.

Tujuannya agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Caranya Anda bisa menggunakan fitur parked domain atau domain aliases.

Apa itu Parked Domain?

Parked Domain
Parked Domain

Mungkin ada beberapa orang yang masih bingung dengan apa itu parked domain.

Dari namanya kita sudah bisa mengartikan kalau parked domain adalah domain yang sengaja diparkir.

Secara simpelnya, parkir domain adalah mengarahkan nama domain dengan ekstensi lain menuju domain utama website Anda.

Fitur parked domain ini biasanya sudah tersedia dalam panel hosting yang Anda gunakan, ada beberapa provider yang menggunakan nama “parked domain” atau “domain aliases”.

Baca juga : Perbedaan Subdomain dan Addon Domain

Perbedaan Parked Domain dan Addon Domain

Ada beberapa orang yang masih bingung apa perbedaan dari parked domain dan addon domain.

Karena keduanya sama-sama menggunakan kata domain, namun sejatinya keduanya berbeda secara fungsi.

Seperti dijelaskan di atas bahwa salh satu fungsi parked domain adalah mengarahkan domain ke alamat yang yang berbeda.

Jadi, ada beberapa domain yang mengarah pada domain utama. Konsep parked domain ini mirip dengan backlink tetapi beda tujuan saja.

Nah, sedangkan addon domain adalah fitur yang ada pada panel hosting untuk menambahkan lebih dari satu domain dalam satu server hosting.

Jadi, Anda bisa lebih hemat dengan memiliki satu server hosting dengan beberapa nama domain.

Perbedaanya sudah jelas, parked domain adalah domain yang sengaja diparkir sedangkan addon domain adalah fitur untuk menambahkan domain pada akun hosting.

Fungsi Parked Domain

Ada beberapa fungsi yang perlu Anda ketahui dari pengunaan parked domain, berikut pembahasannya:

1. Name Reservation

Persaingan pembelian domain antara satu dengan yang lainnya memiliki peluang yang sama.

Apalagi untuk domain-domain yang bagus dan menarik, lengah sedikit saja domain sudah berpindah tangan dan harganya bisa menjadi lebih mahal.

Tentu ini akan sangat mengecewakan ketika nama domain yang diincar sudah diambil orang duluan.

Tidak jarang jika memiliki ide Anda bisa mendaftarkan nama domain terlebih dahulu sebelum websitenya jadi.

Kemudian Anda bisa melakukan parked domain untuk digunakan di kemudian waktu.

2. Perlindungan Cybersquatting

Cybersquatting adalah pendaftaran nama domain yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak memilikinya.

Biasanya domain-domain bisnis dan perusahaan menjadi incaran kejahatan cybersquatting.

Untuk itu bagi para pemilik website supaya bisa mendaftarkan nama domain website dengan ekstensi yang berbeda.

Nah paling aman Anda bisa melakukan parked domain dengan diarahkan langsung pada halaman utama.

3. Waktu Pengembangan Bisnis

Jika bisnis masih dalam tahap pengembangan, Anda bisa memberikan notifikasi pada website masih dalam tahap pengembangan.

Ini bisa menjadi opsi untuk memberi tahu kepada pengunjung jika bisnis kita segera launching.

4. Strategi Pemasaran

Anda bisa mengarahkan pengunjung dari beberapa website ke website utama.

Tujuannya jika ada orang yang mengakses, bisa langsung menuju ke website utama bisnis Anda.

Tetapi Anda perlu berhati-hati dengan domain-domain yang sudah memiliki hak cipta.

Bisa jadi Anda kena tuntut dari pemegang merk langsung.

5. Tambahan Penghasilan

Tidak hanya untuk redirect ke halaman utama saja, parked domain bisa Anda gunakan untuk menambah penghasilan.

Caranya Anda bisa mencari domain yang berpotensi naik di kemudian hari.

Jadi Anda bisa bisa menjual nama-nama domain dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal.

6. Menunggu Domain Kadaluarsa

Domain memiliki masa sewa secara tahunan, untuk itu Anda bisa memarkirkan domain Anda jika belum siap untuk membangun website atau ingin berhenti menggunkan suatu domain.

Cara Setting Parked Domain

Untuk cara parked domain sebenarnya sangat mudah, asal Anda memiliki akses untuk login ke akun panel hosting semua beres.

Berikut panduan untuk setting aliases domain:

1. Pastikan Anda sudah berhasil login ke akun panel hosting utama.

2. Untuk pengguna cPanel, silakan Anda tulis “Aliases”, ada beberapa panel hosting yang menggunakan nama Aliases atau Parked Domain.

Cara Parked Domain
Cara Parked Domain

3. Kemudian, tinggal masukan nama domain yang akan Anda parkir, kemudian pilih menu “Add Domain”.

Selain itu Anda juga bisa melakukan redirect ke domain lain dengan fitur “Redirects To”.

Bagaimana? Sangat mudah bukan cara membuat parked domain di cPanel?

Kapan Kita Harus Menggunakan Parked Domain?

Nah, waktu yang tepat untuk menggunakan fitur aliases domain adalah ketika website Anda sudah mulai dikenal banyak orang.

Tujuannya agar ‘trust’ kepada website Anda bisa terbangun dengan baik.

Selain itu Anda bisa mengamankan nama domain atau melakukan parked domain agar nama domain aman.

Begitulah penjelasan seputar apa itu parked domain, semoga bermanfaat ya!

Nah, sebagai informasi, kami memiliki rekomendasi penyedia reseller domain murah dengan deposit rendah dari Akasaradata.com.

Terdapat banyak nama domain dengan berbagai ekstensi yang bisa Anda pilih.

Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *